Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 31 Juli 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Ponpes Sahid Raih ISO 9001:2000
[Agama dan Pendidikan]

Pertama di Indonesia
Ponpes Sahid Raih ISO 9001:2000

PONPES Sahid, tidak hanya modern dari kelengkapan bangunan dan sarana pendidikan bagi para santrinya, namun memiliki keunggulan komparatif yang memadai dari aspek pengelolaan dan pengajaran.
Pengasuh Ponpes Sahid KH Drs Sadjid Zain, ditemui Pelita pekan lalu, mengungkapkan bahwa Ponpes modern Sahid menerapkan sebuah kebijakan mutu. Yaitu, mutu pelayanan pendidikan untuk membentuk santri yang berakhlak Islami, unggul dalam prestasi, berbudaya Indonesia, dan siap bersaing di era globalisasi adalah prinisp dasar penyelenggaran pendidikan yang terus dikembangkan sesuai tuntutan zaman.
Untuk menjaga konsistensi, maka Ponpes Sahid menerapkan sistem manajemen mutu yang difokuskan pada perbaikan setiap aspek pesantren, khususnya sumber daya manusia dan sumber daya pendukung. Untuk meningkatkan efektifitas penerapan sistem manajemen mutu pada setiap bagian secara berkelanjutan ditekankan sasaran mutu yang relevan dan dievaluasi secara periodik.
Karena menerapkan mutu sesuai standard, maka Ponpes Sahid yang kini memiliki 800 orang santri menjadi pesantren pertama di Indonesia yang meraih Sertifikat ISO 9001:2000 dari SGS United Kingdom atau Kerajaan Inggris. Biasanya yang meraih ISO cenderung perusahaan besar nasional kelas dunia atau juga produk-produk unggulan.
Sadjid menjelaskan tujuan memperoleh ISO 9001:2000, bahwa Ponpes Sahid tidak tergantung pada figur atau kharismatik seseorang. Tapi dengan memperoleh ISO, Ponpes ini dapat bertumpu pada kharismatik sistem.
Yang kharismatik adalah sistemnya, bukan figurnya, kata Sadjid.
Sebelum memperoleh penghargaan ISO 9001:2000, Ponpes Sahid telah melakukan persiapan diantaranya mempelajari dulu apa sesungguhnya manfaat ISO. Setelah difahami bahwa ISO ternyata tidak bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan ternyata ISO itu laksana ilmu fiqh. Nilai-nilai dan ajaran-ajaran pesantren tetap tidak berubah, yang di-ISO-kan adalah sistemnya.
Pesantren agar maju maka harus sasaran mutu atau objektif kualiti, dia mencontohkan bagaimana agar para almuni atau santrinya dapat diterima di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Kita memiliki guru dari Mesir, tapi sistem sudah dibakukan, seandainya guru-guru dari Mesir tidak ada, kita sudah punya panduan, tahun ini Sahid meloloskan santrinya diterima di Al-Azhar sebagai penerima beasiswa dari Mesir, ujarnya.
Ada perbedaan suasana Ponpes Sahid sebelum dan sesudah menerima ISO 9001:2000, diantaranya, tidak terjadi lagi kebingunan mana yang harus didahulukan dan mana yang tidak.
Kita persiapkan organisasi, SDM dan sistem, selama enam bulan mereka (konsultan) memandu kami dan memberikan pelatihan, katanya.
Diraihnya penghargaan ISO oleh sebuah lembaga yang pertama di dunia pesantren, tidak lantas membuat Ponpes Sahid menutup diri untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan pesantren-pesantren lain. Pihaknya mempersilakan dengan tangan terbuka kepada siapa saja untuk berbagi pengamalam dalam menyiapkan Ponpes agar bisa meraih standard mutu sesuai ISO 9001:2000.(encep azis muslim)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Mendidik Santri Jadi Penyebar Perdamaian
Sekjen Depag: Calon Haji Jangan Resah Soal Paspor Hija
Ketua MUI Lantik Pengurus LPP-POM MUI NTB
Jangan Takut Sekolahkan Anak ke Pesantren
RAPBS SMA/SMK Negeri di Jakarta