Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 20 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Muladi: Golkar akan Percepat Munas
[Politik dan Keamanan]

Muladi: Golkar akan Percepat Munas
Megawati Tegaskan PDIP
takkan ke Kubu Seberang

Jakarta, Pelita
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan, partainya tidak akan ikut-ikutan untuk bergabung ke kubu seberang (SBY-Red). Ia memuji ketetapan hati Gerindra yang tetap berjuang bersama-sama PDIP.
Pernyataan itu disampaikan Megawati dalam sambutannya membuka Rakernas VI PDIP di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (15/7), sekaligus menjawab desas-desus yang menyebut PDIP juga akan bergabung ke koalisi pemerintahan SBY.
Saya berterima kasih kepada Partai Gerindra, seperti yang tadi dikatakan Pak Prabowo (Ketua Dewan Pembina Gerindra) bahwa Gerindra akan terus berjalan bersama PDIP, kata Megawati seraya mengakui tadinya ia ragu apakah partai pendatang baru itu bakal tetap bersama atau merapat ke seberang, seperti yang ditunjukkan partai pendukung koalisi besar lainnya.
Hadir juga Rakernas itu petinggi Gerindra yang lain seperti Ketua Umum Suhardi dan Wakil Ketua Umum Fadli Zon. Rakernas dihadiri jajaran DPP, Deperpu, dan DPD se-Indonesia.
Mega mengatakan, kebersamaan PDIP-Gerindra juga telah tertuang dalam kesepakatan koalisi besar yang ditandatangani bersama partai lain seperti Hanura dan Golkar. Ia pun menyindir partai-partai anggota koalisi yang mulai merapat ke kubu seberang.
Koalisi besar satu demi satu bisa dikatakan rontok. Saya berpikir, apakah Partai Gerindra akan rontok juga? Tetapi dengan semangat ideologi, tekad ini tetap bersama, ucap Mega.
Mega juga berharap komitmen setia Gerindra juga bakal disusul partai peneken koalisi besar yang lain. Mudah-mudahan dua-tiga partai yang konsisten terus menjalankan ideologi kebangsaan kita, ucapnya.
Rakernas PDIP kali ini membahas evaluasi Pemilu 2009 yang telah selesai dilaksanakan.
Dipercepat
Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar yang juga Gubernur Lemhannas Muladi, dalam jumpa pers di Jakarta, mengatakan, Golkar kemungkinan akan mempercepat pelaksanaan Munas, guna menentukan kepengurusan periode mendatang partai berlambang pohon beringin itu.
Kepengurusan Golkar yang baru inilah yang akan menentukan apakah akan berkoalisi dengan partai pemenang Pemilu Presiden 2009, atau tidak, kata Muladi.
Percepatan pelaksanaan Munas Golongan Karya itu menjadi salah satu agenda yang akan dibahas dalam rapat pleno pada Rabu (15/7) sore di Kantor DPP Partai Golkar.
Kami telah melakukan berbagai pertemuan, mulai dari pertemuan harian yang sudah dilakukan, hari ini (Rabu, 15/7) rapat pleno, dan pekan depan rapat konsultasi nasional untuk membahas kemungkinan percepatan pelaksanaan Munas, tuturnya.
Kemarin sore, DPP Partai Golkar kembali menggelar rapat pleno. Namun kali ini, tempatnya tidak lagi di Kimangun Sarkoro, tapi di Kantor DPP Golkar Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat. Rapat dipimpin Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla.
Selain JK, tampak hadir Sekjen Golkar Soemarsono. Hadir juga sejumlah kader Golkar yang duduk di kabinet seperti Paskah Suzetta dan Andi Mattalata.
Muladi mengemukakan, saat ini terdapat dua nama calon kuat yang akan menduduki kursi kepemimpinan Golkar periode mendatang yakni Aburizal Bakrie dan Surya Paloh. Keduanya, kata dia, memiliki peluang yang sama, meski sejumlah fungsionaris Partai Golkar lainnya mengatakan calon ketua umum bukan hanya dua orang itu saja.
Ia menegaskan, kemungkinan besar kepengurusan yang baru akan merapatkan diri pada koalisi besar bersama partai pemenang Pilpres 2009, karena dalam tubuh Golkar sejak berdirinya, tidak mengenal kata oposisi.
Itu (oposisi) hanya berlaku di sistem parlementer, sedangkan kita ini akan menegakkan sistem presidensial. Jadi, kemungkinan besar Golkar tidak akan mengambil sikap oposisi. Kita hanya mengenal check and balances, tutur Muladi.
Meski begitu, katanya, Golkar akan tetap menjadi mitra pemerintah yang kritis secara profesional dan proporsional.
Menyikapi hasil pencapaian Golkar pada Pilpres 2009 dan dinamika politik pasca Pilpres 2009, Partai Golkar akan menggelar Musyawarah Nasional pada Desember 2009. Namun, ada kemungkinan Munas dipercepat dari jadwal yang sudah ditetapkan tersebut, demikian Muladi. (ay/jon)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Obama Ucapkan Selamat kepada SBY
Jadi Pemimpin Jangan Ragu
Demokrasi yang Ternoda
PAN Sumsel Dukung Hatta Jadi Ketum PAN
Munas Golkar Harus Tetap Konsisten pada Paradigma Baru