Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 26 Juli 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Bantuan Dunit-Harzburgit, Peluang Ekonomi Pasaman
[Opini]






Oleh Hendra Agusta



Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi nasional kelapa sawit, ternyata juga memiliki potensi bahan galian yang cukup menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.


Selain itu, sektor perikanan laut dan pertanian pangan juga cukup besar memberikan kontribusi ekonomi kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara tersebut.


Sementara sektor industri dan bahan galian, selama ini belum memberikan kontribusi yang besar bagi Pasaman, berbeda dari Kota Padang yang memiliki PT Semen Padang, atau Sawahlunto yang sejak dulu dikenal sebagai kawasan tambang batubara.


Lewat suatu survei tim kerja Pemanfaatan Bahan Galian Subdin Geologi Sumberdaya Mineral Dinas Pertambangan dan Energi Sumbar, diketahui, Pasaman memiliki sumberdaya hasil tambang yang cukup menjanjikan.


Survei yang dilaksanakan sejak 14 Oktober hingga 12 November 2002, mendapati potensi sumberdaya hipotetik bahan galian batuan dunit-harzburgit (bahan baku pupuk) sebesar 2,4 miliar metrik ton, yang siap diolah menjadi salah satu sumber ekonomi Pasaman.


Sumberdaya hipotetik tersebut, berlokasi di kawasan puncak Gunung Tongar (482,1 MDPL) di Kec. Pasaman, Gunung Sigapuk (493 MDPL) dan Gunung Karsik Putih, serta di Muaro Kiawai Kec. Lembah Malintang dengan areal total mencapai 16 juta m2, dan ketebalan 50 meter dari permukaan tanah.



Kandungan unsur kimia


Batuan dunit-harzburgit secara alamiah mengandung unsur magnesium (MgO) dengan kadar antara 30 hingga 40 persen, dan punya pH yang sangat basa, yaitu sekitar 7,5 hingga 9,5.


Dari analisa laboratorium dan pengujian di lapangan, batuan tersebut dapat dijadikan bahan pupuk dasar (alam) maupun pupuk majemuk. MgO merupakan salah satu unsur terpenting bagi tumbuhan untuk proses fotosintesis, sedangkan kadar pH batuan dapat menetralisir tanah masam seperti pada lahan gambut.


Karena kandungan magnesium batuan dunit Harzbugit yang cukup tinggi, maka pupuk dengan bahan batuan tersebut akan sangat bermanfaat bagi kegiatan pertanian dan perkebunan.


Dalam dunia pertanian/perkebunan, magnesium memainkan peranan yang vital dalam pertumbuhan tanaman, karena kedudukannya sebagai pusat atom molekul chlorophyl, dia menjadi esensial untuk pemanfaatan energi surya untuk produksi biomass.


Selain itu, magnesium merupakan komponen yang esensial dan menjadi aktivator enzim terutama yang berkaitan dengan pengalihan energi selama proses metabolisme.


Dalam proses metabolisme itu sendiri, seperti pembentukan tepung, protein dan minyak bagi tanaman, dibutuhkan magnesium yang tinggi, terutama dalam jaringan muda yang tumbuh cepat.


Di samping unsur magnesium dan pH yang sangat basa, melalui analisa laboratorium, batuan dunit-harzburgit juga mengandung unsur hara lainnya, yakni calsium (CaO) dengan kadar rata-rata 1,52 persen, Kalium (K2O) 0,00016 persen, pospor (P205) 0,1225 persen, dan kadar senyawa kimia besi (Fe203) yang bisa direduksi sebesar 12,58 persen.


Kandungan unsur-unsur kimia batuan dunit-harzburgit tersebut, sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan baik dalam bentuk pupuk alam maupun pupuk majemuk.


Selain untuk bahan pupuk, batuan dunit-harzburgit juga dapat dijadikan bahan tahan api dan sebagai ornamen stone (batu hias) dengan mutu yang baik karena memiliki warna dasar hijau hitam dan setelah diproses menimbulkan warna hijau alami yang menyejukkan mata.



Ujicoba di lapangan


Selain lewat analisa laboratorium, pemanfaatan ujicoba juga telah dilakukan di lapangan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sukarami, Sumbar, yakni terhadap tanaman kelapa sawit, padi sawah dan padi di lahan gambut.


