Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 20 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Disepakati Tarif Baru Angkutan Batubara
[Ekonomi dan Keuangan]

Jakarta, Pelita



PT Tambang Batubara Bukit Asam (PT BA) dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menyepakati tarif baru angkutan batubara dari Tanjung Enim, Sumatera Selatan, ke pelabuhan batubara Tarahan, Lampung, dan dermaga batubara Kertapati, Palembang.


"Kita sepakat menetapkan tarif baru angkutan batubara yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Direktur Utama PT BA, Ismet Harmaini, dan Dirut PT KAI, Omar Berto," kata Corporate Secretary PT BA, Milawarma di Jakarta, kemarin.


Kesepakata tarif baru angkutan batubara antara kedua BUMN itu merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah dikeluarkan Kantor Kementerian BUMN pada 17 Oktober 2002, yang dalam perjalanannnya sulit tercapai.


Berdasarkan kondisi obyektif setelah berjalan beberapa bulan, akhirnya kedua pihak menyadari kesepaktan yang ditetapkan Kantor Kementerian BUMN ditinjau kembali karena PT KAI membutuhkan biaya operasional yang lebih besar.


Dalam tarif baru ini, menggunakan formula tarif proporsional dengan pendekatan win-win solution. Formula tarif baru untuk rute Tanjung Enim-Tarahan sebesar Rp37.000/ton dengan volume angkut 7,25 juta ton/tahun pada 2002, dan 7,05 juta ton/tahun selama periode 2003-2004. Untuk Tanjung Enim-Kertapati disepakati dengan tarif Rp20.000/ton dengan volume angkutan 1,35 juta ton per tahun untuk periode 2002-2004.


Sebelumnya kedua BUMN tersebut sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2001, PT BA dan PT KAI memberlakukan tarif progresif, yakni untuk tujuan Tarahan berlaku tarif Rp25.000-Rp30.000/ton, sedangkan tujuan Kertapati Rp13.000/ton.


Menurut Ismet Harmaini, pola tarif baru itu diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan kenaikan tarif oleh PT KAI dan juga memenuhi keinginan PT BA untuk meningkatkan kapasitas muatannya. Karena dalam realisasinya untuk tahun 2002 dari target minimum angkutan 8,5 juta ton ke Tarahan hanya tercapai 6,54 juta ton, dan dari target dua juta ton per tahun untuk Kertapati hanya tercapai 1,17 juta ton.


Omar Berto juga mengakui tidak tercapainya target pengangkutan batubara yang ditetapkan PT BA untuk tahun 2002, dan dia berharap tahun 2003 akan dapat dicapai.

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Undang-Undang Mengenai Asuransi Jamsostek Sebaiknya Dicabut
LKNB Wajib Kenal Nasabahnya
IHSG Naik Tipis, Rupiah Stabil
Pemerintah Siap Bayar Obligasi Yang Jatuh Tempo
BPK Minta Diperjelas Soal Penerbitan CMN