Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 18 September 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Komisi Irigasi Kab Cirebon Rumuskan Penanganan Kekeringan
[Nusantara]

Komisi Irigasi Kab Cirebon Rumuskan Penanganan Kekeringan

Kabupaten Cirebon, Pelita
Sejumlah areal pertanian di wilayah Kabupaten Cirebon saat ini terancam kekeringan. Hal itu menyusul kondisi debet air yang belakangan ini makin menyusut, untuk itu, Komisi Irigasi tingkat Kabupaten Cirebon mengambil langkah-langkah kongkrit dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di aula kantor Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cirebon, akhir pekan lalu.
Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas PSDAP Kabupaten Cirebon Drs Achsanudin Adi, MM. Hadir dalam kesempatan itu dari Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSC), petani, para Kepala UPT PSDAP, Distanbunakhut, serta Direktur PDAM Kabupaten Cirebon Ir Nasidja dan pejabat yang mewakili Kepala BKKP Wilayah Cirebon.
Achsanudin, yang juga selaku Ketua Harian Komisi Irigasi tingkat Kabupaten Cirebon mengatakan, kekurangan air sebetulnya ada beberapa faktor persoalan mendasar yang bisa mempengaruhi, salah satunya adalah kepatuhan para petani di dalam menanam padi.
Bagaimana mungkin kalau ketersediaan air cukup untuk 100 hektar, kemudian di lapangan kita dituntut untuk bisa mengairi 200 hektar, saya kira ini sudah pasti akan kurang air, tukasnya.
Persoalan itu menurutnya sangat klasik, dan hampir setiap tahun dialami. Namun demikian, menyangkut perilaku tadi, tambahnya, menjadi tugas bersama untuk bagaimana memberikan pemahaman-pemahaman secara sistematis sehingga kedepan persoalan-persoalan tersebut tidak terulang kembali.
Kemudian situasi ini juga diperparah dengan infrastruktur kita yang kadang-kadang tidak menunjang. Ini menjadi semakin memperparah pasokan air, tambahnya.
Dari pemantauan dia di lapangan, untuk wilayah Klangenan umur padi rata-rata sudah mendekati panen. Namun disisi lain di jalur Pantura rata-rata umur padi baru berumur 2,5 bulan. Ada juga beberapa lokasi yang sudah retak-retak dan kering tanahnya sudah tidak ada air. Ketika masuk pada persoalannya ternyata lahan itu yang tidak dijamin oleh pengairan.
Yang jelas seluruh jajaran PSDAP di lapangan sudah maksimal, sudah bergerak. Bahkan kegiatan-kegiatan untuk pengamanan air sudah dilakukan oleh aparat PSDAP di tujuh wilayah UPT. Tentunya kita harapkan ada support dari balai besar pusat dan balai PSDA Provinsi sehingga hal-hal yang menyangkut masalah pengamanan air ini di lapangan dapat terkendali dengan baik, jelas Adi.
Sementara itu, Dendi, dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung menyampaikan ketersediaan debet air di sejumlah waduk yang ada. Menurut dia, ketersediaan volume air di Waduk Darma per 22 Juli 2009 masih ada sebesar 36.650.000 meter kubik.
Jika dihitung sampai Oktober I akhir, debet air Waduk Darma masih ada ketersediaan volume sebanyak 15.218.800 meter kubik. Sedangkan bendung Rentang ketersediaan air per 22 Juli 2009 debetnya sebesar 17 meter kubik/detik.
Untuk masalah kekeringan kami sudah mengirimkan surat ke Dirjen Sumber Daya Air minta bantuan 15 unit pompa untuk tahun 2009. Sedangkan untuk 2008 sebanyak 10 unit sudah disalurkan kepada para petani, kata Dendi.
Sedangkan kebutuhan pompa berdasarkan data yang tercatat di PSDAP Kabupaten Cirebon per 15 Juli 2009 sebanyak 49 unit untuk tujuh Daerah Irigasi Ambit, Seseupan, Cangkuang, Cikeusik, Agung, Kecepet dan Rentang. Pompa itu untuk memenuhi kebutuhan di 43 desa.
Kondisi tanaman padi berdasarkan Daerah Irigasi (DI) per 15 Juli 2009 adalah, untuk DI Rentang, tanaman padi yang berumur dua bulan sebanyak 8.621 hektar, dan 9.679 hektar untuk padi yang berumur tiga bulan. Sedangkan DI Ciwaringin, kondisi padi yang berumur tiga bulan sebanyak 958 hektar, dan DI Cikeusik padi berumur tiga bulan sebanyak 1.619 hektar. Daerah irigasi tersebut diatas menjadi kewenangan BBWS Cimanuk Cisanggarung Dirjen SDA.
Sedangkan yang menjadi kewenangan teknis Balai Besar PSDA Provinsi Jawa Barat adalah Daerah Irigasi Jamblang dan Walahar. Untuk DI Jamblang, kondisi tanaman padi yang berumur dua bulan seluas 11 hektar, dan umur padi yang tiga bulan seluas 1.550 hektar. Sedangkan DI Walahar umur padi yang tiga bulan seluas 1.044, dan umur padi dua bulan seluas 206 hektar. (ck-38)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Pemutakhiran Pemilih Pilkada Medan Dimulai September 2009
Kodam V/Brawijaya Renovasi 10.000 RTLH
Polres Majalengka Syukuran dan Gelar Huburan
HUT ke-2 BBAC Kabupaten Majalengka
Koro Pedang Pengganti Kedelai