Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 19 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
SEAMEO-BIOTROP dan BATAN Uji Adaptasi Sorghum
[Hallo Bogor]

SEAMEO-BIOTROP dan BATAN Uji Adaptasi Sorghum

Bogor, Pelita
Pusat Regional Asia Tenggara untuk Biologi Tropika (SEAMEO-BIOTROP) saat ini bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk melakukan penelitian uji adaptasi galur-galur sorghum (sorghum bicolour L) BATAN di Bogor, Jawa Barat (Jabar).
Kepala Unit Informasi SEAMEO-BIOTROP Iwan Setiawan di Bogor, Ahad, menjelaskan, pada akhir Juni 2009, Kepala BATAN Hudi Hastowo dan Staf Ahli bidang Teknologi Pangan dan Kesehatan Kementerian Ristek dan Teknologi Dr Listyani Wijayanti berkesempatan melihat langsung hasil uji adaptasi itu.
Uji adaptasi itu dilaksanakan di kebun percobaan kawasan Tajur, Kota Bogor.
Pada kesempatan itu juga dipaparkan program dan aktivitas penelitian sorghum yang disampaikan oleh Dr Soeranto Hoeman, peneliti BATAN, dan dilanjutkan oleh Dr Supriyanto, peneliti SEAMEO BIOTROP.
Kedua peneliti memaparkan perkembangan penelitian uji adaptasi sorghum, dan dilanjutkan dengan diskusi mengenai pengembangan kerja sama dalam penelitian sorghum dan peninjauan lahan uji adaptasi sorghum.
Ia menjelaskan bahwa BATAN telah mampu mengembangkan pemuliaan sorghum dan menghasilkan beberapa galur harapan yang dapat tumbuh pada lahan kering, lahan masam dan lahan basa (salin).
Uji adaptasi telah dilakukan dibeberapa tempat antara lain di Tangerang, Gunung Kidul, Lampung, dan Kalimantan Timur, dengan hasil memuaskan.
Ditambahkannya bahwa pengujian budidaya sorghum dilakukan dengan beberapa program yaitu tumpangsari dengan jati dan jarak pagar, uji asosiasi dengan mikorhiza, dan uji produksi dengan teknologi bio-charcoal.
Teknik budidaya selanjutnya yang akan diteliti adalah seleksi galur tahan naungan dan uji produksi setelah dipangkas dengan teknologi bio-charcoal.
SEAMEO BIOTROP dan BATAN juga akan mengundang lembaga penelitian lain baik pada tingkat nasional, regional atau internasional untuk bekerja sama dalam pengembangan sorghum di Indonesia, khususnya untuk Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) yang umumnya memiliki lahan marginal atau lahan kritis, kata Iwan Setiawan.
Menurut Soeranto Hoeman, sorghum, yang termasuk dalam tanaman serelia asli Afrika, memiliki potensi penting dalam ketahanan pangan.
Di dunia, sorghum menempati urutan kelima setelah gandum, padi jagung, dan barley, sedang di Amerika Serikat (AS) menempati urutan ketiga.n

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Bogor Miliki Potensi Produksi Film
Wawasan Kebangsaan Mesti Terus Dihidupkan
Panwas Laporkan Kasus Contreng Dua Kali
Kejari Periksa Mantan Walikota Bogor
Proyek Kakap Pemkab Dikuasai Pengusaha Luar Bogor