|
[Nusantara] SUJIWO TEJO Bilangan Cinta
CINTA sepertinya sangat mempengaruhi dalang wayang, Sujiwo Tejo, 47. Saat jumpa pers peluncuran Dongeng Cinta Kontemporer II di bilangan kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (6/11), seniman eksentrik ini banyak menyebut kata cinta.
Kalau dalam limu matematika kita sering dengar bilangan kompleks, bilangan imajiner, atau bilangan prima, maka saya ingin menambahkan bilangan cinta. Bilangan cinta itu kalau dibagi berapapun akan utuh, ujar Sujiwo.
Saat itu pria yang mempunyai nama asli Agus Hadi Sudjiwo ini mengenakan stelan khasnya dengan peci dan sarung. Sambil duduk santai dengan mengangkat salah satu kakinya di kursi ia menjawab pertanyaan wartawan seputar cinta dengan kehidupan sosial masyarakat saat ini.
Kita terkadang hanya melihat dari luarnya saja. Bisa saja orang tampak cinta, padahal dendam. Namun juga bisa sebaliknya. Ini perlu, supaya kita tidak salah pilih pemimpin baik itu anggota DPR, KPK, dan yang lain, katanya.
Dari gambar atau fotonya saja kita bisa tahu pemimpin itu mencintai kita apa nggak. Kasta untuk DPR ya, harusnya yang mikirin rakyat, ujarnya lagi.
Selain masalah sosial-politik, menurut lelaki kelahiran Jember, Jawa Timur, 31 Agustus 1962 ini merasa prihatin karena saat ini banyak orang yang tidak cinta pada pekerjaannya. Kita tidak suka masuk kedokteran tapi kita masuk karena menghormati orangtua. Ini namanya tidak etis, ungkapnya.
Kalau sudah begini orang tidak lagi mencintai pekerjaannya. Harusnya setiap orang mencintai pekerjaannya. Kalau saya jadi seniman ya, harus mati di atas panggung, kata mantan wartawan ini.(pk-21)
|