Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 23 Juli 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Kejagung akan Buka Lagi Kasus Korupsi Dana BPUI
[Politik dan Keamanan]

Kejagung akan Buka Lagi Kasus Korupsi Dana BPUI
Jakarta, Pelita

Setelah cukup lama mengendap dan bahkan diduga dipeti-eskan, kasus korupsi dana Badan Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) yang berbuntut Dirut BPUI Sudjiono Timan dihukum 15 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA) akan dibuka lagi Kejaksaan Agung (Kejagung).
Kejagung bahkan berjanji akan meneliti kembali adanya dugaan keterlibatan salah seorang obligor BLBI, Agus Anwar mantan Dirut Bank Pelita dalam kasus yang merugikan keuangan negara dalam hal ini BPUI.
Nanti kami teliti kembali, karena memang seingat saya dalam kasus itu selain Sudjiono Timan (mantan Dirut BPUI) yang terlibatjuga ada disitu Agus Anwar, kata Jaksa Agung Hendarman Supandji menjawab wartawan di Kejagung, Jumat (20/3) akhir pekan lalu.
Menurut Hendarman, dalam penelitian itu pihaknya akan segera menganalisa sejauh-mana keterlibatan Agus Anwar dalam kasus BPUI.
Nanti akan kami analisa, ucapnya.
MA di tingkat kasasi pada 3 Desember 2004 menghukum Sudjiono Timan karena terbukti korupsi bersama rekan-rekannya yang sesuai surat dakwaan jaksa tercantum nama Agus Anwar, Hadi Rusli, Hario Suprobo, Witjaksono Abadiman dan Roberto V Ongpin.
Majelis hakim kasasi diketuai Bagir Manan juga memerintahkan Sudjiono Timan yang masih buron untuk bayar uang pengganti atau mengembalikan kerugian negara yang dikorupsinya itu kepada negara sebesar 98 juta dolar AS atau Rp 369 miliar.
Aset koruptor BLBI
Sementara itu untuk pengembalian kerugian negara, Hendarman memberi izin untuk melelang aset-aset dkoruptor BLBI, David Nusa Wijaya mantan Dirut Bank Umum Servitia yang kini sedang menjalani hukuman empat tahun penjara.
Saya sudah memberi izin dan kini tinggal proses lelang oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, katanya seraya menyebutkan upaya pelelangan aset-aset koruptor untuk pengembalian kerugian negara menjadi penekanannya pada tahun 2009 ini.
Kepada seluruh Kejati di Indonesia sudah saya tekankan guna
mengumpulkan aset-aset para koruptor untuk dilelang dalam rangka pengembalian kerugian negara, ucap mantan JAM Pidsus ini.
Hendarman menyebutkan, aset-aset koruptor yang akan dilelang adalah untuk kasus-kasus korupsi yang putusannya sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau sudah incraht.
Dalam kasus korupsi dana BLBI, David Nusa Wijaya yang sempat jadi buronan dan kemudian berhasil ditangkap di Amerika Serikat, diperintahkan MA untuk membayar uang pengganti sebesar Rp1,29 triliun.(did)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Jangan Salah Pilih, Cermati Caleg Pilihan Anda
Parpol Islam Harus Melebur Agar Menjadi Besar
Pertarungan Politik di Sulbar Dipengaruhi..
Koalisi Segi Tiga Emas Diperluas
Kekritisan Pemilih dan Ikatan Klan Warnai..