|
[Politik dan Keamanan] Julian Pasha Mulai Tugas Jubir Presiden
Jakarta, Pelita
Sebanyak 10 orang staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mulai bekerja sejak kemarin, setelah keluarnya
Keppres pengangkatan mereka, termasuk Julian Adrian Pasha yang menjadi Juru Bicara Kepresiden Bidang Dalam Negeri yang menggantikan Andi Mallarangeng.
Dino Patti Djalal tetap pada posnya sebagai Jubir Kepresidenan Bidang Luar Negeri.
Informasi mengenai mulai bertugasnya sudah mulai bertugasnya para staf itu disampaikan sendiri Julian Adrian Pasha dalam jumpa pers pertama kalinya usai menghadiri acara pelantikan Pengurus Kwarnas Pramuka di Lapangan Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).
Dalam tanya jawab itu, Julian yang tampil kalem, rapi dengan kemeja putih lengan panjang, meskipun sedikit grogi. Beberapa kali dia tampak menyeka wajahnya. Berbeda dengan Jubir sebelumnya yang sudah menjadi Menegpora, Andi Mallarangeng yang berkumis dan terkesan lantang.
Hari ini (mulai bertugas), karena Keppres mulai hari ini (kemarin-Red) dikeluarkan. Pakta integritas sudah ditandatangani kemarin, katanya kepada wartawan.
Sikap hati-hati karena belum terbiasa itu semakin terlihat ketika kepada Julian dimintakan komentar mengenai perkembangan politik dan hukum terakhir ini. Dia tampak melempar kembali pertanyaan kepada wartawan dan berulang kali menyebut kalimat Saya akan berkomunikasi lagi dengan Presiden mengenai hal itu.
Ia menjelaskan, mendapat tugas dari Presiden untuk menyampaikan kebijakan Presiden atau pandangan Presiden dalam sejumlah hal. Jadi, tugas saya untuk menyampaikan pesan beliau, pikiran Presiden secara lebih tepat dan utuh, katanya.
Julian sebelumnya adalah Wakil Dekan FISIP Universitas Indonesia, doktor lulusan Hosei University, Jepang. Dia berasal dari Lampung.
Ia mengatakan, selain dirinya, Presiden juga sudah menetapkan sejumlah staf khusus, yaitu Dino Patti Djalal, Felix Wanggai, Daniel Sparingga, Jusuf Wangkar, Andi Arif, Denny Indrayana, Sardan Marbun, dan Heru Lelono.
Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik yang juga menjadi korban penculikan, Andi Arief, diangkat menjadi staf khusus bidang bantuan sosial dan bencana alam. Jusuf Wangkar diangkat sebagai staf khusus Presiden bidang keamanan. Sementara Daniel Sparringa mengisi staf khusus Presiden bidang politik.
Velix Wanggai diangkat menjadi staf khusus Presiden bidang otonomi daerah. Velix adalah Direktur Eksekutif The Institute for Regional Institutions and Networks (Irian Institute), sebuah LSM yang berkonsensi di berbagai persoalan di Papua.
Selanjutnya Kolonel CAJ Dr Ahmad Yani Basuki diangkat sebagai staf khusus Presiden bidang informasi dan komunikasi. Perwira Menengah TNI AD penyandang gelar doktor sosiologi ini memang telah lama berkecimpung di bidang komunikasi massa. Selama berdinas di TNI AD dia pernah menjabat sebagai Kadispenum Puspen TNI.
Sementara wajah lama yang kembali menjadi staf khusus Presiden adalah Denny Indrayana, Dino Patti Djalal, Sardan Marbun, dan Heru Lelono. Denny tetap di posisi staf khusus bidang hukum. Sedangkan Sardan Marbun menjadi staf khusus Presiden bidang sosial.
Julian mengatakan, satu posisi staf khusus yang belum terisi adalah untuk perubahan iklim. Staf khusus juga mengikuti uji kelayakan dan menandatangani pakta integritas.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis (19/11) menandatangani Keppres penunjukkan 10 staf khusus Presiden.
Keppres menetapkan 10 staf khusus Presiden, dengan komposisi empat orang lama dan enam orang baru yang akan membantu tugas-tugas Presiden.
Sebanyak 10 orang staf khusus baru itu telah menandatangani pakta integritas sebagai aturan yang melekat pada semua staf khusus dalam menjalankan tugasnya. (jon)
|