Ujicoba pada kepala sawit dilaksanakan pada lahan gambut di daerah Sialut, Kab. Pesisir Selatan, Sumbar, melalui pencampuran pupuk NPK dengan batuan dunit-harzburgit. Hasilnya ternyata dapat meningkatkan serapan unsur hara N dari 1,6 menjadi 2,62 persen, Pospor dari 0,09 menjadi 0,22 persen, Kalium dari 0,91 menjadi 1,16 persen, dan Ca dari 0,11 menjadi 0,35 persen.


Kemudian, ujicoba pada lahan padi di persawahan Kec. Lubuk Alung, Kab.Padang Pariaman, Sumbar, menunjukkan pemupukan dengan dunit-harzburgit sebanyak 50 kg per hektare, akan menghasilkan panen padi mencapai 4,61 ton per hektare, sementara pemupukan dengan bahan yang sama seberat 100 kg menghasilkan 4,94 ton per hektare.


Pemupukan dengan 200 kg menghasilkan 5,61 ton padi per hektare, dan 800 kg harzburgit dengan hasil panen mencapai 7 ton per hektare.


Dengan ujicoba tersebut dapat disimpulkan peningkatan pemberian takaran batuan dunit-harzburgit pada tanaman padi sawah secara linear akan meningkatkan produksi padi.


Selanjutnya, ujicoba dilakukan terhadap tanaman padi lahan gambut di Kec. Ketaping, Kab. Padang Pariaman melalui pemupukan dengan tiga jenis pupuk amelioran yakni Zeolit, Harzburgit dan Dolomit.


Untuk pemakaian 200 kg pupuk Zeolit pada lahan satu hektare sawah menghasilkan gabah 4,8 ton, dan 200 kg pupuk Dolomit menghasilkan panen 5,3 ton per hektare, sedangkan dengan 200 kg dunit harzburgit mampu menghasilkan padi 5,6 ton per hektare.


Dengan demikian, pemakaian pupuk dunit-harzburgit di lahan padi gambut mampu menghasilkan panen tertinggi, yakni 5,6 ton per hektare untuk 200 kg pupuk.



Peluang baru


Dengan hasil survei itu, diharapkan hipotetik batuan dunit-harzburgit di Pasaman dapat diolah untuk membuka peluang baru dalam usaha pertambangan (khususnya industri pupuk alam), sehingga menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat setempat.


Hal ini juga untuk memberikan alternatif atau solusi bahan pupuk alamiah di sektor pertanian dalam rangka pengembangan pertanian dan perkebunan di Pasaman dan Sumbar umumnya.


Sehubungan dengan itu, anggota DPRD Sumbar asal pemilihan Kab. Pasaman, Syamsul Bayan, meminta Pemdaprov Sumbar segera menindaklanjuti dan mencarikan investor bagi pengelolaan sumberdaya hipotetik batuan dunit-harzburgit tersebut.


"Hipotetik batuan dunit itu agar segera ditindaklanjuti dalam bentuk penelitian lebih mendalam, rencana eksplorasi dan eksploitasi dengan mengundang pihak investor hingga sumberdaya tersebut dapat dimanfaatkan bagi peningkatan ekonomi Pasaman," ujarnya.


Menurut dia, hasil survei harus dituntaskan sehingga dapat diajukan perencanaan lebih lanjut termasuk mengundang investor untuk kegiatan eksploirasi dan eksploitasi.


Karena itu, Pemdaprov Sumbar dan instansi terkait diharapkan agar proaktif melakukan tindaklanjut dan jangan menunggu dulu laporan dari daerah, katanya.


Melihat hipotetik batuan dunit-harzburgit yang sangat besar itu, sangat dibutuhkan investor untuk menggarapnya tanpa mengenyampingkan peran dan posisi masyarakat setempat.


"Dengan adanya industri baru, maka pendapatan daerah akan meningkat dan terbuka lapangan kerja baru bagi warga Pasaman," katanya. (ant)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kontroversi Penghentian Penempatan TKI Informal
Timtim Letakkan Dasar Hubungan dengan RI
Ali Imron, Perakit Bom yang Meladak di Kuta
Mengenang Peristiwa 14 Februari 1946 di Minahasa
Pemilihan Kepala Daerah