|
[Swadaya Mandiri] Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009, Pengurus Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) yang Ketua Umumnya, Prof. Dr. Haryono Suyono, telah dipilih secara aklamasi dalam Munas tanggal 6-8 Oktober lalu di Bandung, telah mengumumkan nama-nama pengurusnya yang terdiri dari 17 orang, yaitu Dr. Subiakto Tjakrawerdaya, Drs. Holil Sulaiman, MSW, Moh. Yarman, Siswadi, MBA, Hot Bonar Sinaga, Fransiscus Welirang, Ny. Dr. Mooryati Sudibyo, Ny. RA Aryanto, SE, Dr. Tjuk K. Sukiadi, SE, HM. Cholis Hasan, Dr. Rohadi Haryanto, Dr. Damanhuri Rosadi, SKM, Dr. Laila Revana, Sri Haryanti, Trusti Mulyono dan Sri Utami Sudarsono. Pengurus ini dilengkapi dengan Badan Pertimbangan yang dipimpin oleh Bapak Bustanil Arifin SH, serta Dewan Perwakilan Anggota yang dipimpin oleh Drs. Sularso. Dalam silaturahmi dan pertemuan koordinasi dengan Menko Kesra Agung Laksono di kantornya itu Menko Kesra berkenan mengukuhkan pengurus DNIKS tersebut sebagai mitra kerja pembangunan sosial kemasyarakatan.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa Visi DNIKS adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera dan adil melalui upaya Kesejahteraan dan Pembangunan Sosial. Visi yang erat hubungannya dengan tugas yang dibebankan kepada Menko Kesra dan jajarannya itu dijabarkan melalui tiga misi utama, yaitu mendorong partisipasi semua warga Negara di dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan memberdayakan semua usaha di bidang pembangunan sosial, meningkatkan program-program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh dan untuk semua, serta melakukan advokasi kebijakan agar makin berpijak kepada pengembangan kesejahteraan sosial.
Untuk mencapai Visi dan Misi yang telah ditetapkan itu, Pengurus merencanakan berbagai program dan kegiatan yang meliputi lima pokok program utama dan didukung program penelitian, perencanaan dan evaluasi terpadu secara berkesinambungan. Kelima program utama itu adalah peningkatan upaya komunikasi, informasi, edukasi, advokasi dan pengembangan jejaring untuk memantapkan upaya membangun Budaya Peduli Sesama Anak Bangsa yang telah dimulai oleh pengurus sebelumnya. Untuk itu DNIKS akan mengembangkan upaya penguatan posisi dan kemampuan DNIKS serta anggotanya, dalam pemberian rekomendasi dan pertimbangan terhadap perumusan kebijakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan pembangunan sosial pada tingkat pusat maupun pada tingkat propinsi, kota dan kabupaten.
Karena upaya pemberdayaan sosial tidak mudah dan memakan waktu lama, maka DNIKS akan senantiasa berusaha meningkatkan kapasitas dan perluasan jejaring dalam dan luar negeri, bagi pelaksana pelayanan dan pembangunan sosial berbasis keluarga dan/atau masyarakat sampai tingkat pedesaan. DNIKS akan bergabung dan bersama-sama lembaga lain melanjutkan upaya pengembangan dan pembangunan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di desa dan pedukuhan agar masyarakat dapat mengembangkan budaya gotong royong dan bekerja keras secara mandiri untuk mengentaskan kebodohan dan kemiskinan.
Jaringan itu akan diisi dengan peningkatan dan perluasan upaya pemberdayaan dan pembangunan sosial terpadu, konsisten serta berkesinambungan melalui kemitraan yang intensif dan efektif. Namun karena usaha sosial bukan pekerjaan yang mudah, maka DNIKS akan senantiasa meningkatan kemampuan, keterpaduan dan konsolidasi organisasi guna mendorong kerelewanan dan penghimpunan dana untuk meningkatkan kinerja pemberdayaan dan pelayanan sosial.
Berbagai program itu akan diramu dengan dukungan penelitian, perencanaan dan evaluasi terpadu yang dilakukan secara berkesinambungan sehingga diharapkan pembangunan sosial kemasyarakatan dapat dilakukan makin sejajar dengan pembangunan dalam bidang ekonomi, politik dan lainnya.
Menanggapi perkenalan Pengurus itu Menko Kesra akhirnya mengukuhkan Pengurus DNIKS yang baru itu sebagai mitra kerja Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan jajarannya untuk menggalang kerjasama dan partisipasi masyarakat kuat dalam mengatasi berbagai masalah sosial dan membangun masa depan yang sejahtera. Pengurus DNIKS diundang ikut serta dalam pertemuan Summit yang merancang program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II. Selanjutnya juga diharapkan DNIKS ikut secara aktif dalam langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesra dan jajarannya. Para pengurus merasa sangat puas dengan pertemuan tersebut dan akan dilanjutkan pertemuan lain dengan Menteri Sosial, Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan Nasional dan jajaran lain dalam rangka pembangunan sosial terpadu dan peningkatan peran serta partisipasi masyarakat yang luas dan berkesinambungan. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Umum DNIKS).
|