Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 07 September 2010  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
MEMPERSIAPKAN PAHLAWAN MASA DEPAN
Laporan: Prof Dr Haryono Suyono

[Swadaya Mandiri]

Minggu lalu Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, seperti dilakukan oleh setiap Presiden RI setiap tahunnya, menganugerahkan kepada putra putri terbaik Indonesia gelar Pahlawan Nasional disertai pemberian Tanda Kehormatan RI berupa Bintang atau Tanda Jasa. Pengangkatan seseorang sebagai Pahlawan Nasional tidak sederhana dan harus dilakukan melalui suatu prosedur yang panjang. Begitu juga pemberian Tanda-tanda Kehormatan RI oleh Presiden. Biarpun pemberian Tanda-tanda Kehormatan RI itu merupakan hak prerogatip seorang Presiden RI, tetapi sebelum sebuah Tanda Kehormatan diberikan kepada seorang putra terbaik, yang bersangkutan harus diusulkan dan diteliti oleh berbagai Instansi terkait, termasuk dibahas dan diputuskan oleh Dewan Tanda-tanda Kehormatan RI secara cermat.
Pada umumnya seorang pahlawan bangsa digali dari sejarah perjuangan bangsa yang panjang. Tidak mustahil seorang pahlawan digali dari abad lalu, bahkan ada yang terpaksa digali dari kumpulan banyak anak-anak bangsa yang hidupnya dua atau tiga abad lalu. Kalau yang bersangkutan seorang tokoh terkenal dalam sejarah dan riwayat hidupnya juga dikenal di seluruh pelosok tanpa cacat, atau “dicacatkan” oleh penjajah, dengan mudah seorang Presiden RI, setelah mendengar saran-saran dari berbagai instansi yang ditugasi, mengambil keputusan dan menyerahkan keputusan itu dengan penuh kehormatan kepada ahli waris putra terbaik tersebut.
Setidaknya ada beberapa cara atau jalur bagi seorang putra terbaik Indonesia untuk memperoleh pengakuan dan penghargaan negara secara resmi. Sesuai UU yang baru disyahkan tahun 2009, pertama-tama seseorang calon harus diusulkan oleh lembaga pemerintah, organisasi atau perorangan. Pengusulan itu diatur sesuai prosedur dengan kelengkapan perjuangan dan jasa-jasanya untuk negara dan bangsa. Dokumen usulan itu akan diteliti oleh instansi terkait dan disebarluaskan kepada masyarakat secara terbuka untuk mendapat penilaian yang wajar. Selanjutnya bahan-bahan itu dibahas dengan seksama oleh berbagai panitia negara, termasuk terakhir oleh Dewan Tanda-tanda Kehormatan RI sebelum direkomendasikan kepada Presiden untuk diambil keputusan final tentang penghargaan yang akan diberikan.
Banyak macam perjuangan anak bangsa yang diberikan Tanda Kehormatan atau yang bersangkutan dikukuhkan sebagai pahlawan nasional. Pada umumnya seorang pahlawan adalah pejuang yang bertempur dalam jaman penjajahan atau pada jaman pembebasan negara ini dari belenggu penjajahan. Mereka umumnya sudah wafat, atau sudah lama sekali wafat. Termasuk di dalamnya adalah pahlawan yang berasal dari abad sebelumnya karena jasa-jasanya memerangi penjajah pada jamannya. Ada juga pribadi-pribadi yang mengorbankan segalanya demi perjuangan yang diyakininya akan membawa masa depan bangsa yang lebih sejahtera.
Pada masa yang akan datang kita tidak berharap akan terjadi revolusi atau perang antara bangsa kita dengan musuh-musuhnya karena kita berharap dunia akan damai dan pergaualan antara umat manusia akan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Karena itu kita perlu memikirkan bagaimana mempersiapkan pahlawan-pahlawan bangsa di masa depan. Pahlawan masa depan tentunya adalah seorang sosok yang berjuang dengan cara luar biasa pada garis konstitusi dengan landasan Pancasila, yang akhirnya mengantar anak bangsa menjadi keluarga yang sejahtera, lahir dan batin, masyarakat yang adil dan makmur. Para pahlwan bangsa adalah pejuang yang mengantar bangsa ini menjadi bangsa terhormat dan disegani bangsa-bangsa lain di seluruh dunia.
Pahlawan atau anak bangsa yang pantas mendapat penghargaan adalah anak bangsa yang sanggup bukan saja menjadi kampiun untuk dirinya, tetapi adalah anak bangsa yang sanggup menciptakan “Super Tim” yang dengan kebersamaan, persatuan dan kesatuan secara gotong royong mengantar anak bangsa lainnya, utamanya yang ketinggalan dalam pembangunan, menjadi anak bangsa yang cerdas, sehat dan mampu mandiri. Proses mengantar pembangunan itu akan mengarah pada upaya dalam bidang agama, budaya, pendidikan dan kesehatan, dan kemampuan ekonomi yang mengangkat keluarga, masyarakat dan bangsanya ke posisi yang terhormat. Pembangunan budaya akan mengarah pada dukungan munculnya manusia-manusia entrepreneur yang sanggup mengembangkan Super Tim sebagai kekuatan masyarakat Indonesia yang gotong royong untuk membangun bangsa, negara dan masyarakatnya. Kebersamaan dalam Super Tim akan mengalahkan gagasan masyarakat barat yang biasanya selalu ingin menciptakan Super Man, Super Hero, Tarzan, Rambo, atau karakter-karakter lain yang selalu menang.
Pahlawan-pahlawan bangsa kita adalah seorang Kartini yang tidak menjadikan dirinya seorang Super Lady, tetapi sangat peduli terhadap sesamanya serta berjuang untuk orang banyak. Pahlawan Indonesia adalah Ki Hadjar Dewantoro yang berjuang bukan atas namanya sendiri tetapi mengembangkan pendidikan agar bisa mengantar anak bangsa sebanyak-banyaknya untuk menjadi anak bangsa yang cerdas dan mandiri. Pahlawan bangsa adalah Pangeran Diponegoro yang berjuang agar hak-hak azasi tidak dilanggar dan dibiarkan terhina, siapapun orangnya.
Pahlawan masa depan adalah pahlawan dalam suasana damai yang mengembangkan gagasan dan bekerja keras bukan karena dia seorang Superman atau seorang Rambo, tetapi seseorang yang sanggup membangun kebersamaan, persatuan dan kesatuan yang mengantar anak bangsa yang tertinggal untuk bangkit dan menjadi anak bangsa yang tegar, percaya diri, cerdas, mandiri, peduli terhadap sesamanya serta sangat menghargai budaya bangsa berbudi pekerti luhur. Pahlawan bangsa di masa depan adalah seorang anak bangsa yang sanggup ikut serta membangun perdamaian dunia melalui kerjasama internasional yang terhormat karena didukung falsafah Pancasila yang sarat kebersamaan, gotong royong dan peduli terhadap kesejahteraan bersama. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Umum DNIKS).

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
MELUNCURKAN GERAKAN PEMBANGUNAN BUDAYA HIDUP SEHAT
KEBUN BERGIZI MEMBAWA REJEKI
DNIKS SIAP MEMBANGUN MASA DEPAN SEJAHTERA
Kemesraan Yang Membawa Manfaat
Pulang Kampung Membangun Keluarga