Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 25 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
MTs Negeri 12 Satu-satunya Rintisan
[Agama dan Pendidikan]

MTs Negeri 12 Satu-satunya Rintisan Berstandard Nasional di Jakbar

MADRASAH Tsanawiyah (MTs) Negeri 12 Jakarta Barat ditetapkan sebagai madrasah rintisan DKI Jakarta berstandard nasional. MTs Negeri 12 merupakan satu-satunya madrasah negeri di Wilayah Jakarta Barat yang ditetapkan sebagai madrasah percontohan rintisan berstandard nasional, kata Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 12 Drs H Sujangi.
Di DKI Jakarta ada enam MTsN yang masuk sebagai rintisan sekolah berstandard nasional, yaitu MTsn 3 Pondok Pinang, Jakarta Selatan, MTsN 4 Jagakarsa, Jakarta Selatan, MTsN 6 Jakarta Timur, MTsN 24 Jakarta Timur, MTsN 5 Jakarta Utara, dan MTsN 12 Jakarta Barat. Madrasah Tsanawiyah Negeri tersebut telah memenuhi BSN (Badan Standard Nasional) yang antara lain meliputi standard isi, standard proses, standard penilaian, standard kelulusan, standard pembiayaan, standard pengelolaan, dan standard sumber daya manusia (SDM).
Menurut Sujangi, siswa MTsN 12 yang mengikuti ujian nasional tahun lalu lulus 100 persen dengan rata-rata nilai 7,5. Ini nilai rata-rata tertinggi di Jakarta Barat. Keunggulan ini tercatat sejak tahun 1996/1997 hingga sekarang sebagai peringkat pertama antar-MTs Negeri atau peringkat II MTs se-DKI Jakarta.
Banyak prestasi yang diraih para siswa MTs Negeri 12. Di ruang tata usaha puluhan piala berjejer, antara lain piala Juara I Cerdas Cermat Matematika se-Jakarta Barat, Juara I Lomba Cerdas Terampil, Juara I Lomba Khot (kaligrafi), Juara I Lomba Adzan, Juara I Lomba Perkemahan, Juara Lomba Qasidah, Juara Lomba Puitisasi, Juara MTQ, Juara Peragaan Busana Muslim, Juara Lomba Marawis, Juara II Lomba Olimpiade Bidang Biologi se-DKI Jakarta, dan Peringkat II Lomba UKS (usaha kesehatan sekolah) se-DKI Jakarta.
Memang, keunggulan MTsN 12 sejalan dengan visinya, yaitu terwujudnya generasi bangsa yang kokoh, cerdas, kreatif, dan percaya diri serta berakhlak mulia. Sedangkan misinya adalah membimbing dan mengantarkan siswa untuk memiliki dasar-dasar keimanan yang tangguh, berpikir kritis, dan berpengetahuan yang memadai guna melanjutkan studinya ke Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang berkualitas (MAN, SMA, SMK).
MTs Negeri 12 Jakarta ini memiliki ciri kekeluargaan dan keterbukaan yang dicitakan guna menunjang dan meraih kualitas pendidikan yang diharapkan dengan tujuan memperbaiki dan membentuk kecerdasan siswa yang berakhlak mulia, cerdas, mengamati perilaku dasar siswa dengan membentuk tim konsultasi akademik dan permasalahan.
Kepala Kantor Departemen Agama Jakarta Barat Drs H Sutami, MPdI mengatakan MTs Negeri 12 Jakarta Barat berkembang cukup pesat. MTs Negeri 12 yang berlokasi di Jalan Arun Raya No 35 Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat memiliki dua cabang atau kelas jauh yang masing-masing beralamat di Jalan Melati Putih, Palmerah, Jakarta Barat dan Jalan Joglo Raya Gang Sayur Asam, Kembangan, Jakarta Barat. Namun, karena siswanya semakin bertambah, maka MTsN 12 kelas jauh yang berada di Jalan Joglo Raya ditetapkan menjadi MTs Negeri 27 pada bulan 27 Maret 2009.
Menurut Sutami, secara makro MTs Negeri di Jakarta dibanding swasta sangat kurang. Untuk itu, pihaknya berupaya menegerikan madrasah kelas jauh, terutama madrasah yang sudah memenuhi syarat, seperti jumlah siswa, lingkungan, sarana dan prasarana yang memadai. Jumlah siswa kelas jauh MTs Negeri 12 di Jalan Joglo Raya berjumlah 482 orang, maka atas rekomendasi Walikota Jakarta Barat, kelas jauh tersebut berubah menjadi MTs Negeri 27.

