Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 17 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Banyak Anak Putus Sekolah...
[Agama dan Pendidikan]

KH MunirAbas Buchori:
Banyak Anak Putus Sekolah Kita Pungut Jadi Santri

PESANTREN Ulumul Quran Buaran, Lembangsari, Tambun Selatan, Bekasi kini berdiri megah. Ketika awal berdiri pada tahun 2003 jumlah santrinya hanya 27 orang. Dan, kini jumlah santrinya sudah mencapai 150 orang. Untuk mengetahui lebih jauh, Pelita melakukan wawancara dengan Pengasuh Pesantren Ulumul Quran, KH Munir Abas Buchori.

Pak kiai, apa sebenarnya yang mendasari Anda mendirikan pesantren dengan cara menggratiskan kepada para santrinya?
Ya.., begini, mendirikan pesantren merupakan cita-cita saya ketika menjadi seorang santri. Karena itu, ketika saya merasa mampu, ya.., kita bangun pesantren dengan sekuat tenaga. Ini semata-mata untuk menegakkan ajaran-ajaran Islam dan memberikan pendidikan kepada generasi Islam sebagai estafeta perjuangan di masa mendatang.
Mengapa saya menggratiskan? Terus terang saya merasa terenyuh ketika melihat anak-anak dari keluarga tak mampu putus sekolah gara-gara orangtuanya tak mampu membiayai sekolah. Saya terenyuh ketika ada anak-anak di suatu desa di Sukatani berjualan kantong keresek di pasar untuk membantu penghidupan orangtuanya. Ada juga anak tukang becak, ada juga anak pedagang cimol, ada juga anak putus sekolah, lalu kita pungut. Lalu saya menawarkan agar anak-anak tersebut menjadi santri di pesantren saya, gratis. Semua kita tanggung, mulai dari biaya makan sehari-hari hingga biaya sekolah. Ini semata-mata kita menginginkan agar anak-anak dari keluarga tak mampu tetap bisa belajar sebagaimana mestinya.
Apa saja ilmu atau pelajaran yang diajarkan di pesantren?
Yang pasti belajar ilmu agama itu wajib. Mahir dalam membaca dan menulis, termasuk makna yang terkandung didalam Al-Quran dipelajari dengan sebaik-baiknya. Ini kan Pesantren Ulumul Quran sehingga harus ada ciri khasnya. Selain itu, para santri juga harus belajar di sekolah, baik di SD, SMP, MTs, maupun SMA pada siang harinya. Alhamdulillah, sudah banyak santri yang lulus SMP dan ada juga yang meneruskan hingga SMA. Selain itu, kita juga memberikan berbagai keterampilan agar mereka nantinya mampu hidup mandiri dengan sebaik-baiknya.
Dengan digratiskannya biaya di pesantren, termasuk ketika mereka sekolah, lalu dari mana anggaran yang dipersiapkan?
Dana yang dipakai untuk membiayai para santri setiap harinya itu merupakan bantuan dari masyarakat dan para donatur. Ada yang menjadi bapak asuh dan lain sebagainya. Ya.., ada juga suka dan dukanya, namun semua kita syukuri dan tawakal kepada Allah SWT, ternyata ada saja rejeki untuk memenuhi kebutuhan para santri. Ada cerita unik juga, suatu ketika anggaran untuk memberikan makan para santri tinggal cukup untuk keesokan hari saja. Tiba-tiba... ada seorang tamu mencari alamat, jadi kesasar ke pesantren. Lalu tamu bertanya tentang pesantren, dan saya jelaskan apa adanya, e... tak tahunya tamu tersebut memberikan bantuan untuk pesantren. Alhamdulillah akhirnya para santri bisa memenuhi kebutuhan untuk esok harinya.(kim)

KH Munir Abas Buchori

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Siswa Lulus dengan Ijasah Bertaraf Internasional
Dana Tunjangan 5.000 guru NIP 15 belum cair
Standar Kelulusan Siswa Setiap Tahun Naik
Separuh Siswa Jepang Tak Ingin Masuk Universitas
Ulama Minta Polisi Tuntaskan Kasus Penistaan Agama