|
[Nusantara] Pemadaman Listrik Berkah Bagi Penjual Lampu Teplok
Denpasar, Pelita
Pemadaman aliran listrik secara bergilir di sejumlah wilayah di Bali, ternyata memberi berkah bagi para penjual lampu minyak tanah yang kerap disebut lampu templok.
Meningkatnya permintaan lampu templok terkait pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN, dibenarkan Aryanto (25), salah seorang pedagang lampu templok keliling yang ditemui di Jalan Suli Denpasar, Jumat.
Menurutnya, permintaan lampu templok meningkat sejak beberapa minggu terakhir, yakni sejak aliran listrik sering mengalami pemadaman di lingkungan perumahan penduduk.
Permintaan lumayan banyak. Perharinya saya bisa menjual antara lima hingga enam lusin lampu templok dengan omzet mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu, katanya sambil tersenyum.
Ia mengaku, sejak ada info yang dibaca lewat media massa bahwa Bali sering terjadi pemadaman aliran listrik, dirinya yang asal Jogjakarta memutuskan untuk mencoba berjualan di Bali. Tahu lewat koran, saya coba jualan di sini, eh ternyata lampunya laku keras mas, ujar Aryanto.
Untuk harga, Aryanto mengatakan, satu lampu dijual Rp15 ribu hingga Rp50 ribu, tergantung dari ukuran dan bahan yang dipakai membuat lampu templok tersebut. Jika bahan tembaganya tebal dan tahan panas, maka harganya akan semakin mahal. Selain itu, saat ini memang harganya sedikit kami naikkan sehubungan permintaan lagi banyak, ucap Aryanto, polos.
Tidak saja Aryanto, Made Sriani, salah seorang pedagang sembako di komplek perumahan Ubung Denpasar yang kebetulan menyediakan lampu templok, juga mengakui adanya kenaikan permintaan.
Sejak terjadi pemadaman bergilir, masyarakat banyak yang mencari lampu templok ke warung kami, ujar Sriani.
Ia mengatakan hampir setiap hari ada saja warga yang membeli lampu templok.Perharinya, rata-rata tiga sampai empat lampu tempok terjual, tambahnya.
Sementara Franch (57), salah seorang pembeli yang ditemui di Denpasar mengaku memilih lampu templok karena lebih aman digunakan sebagai penerangan di rumah saat aliran listrik padam, dibandingkan dengan menyalakan lilin.
Dibanding dengan lilin, lampu temlok lebih aman dan lebih tahan lama, sehingga dapat digunakan dalam waktu yang cukup panjang, ujarnya.(oto)
|