Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 24 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Suasana Tambang Emas Campaka Cianjur Mencekam
[Nusantara]

Buntut Adanya Isu Penyerangan
Suasana Tambang Emas Campaka Cianjur Mencekam

Cianjur, Pelita
Suasana di lokasi tambang emas Cikondang Desa Karya Mukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, Rabu (17/6) siang terlihat mencekam.
Ratusan penambang yang baru keluar dari lubang tambang, berkerumun di depan pintu masuk lokasi tambang yang dipasangi portal besi dan dijaga sejumlah lelaki berbadan tegap.
Suasana tegang dan mencekam ini muncul menyusul isu akan adanya upaya paksa dari pihak yang mengatasnamakan PT Cikondang Kencana Prima (KCP) untuk mengosongkan lokasi tambang milik mereka dari kegiatan para penambang emas tanpa izin (PETI).
Siapapun tidak boleh masuk kedalam areal tambang, kalau ada orang yang bisa melewati portal besi ini berarti orang itu jago, ujar Arya (30) yang mengaku sebagai penanggungjawab keamanan di areal tambang emas Cikondang, kepada sejumlah wartawan yang datang ke lokasi tambang, Rabu (17/6).
Menurut Arya, ia dan rekan-rekannya yang bekerja di lokasi penambangan mendapat perintah dari pimpinan perusahaa (Joko, Red) untuk tidak mengizinkan seorangpun masuk ke lokasi tambang.
Jangankan orang-orang suruhan dari PT KCP, Presiden saja akan kami larang masuk kalau pimpinan kami belum memberi izin. Dan untuk mempertahankan tempat kami mencari makan, siapapun akan kami hadapi, kata Arya dengan nada tinggi.
Menurut informasi yang diperoleh Pelita, konflik yang terjadi di lokasi tambang emas Cikondang Kecamatan Campaka ini berawal dari adanya upaya saling klaim antara PT KCP selaku pemegang Kuasa Pertambangan (KP) Eksploitasi di Lokasi Penambangan Emas Cikondang dengan para PETI yang selama ini dikoordinir oleh seorang pengusaha yang bernama Joko.
Kepala Bagian Pertambangan di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Cianjur, Endang S membenarkan adanya gesekan antara PT CKP dengan para penambang tanpa izin yang dikordinir oleh Joko.
Awalnya persoalan ini muncul karena pihak PT CKP tidak bisa melaksanakan kegiatan penambangan secara optimal, bahkan yang terjadi di lapangan justru kegiatan penambangan yang dilakukan oleh penambang tanpa izin.
Tapi dari sudut pandang aturan, yang memegang izin KP adalah pihak PT CKP dan suatu hal yang wajar kalau pihak perusahaan menertibkan areal tambang mereka. Tapi harapan kami, meskipun memunculkan gesekan semuanya bisa diselesaikan dengan jalan damai tanpa harus menggunakan kekuatan, ujar Endang yang di temui di ruang kerjanya, Rabu (17/6).
Endang juga mengungkapkan, selama ini meski telah mengantongi izin KP Eksploitasi dengan Nomor 503/3291/DPSDAP tertanggal 23 September 2005, namun PT CKP tidak bisa melaksanakan kegiatan penambangan secara optimal.
PT CKP pada tahun 2006 sempat melakukan kerjasama operasi dengan PT Cipta Utama Semesta (CUS) dan pada tahun 2007 PT CKP juga melakukan kerjasama operasi dengan PT Energy Mining Resource Nikel (EMRN).
Meski telah dua kali melakukan kerjasama operasi dengan dua pihak berbeda, kegiatan penambangan tetap tidak berjalan maksimal. Bahkan yang terjadi dilapangan, kegiatan penambangan justru dilakukan oleh para penambang liar tanpa izin yang dikoordinir oleh pihak diluar pihak perusahaan pemegang KP.
Belum lama ini, keluar surat teguran dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan kepada pihak PT CKP mengenai penyimpangan yang terjadi, PT CKP melakukan upaya pengosongan lokasi penambangan dari kegiatan penambang liar. Dan ini yang kemudian memicu konflik diantara dua belah pihak. (ar)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Aceh Tengah Diperintah Menghadap Bupati
Cawapres Wiranto Kunjungi Al-Zaytun
Jembatan Batanghari II Pertaruhan Akhir Juni 2009
H Amir Hamzah: Pemuda Pelopor Penggerak Pembangunan
Mahasiswa IPB Juara 3 Kompetisi Pangan Dunia