Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 03 September 2010  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Pemadaman Listrik Berkah Bagi Penjual Lampu Teplok
[Nusantara]

Pemadaman Listrik Berkah Bagi Penjual Lampu Teplok

Denpasar, Pelita
Pemadaman aliran listrik secara bergilir di sejumlah wilayah di Bali, ternyata memberi berkah bagi para penjual lampu minyak tanah yang kerap disebut lampu templok.
Meningkatnya permintaan lampu templok terkait pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN, dibenarkan Aryanto (25), salah seorang pedagang lampu templok keliling yang ditemui di Jalan Suli Denpasar, Jumat.
Menurutnya, permintaan lampu templok meningkat sejak beberapa minggu terakhir, yakni sejak aliran listrik sering mengalami pemadaman di lingkungan perumahan penduduk.
Permintaan lumayan banyak. Perharinya saya bisa menjual antara lima hingga enam lusin lampu templok dengan omzet mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu, katanya sambil tersenyum.
Ia mengaku, sejak ada info yang dibaca lewat media massa bahwa Bali sering terjadi pemadaman aliran listrik, dirinya yang asal Jogjakarta memutuskan untuk mencoba berjualan di Bali. Tahu lewat koran, saya coba jualan di sini, eh ternyata lampunya laku keras mas, ujar Aryanto.
Untuk harga, Aryanto mengatakan, satu lampu dijual Rp15 ribu hingga Rp50 ribu, tergantung dari ukuran dan bahan yang dipakai membuat lampu templok tersebut. Jika bahan tembaganya tebal dan tahan panas, maka harganya akan semakin mahal. Selain itu, saat ini memang harganya sedikit kami naikkan sehubungan permintaan lagi banyak, ucap Aryanto, polos.
Tidak saja Aryanto, Made Sriani, salah seorang pedagang sembako di komplek perumahan Ubung Denpasar yang kebetulan menyediakan lampu templok, juga mengakui adanya kenaikan permintaan.
Sejak terjadi pemadaman bergilir, masyarakat banyak yang mencari lampu templok ke warung kami, ujar Sriani.
Ia mengatakan hampir setiap hari ada saja warga yang membeli lampu templok.Perharinya, rata-rata tiga sampai empat lampu tempok terjual, tambahnya.
Sementara Franch (57), salah seorang pembeli yang ditemui di Denpasar mengaku memilih lampu templok karena lebih aman digunakan sebagai penerangan di rumah saat aliran listrik padam, dibandingkan dengan menyalakan lilin.
Dibanding dengan lilin, lampu temlok lebih aman dan lebih tahan lama, sehingga dapat digunakan dalam waktu yang cukup panjang, ujarnya.(oto)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Sindikat Pengedar Upal Manfaatkan Pelajar SMP
Diprotes, Dewan dan Eksekutif Banten Rapat di Puncak
Ponpes Hidayaturrahman Ikut Berantas Buta Huruf al-Quran
RKC Sindang Didominasi Permohonan Seragam Sekolah
Muspika Balongan Kompak Layani Masyarakat