Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 07 September 2010  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Julian Pasha Mulai Tugas Jubir Presiden
[Politik dan Keamanan]

Julian Pasha Mulai Tugas Jubir Presiden

Jakarta, Pelita
Sebanyak 10 orang staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mulai bekerja sejak kemarin, setelah keluarnya
Keppres pengangkatan mereka, termasuk Julian Adrian Pasha yang menjadi Juru Bicara Kepresiden Bidang Dalam Negeri yang menggantikan Andi Mallarangeng.
Dino Patti Djalal tetap pada posnya sebagai Jubir Kepresidenan Bidang Luar Negeri.
Informasi mengenai mulai bertugasnya sudah mulai bertugasnya para staf itu disampaikan sendiri Julian Adrian Pasha dalam jumpa pers pertama kalinya usai menghadiri acara pelantikan Pengurus Kwarnas Pramuka di Lapangan Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).
Dalam tanya jawab itu, Julian yang tampil kalem, rapi dengan kemeja putih lengan panjang, meskipun sedikit grogi. Beberapa kali dia tampak menyeka wajahnya. Berbeda dengan Jubir sebelumnya yang sudah menjadi Menegpora, Andi Mallarangeng yang berkumis dan terkesan lantang.
Hari ini (mulai bertugas), karena Keppres mulai hari ini (kemarin-Red) dikeluarkan. Pakta integritas sudah ditandatangani kemarin, katanya kepada wartawan.
Sikap hati-hati karena belum terbiasa itu semakin terlihat ketika kepada Julian dimintakan komentar mengenai perkembangan politik dan hukum terakhir ini. Dia tampak melempar kembali pertanyaan kepada wartawan dan berulang kali menyebut kalimat Saya akan berkomunikasi lagi dengan Presiden mengenai hal itu.
Ia menjelaskan, mendapat tugas dari Presiden untuk menyampaikan kebijakan Presiden atau pandangan Presiden dalam sejumlah hal. Jadi, tugas saya untuk menyampaikan pesan beliau, pikiran Presiden secara lebih tepat dan utuh, katanya.
Julian sebelumnya adalah Wakil Dekan FISIP Universitas Indonesia, doktor lulusan Hosei University, Jepang. Dia berasal dari Lampung.
Ia mengatakan, selain dirinya, Presiden juga sudah menetapkan sejumlah staf khusus, yaitu Dino Patti Djalal, Felix Wanggai, Daniel Sparingga, Jusuf Wangkar, Andi Arif, Denny Indrayana, Sardan Marbun, dan Heru Lelono.
Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik yang juga menjadi korban penculikan, Andi Arief, diangkat menjadi staf khusus bidang bantuan sosial dan bencana alam. Jusuf Wangkar diangkat sebagai staf khusus Presiden bidang keamanan. Sementara Daniel Sparringa mengisi staf khusus Presiden bidang politik.
Velix Wanggai diangkat menjadi staf khusus Presiden bidang otonomi daerah. Velix adalah Direktur Eksekutif The Institute for Regional Institutions and Networks (Irian Institute), sebuah LSM yang berkonsensi di berbagai persoalan di Papua.
Selanjutnya Kolonel CAJ Dr Ahmad Yani Basuki diangkat sebagai staf khusus Presiden bidang informasi dan komunikasi. Perwira Menengah TNI AD penyandang gelar doktor sosiologi ini memang telah lama berkecimpung di bidang komunikasi massa. Selama berdinas di TNI AD dia pernah menjabat sebagai Kadispenum Puspen TNI.
Sementara wajah lama yang kembali menjadi staf khusus Presiden adalah Denny Indrayana, Dino Patti Djalal, Sardan Marbun, dan Heru Lelono. Denny tetap di posisi staf khusus bidang hukum. Sedangkan Sardan Marbun menjadi staf khusus Presiden bidang sosial.
Julian mengatakan, satu posisi staf khusus yang belum terisi adalah untuk perubahan iklim. Staf khusus juga mengikuti uji kelayakan dan menandatangani pakta integritas.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis (19/11) menandatangani Keppres penunjukkan 10 staf khusus Presiden.
Keppres menetapkan 10 staf khusus Presiden, dengan komposisi empat orang lama dan enam orang baru yang akan membantu tugas-tugas Presiden.
Sebanyak 10 orang staf khusus baru itu telah menandatangani pakta integritas sebagai aturan yang melekat pada semua staf khusus dalam menjalankan tugasnya. (jon)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
KPK Didesak Tindaklanjuti Kasus Century
Golkar: Hak Angket Century Realitas Politik
Diah Anggraeni Ketum Korpri 2009-2014
Menneg-PAN: Penataan Kelembagaan Pemerintah Belum Maksimal
Pengamat: Harus Ada Kebijakan Strategis Penuhi Kebutuhan Listrik