Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 28 Nopember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Etalase Masalah
[Nusantara]

Etalase Masalah

DINAS Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor memang dikenal telah menjadi SKPD yang bertugas untuk mencetak generasi muda Kabupaten Bogor untuk menjadi manusia yang cerdas, cermat dan pintar-pintar.
Namun, posisi dan tugasnya sebagai pencetak generasi muda yang cerdas-cerdas itu, belum tentu menjamin Disdik tidak punya masalah. Karena selama ini Disdik Kabupaten Bogor juga dikenal sebagai SKPD yang memiliki kasus-kasus yang tidak ringan. Padahal, seharusnya lembaga ini menjadi kawah candra dimuka generasi bangsa.
Saat ini ada beragam kasus yang terjadi di Disdik Kabupaten Bogor dan masih belum tuntas penyelesaiannya seperti soal pengadaan lahan untuk salah satu sekolah, soal bintek dan baru baru ini muncul keluhan-keluhan dari orang tua murid SD hingga SMP yang merasa tidak percaya dengan adanya pungutan uang seragam, uang buku yang dilakukan oknum-oknum di sekolah-sekolah.
Potret buram yang terjadi di Disdik Kabupaten Bogor ini setidaknya menjadi deretan panjang pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh Pemkab Bogor terutama oleh duet Rahman (Rachmat Yasin- Karyawan Faturachman) yang menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bogor periode 2008-2013.
Persoalan yang terjadi di Disdik Kabupaten Bogor ini mungkin hanya sebagai pemandangan awal dari rumitnya pekerjaan yang dilakukan RY-KF untuk melakukan sesuatu yang baru guna menciptakan pemerintahan yang kondusif dan transparan dalam berbagai bidang kebijakan.
Karena persoalan yang terjadi di Pemkab Bogor ternyata tidak hanya di Disdik Kabupaten Bogor. Sebab beberapa SKPD yang lain juga banyak menyimpan masalah-masalah warisan dari pemerintahan yang lama. Sudah barang tentu tugas dari RY-KF pada tahun pertama ini tak ubahnya melakukan Cuci Piring.
Karena semua masalah yang ada di SKPD-SKPD lainnya juga tentunya harus menjadi perhatian yang serius dari Pemkab Bogor seperti kasus Pasar Parung, Pasir Buncir, TWM, ULP ataupun beberapa hal yang terjadi di Dishutbun dan juga di Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Bogor.
Semua persoalan-persoalan yang ada di SKPD di Pemkab Bogor paling tidak telah menjadi etalase masalah yang harus disikapi secara serius oleh Pemkab Bogor. Karena banyak dari persoalan-persoalan salah kebijakan itu menjadi satu persoalan yang berkaitan dengan persoalan hukum. Seperti Pasar Parung hingga kini benar-benar menjad icon masalah di Pemkab Bogor belum disusul oleh Pasir Buncir Gate yang mulai masuk babak baru.
Sebab, kabarnya pihak pengembang akan terus melakukan gugatan kepada Pemkab Bogor terkait dengan munculnya wacana SIPD Aspal. Belum beres soal gugatan yang dilakukan pengembang kepada Pemkab Bogor terkait Pasir Buncir, kini muncul gugatan baru dari pengusaha kepada Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Bogor terkait masalah pembangunan kantor Kecamatan Cibinong.
Beragam masalah yang terurai diatas setidaknya benar-benar menjadi pajangan atau etalase yang tidak menutup kemungkinan bisa menjadi bom waktu bagi Pemkab Bogor itu sendiri. (asep syahmid pangrango)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Proses STNK di Samsat Cinere 15 Menit Selesai
Edut Dut Risoles Selalu Sajikan Kue Hangat
Bom Jakarta tak Pengaruhi Minat Wisatawan
Jalan Raya Indramayu-Jatibarang Butuh Perhatian Serius
Madjid Muaz Dinilai Sebagai Pemimpin Amanah