Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 25 Nopember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Menag Optimistis Depag Dapat Kembalikan Citra Positif
[Agama dan Pendidikan]

Menag Optimistis Depag Dapat Kembalikan Citra Positif

Jakarta, Pelita
Menteri agama Muhammad Maftuh Basyuni menegaskan bahwa dirinya optimis Depag dapat mengembalikan citra positif. Saya optimis, dengan memperhatikan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir, dan memperhatikan hasil audit kinerja dari tahun ke tahun, Departemen Agama akan dapat mengembalikan citra positif, tegas menag saat membuka Rapat Kerja Nasional Departemen Agama di Jakarta, Kamis (5/3) .
Menurut Maftuh, percepatan pemberantasan korupsi, senantiasa menjadi fokus dan komitmen kita bersama dalam rentang lima tahun terakhir. Tidak sekedar korupsi, tetapi juga bentuk-bentuk tindakan koruptif lainnya yang merugikan negara. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka peningkatan tata kelola kepemerintahan yang bersih, efisien, efektif dan akuntabel. Saya perlu tegaskan dalam forum ini, bahwa Departemen Agama, tidak akan mentolerir dan melindungi siapapun yang terbukti sah secara hukum melakukan tindakan koruptif, dalam berbagai bentuk dan jenisnya, tambahnya.
Rakernas depag berlangsung tiga hari mulai kemarin hingga besok (Sabtu 7/3). Rakernas diikuti para pejabat eselon I dan II di lingkungan Depag, para Rektor UIN, IAIN, IHDN, para ketua STAIN, STAHN, STAKN dan STABN. Juga para kakanwil depag provinsi serta Dharma wanita Depag.
Menag memaparkan untuk mendukung langkah itu, pihaknya telah mengembangkan berbagai cara dan pendekatan. Antara lain melalui reformasi birokrasi, meliputi: penataan kelembagaan, peningkatan disiplin dan profesionalisme aparatur, penerapan reward and punishment, penguatan kontrol pimpinan, sampai pada optimalisasi laporan dan pertanggungjawaban. Khususnya dalam laporan keuangan Departemen Agama kita berupaya mencapai predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), katanya.
Menag mengatakan Depag juga sangat terbuka dan bersedia bekerjasama dengan lembaga pengawasan manapun untuk mengevaluasi kinerja. Langkah ini, sangat penting untuk membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, tandasnya.
Forum ini menurut Menag diharapkan dapat semakin memperteguh komitmen Depag untuk memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam berbagai bentuk dan jenisnya. Serta mendorong percepatan reformasi birokrasi di lingkungan Departemen Agama. Hanya dengan itu semua kita dapat mengelola segenap potensi untuk menjawab berbagai kelemahan, peluang dan tantangan, yang pada gilirannya semakin memantapkan peran dalam meningkatkan kualitas pelayanan umat beragama, sebagaimana tema Rakernas kali ini, kata Menag.
Maftuh memaparkan bahwa Rakernas Departemen Agama tahun 2009 ini merupakan momentum yang sangat penting. kita telah mencapai sejumlah prestasi penting di bidang pembangunan agama. Namun, tidak dapat dipungkiri, bahwa sebagian dari kerja keras kita belum mencapai hasil yang maksimal. Untuk itu, saya mengharapkan kesempatan ini dapat menjadi wahana refleksi dan evaluasi terhadap kinerja kelembagaan kita, mengidentifikasi berbagai permasalahan yang kita hadapi, memetakan berbagai kekuatan dan kelemahan yang ada, merumuskan isu-isu utama, dan menetapkan langkah-langkah strategis Departemen Agama lima tahun ke depan, ucapnya.
Menurut Menag, sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005-2009, setidaknya terdapat lima hal pokok yang menjadi fokus program Departemen Agama. Yaitu peningkatan kualitas kehidupan beragama; peningkatan kerukunan umat beragama; peningkatan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan; peningkatan kualitas penyelenggaraan haji; serta penciptaan tata kelola kepemerintahan yang bersih. (dik)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
42 Sekolah di DKI Terima Sertifikat ISO 9001:2000
176 Sekolah Swasta Elite di Jakarta Menolak Dana BOS
Pesantren Ulumul Quran Tambun Selatan
Siswa Lulus Dengan Ijasah Bertaraf Internasional
Santri Diajarkan Berbagai Keterampilan..