Kelas jauh Mampang Prapatan
MTs Negeri 12 Jakarta (sebelumnya adalah MTs Negeri kelas jauh dari Mampang Prapatan, berdiri sejak 1972 di atas tanah wakaf seluas 2.150 m2). Tahun 1994, kelas jauh MTs Negeri 1 ini ditetapkan sebagai MTs Negeri 12 Jakarta. Penetapan ini berdasarkan keputusan Menteri Agama RI Nomor 244 tahun 1993 tanggal 25 Oktober 1993. Kemudian pada tahun 1999, gedung tua MTs Negeri 12 Jakarta mendapat bantuan rehab total dari Kanwil Departemen Agama DKI Jakarta, maka jadilah gedung standard 3 lantai, kata Kepala MTs Negeri 12 Drs H Sujangi.
Sujangi didampingi Wakil Kepala MTs Negeri 12 H Buchori, SAg dan Kepala TU Marihot Hutabarat mengatakan animo yang besar terhadap MTs Negeri 12 membawa dampak tidak tertampungnya siswa, sehingga pada tahun 1994-1995, MTs Negeri 12 meminjam lokasi Masjid At-Taubah untuk tempat belajar dan sebuah sekolah swasta di Wilayah Kampung Rawa Kebon Jeruk.
Dengan alasan itulah kami mengajukan permohonan gedung baru untuk menambah daya tampung yang memadai. Pada tahun 1996 gedung tersebut selesai dibangun, maka sejak saat itulah MTs Negeri 12 Jakarta memiliki kelas jauh dengan gedung dua lantai, berdiri di atas tanah 2.500 m2, yang terletak di Jalan Melati Putih No 45 Kemanggisan, Palmerah yang diberi nama MTs Negeri 12 KJ Palmerah, papar Sujangi. Sesuai perkembangan MTs Negeri 12 pun menambah kelas jauh di Jalan Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat. Kini jumlah siswa MTs Negeri 12 di Jalan Arun Raya Sukabumi, Kebon Jeruk, Jakarta Barat sebanyak 562 siswa, terbagi 15 kelas, yakni Kelas 7 (lim kelas), Kelas 8 (lima kelas), dan Kelas 9 (lima kelas).
Sujangi menuturkan bahwa sistem penerimaan siswa baru MTs Negeri 12 Jakarta melalui tes ujian masuk. Tes masuknya meliputi matematika, pengetahuan umum, pengetahuan agama (baca tulis Al-Quran, praktik ibadah, hafalan Al-Quran). Kurikulum yang dipakai adalah kurikulum Depdiknas, SKB 3 Menteri, dengan ciri khas Pendidikan Agama Islam.
Pendidikan ekstrakurikuler meliputi pendidikan komputer, Pramuka, PMR, Paskibraka, bela diri, dan Rohis. Sementara kegiatan harian siswa adalah membaca Al-Quran, sholat Dhuha, dan sholat Zuhur berjamaah.(sidik m nasir)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Pontren Al-Itqon Jadi Andalan Jakbar
Pondok Pesantren Mirqot Ilmiyah Al-Itqon
Pemerintah Berhasil Peroleh 100 Persen
Tiga Siswa akan Wakili Jakarta Pusat
Pemerintah Sediakan Rp438 Miliar untuk Pelaksanaan UN