Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 16 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Haul Tokoh Ulama Positif bagi Pembinaan Umat
[Agama dan Pendidikan]

Haul Tokoh Ulama Positif bagi Pembinaan Umat

Banjarmasin, Pelita
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Prof Dr HA Fahmi Arief, MA menilai, kegiatan haul atau peringatan hari wafat seorang tokoh ulama seperti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary dan KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, cukup positif bagi sarana pembinaan umat.
Sebagaimana dilaporkan Antara, di Banjarmasin, Senin (29/6) ketika diminta komentar terkait dengan haul tahun keempat meninggalnya KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang biasa disapan Guri Ijai di Majelis Talim pimpinan KH Haderawi di Kertak Hanyar, Minggu (28/6).
Kegiatan haul tokoh ulama selalu disambut antusias masyarakat Kalsel, saya perhatikan ribuan jamaah menghadiri dan itu satu pertanda rasa cinta dan hormat masih tertanam dalam hati kaum muslimin terutama yang merasa murid beliau, katanya.
Seperti haul sang legenda Syekh Muhammad Arsyad atau dikenal dengan sebutan Datuk Kelampayan, walau sudah wafat 203 tahun yang lalu, tapi rasa hormat dan cinta terhadap ulama yang hidup zaman Belanda itu sampai sekarang tak pernah pudar.
Rasa cinta dan hormat kepada ulama itulah nilai positifnya, karena dapat membentuk akhlak umat Islam dibanding dengan anak-anak muda sekarang sepertinya tidak menyimpan rasa hormat pada gurunya terutama disekolah dan itu sangat berbeda sekali, katanya.
Biasanya setiap memperingati haul tokoh ulama dibacakan manaqib atau sejarah yang mengisahkan perjalanan hidup sang ulama, bagaimana akhlaknya dengan manusia dan Allah, serta teladan bagi umat. Seperti diketahui bertepatan 5 Rajab 1430 H atau 28 Juni 2009 merupakan haul ke empat meninggalnya Al Alimul Alamah Al Arif Billah KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang akrab disapa Guru Sekumpul diadakan di Langgar Ar-Raudah Sekumpul, Martapura 40 Km dari Banjarmasin.
Acara dimulai habis magrib setelah pembacaan al Quran diteruskan pembacaan Syair Maulid Habsyi yang dihadiri kedua putra ulama kharismatik tersebut yakni Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.
Hadir juga pada cara haul tersebut Gubernur dan Wagub Kalsel serta Menpan Taufik Effendi serta pejabat Kab. Banjar dan puluhan habib dari luar Kalsel serta ribuan undangan lainnya.
Ustadz Udin dari Banjarmasin mengatakan, dirinya tiap kali haul Guru Sekumpul tak pernah absen, kali ini dia membawa rombongan Habib Kholil dari Pontianak, rasa rindu pada suara guru saat memberikan petuah dapat terobati.
Contoh teladan akhlak beliau cukup membekas dalam diri, saya berusaha mengamalkannya pada tiap kehidupan sehari-hari, beliau seorang yang takwa dan dermawan, pantaslah diangkat Allah pada derajat yang tinggi, ujarnya.
Almarhum Guru Sekumpul menghadap Sang Khalik pada 5 Rajab 1426 H atau 10 Agustus 2005, meninggalkan dua putra yaitu Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.
Beliau tercatat sebagai keturunan atau zuriat ketujuh dari Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary pengarang Kitab Fikih Sabilal Muhtadin yang jadi pegangan umat muslim di Asia Tenggara.
Guru Sekumpul dimakamkan di Komplek Pengajian Sekumpul, Martapura, setiap hari makam beliau selalu ramai diziarahi tidak hanya dari Kalsel juga dari Pulau Nusantara termasuk dari Negara Yaman dan negara Islam lainnya.
Semasa hidup beliaun, dilaksanakan pengajian dua kali seminggu terutama pelajaran tauhid dan tasawuf serta fikih, setiap acara selalu dihadiri ribuan jemaah laki-laki dan perempuan dengan waktunya berbeda.

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kanwil Depag Kalsel Evaluasi Kelulusan Madrasah Aliyah
Calon Haji Diminta tak Resahkan Vaksin Meningitis
Universitas Paramadina Wajibkan Kuliah Umum Antikorupsi
Menag Hadiri Haul KH Basyuni Masykur dan Nyai Hj Masdliyah Basyuni
Ormas Islam Bahas Vaksin Mengandung Enzim Babi