Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 02 September 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
STIT Nurul Hakim Kediri Lombok Barat
[Nusantara]

STIT Nurul Hakim Kediri Lombok Barat
Menuju Pencapaian Prestasi Akademik Terbaik


SEKOLAH Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Nurul Hakim berdiri pada tahun 2005. Berada dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hakim di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB. Sejak berdiri, STIT Nurul Hakim telah meluluskan sekitar 700 orang sarjana.
Para lulusan itu kini sudah bekerja di beberapa lapangan pekerjaan seperti, lembaga-lembaga pendidikan baik yang diterima sebagai PNS, guru kontrak, honor daerah, dan guru bantu. Bagi lulusan terbaik, diangkat sebagai dosen di almamaternya.
Disamping itu, sebagian besar dari para lulusan STIT Nurul Hakim juga ada yang menjadi pemimpin pondok pesantren, kepala madrasah, kiai/dai. Dan yang lebih membanggakan lagi, banyak diantara mereka yang sudah melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yakni Strata 2 (S2).
Secara struktural akademik, STIT Nurul Hakim telah melewati perpanjangan izin sesuai ketentuan yang berlaku di Direktorat Pendidikan Tinggi Swasta (Diktis) Departemen Agama RI. Pada tahun 2008, STIT Nurul Hakim telah mencetak rekor dengan terakreditasinya Jurusan Pendidikan Agama Islam oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi dengan nilai B.
Tentunya prestasi-prestasi akademik itu tercapai berkat kerjasama yang intens antara STIT dengan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hakim (PPNH), segenap dosen, karyawan yang telah bahu membahu berkerja tanpa pamrih untuk mencapai prestasi terbaik, kata Ketua STIT Nurul Hakim, Dr H Rasmianto, MA, kepada Pelita, Kamis (7/5).
Dengan adanya Undang-Undang Sisdiknas sekarang ini, akreditasi program studi merupakan puncak administrasi akademik yang bisa mencerminkan prestasi kerja sebuah perguruan tinggi. Karena ke depan, untuk mengisi berbagai lapangan kerja diutamakan lulusan program studi yang sudah terakreditasi.
Alhamdulillah STIT Nurul Hakim telah melampaui itu dengan baik, ucap Rasmianto.
Ajukan alih status
Tentunya ini bukan prestasi puncak. Tetapi setidaknya, ini merupakan awal yang baik untuk mengembangkan perguruan tinggi ini. Sehingga tantangan selanjutnya adalah mempertahankan atau meningkatkan prestasi itu dengan maksimal.
Artinya, setelah terakreditasi maka selanjutnya tantangan besar lainnya adalah keharusan berubah secara kelembagaan dari STIT menjadi STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam). Ini dimaksudkan agar keilmuan yang dikembangkannya lebih luas. Jika STIT hanya boleh mengembangkan jurusan-jurusan keguruan saja, maka setelah berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI), diberikan hak untuk mengembangkan semua displin ilmu agama, layaknya IAIN mini.
Walau agak berat, namun karena keuletan STIT Nurul Hakim, proposal alih status kelembagaan menuju STAI, sudah dilakukan ke Departemen Agama RI dua bulan yang lalu. Tidak hanya itu, bersamaan dengan proses alih status itu, kita juga sudah mengajukan proposal pembukaan program studi baru yang meliputi Jurusan Hukum Bisnis Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPS, dan MIPA.
Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini direspon oleh pemegang kebijakan di Depag pusat, sehingga perguruan tinggi yang berada dibawah naungan Yayasan Ponpes Nurul Hakim ini, bisa maju dan berkembang sesuai dengan tuntutan masa depan, harap Rasmianto.
Pada tahun ini, STIT Nurul Hakim berancang-ancang membangun pusat perkantoran/rektorat yang representatif dalam rangka menertibkan administrasi kampus agar lebih modern dan profesional.
Sabtu (9/5), STIT Nurul Hakim kembali akan mewisuda sekitar 416 orang sarjana yang terdiri dari Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Kependidikan Matematika, Inggris, Indonesia, serta Ekonomi dan Koperasi.
Diterangkan Rasmianto, Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hakim Pimpinan (PPNH) TGH Shafwan Hakim, berdiri di atas tanah seluas 9 Ha, memiliki santri sebanyak 2.750 oang. Saat ini, sejumlah alumni PPNH juga mengajar di STIT NH dan mereka telah mencapai gelar kesarjaan doktoral (S3).
Selain para alumni PPNH, proses pendidikan di STIT Nurul Hakim juga didukung oleh tenaga pengajar dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram dan Universitas Mataram, kata Rasmianto yang juga Ketua Forum Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta NTB 2008-2012, ini. (m zakiy mubarok)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Pengelolaan Parkir di Kabupaten Cirebon Dinilai Membingungkan
Pertanyakan Proses Lelang di BKD Kota Cirebon
Pencanangan Bakti TNI KB-KES Terpadu
Pemadaman Bergilir di Kotim
Rumah Loper Koran HU Pelita Dibobol Maling