Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 23 Juli 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Penyelenggarakan Pendidikan Hanya Mengejar Keuntungan
[Agama dan Pendidikan]

Penyelenggarakan Pendidikan Hanya Mengejar Keuntungan

Jakarta, Pelita
Bisnis pendidikan merupakan industri yang paling tidak bertanggungjawab. Buktinya banyak penyelenggara pendidikan tapi tidak menghasilkan SDM yang berkualitas, tidak menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai. Sementara itu penyelenggara pendidikan mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari para peserta didiknya.
Menyelenggarakan pendidikan merupakan industri yang paling tidak bertanggungjawab dan menyedot keuntungan yang tidak sedikit. Sedangkan konsumennya senang saja ditipu, kata Ketua Umum Muri Jaya Suprana pada saat menyerahkan Rekor Muri kepada LP3i sebagai Pelopor pendidikan dan penempatan kerja (Link and Match) di acara Rakernas LP3I di Jakarta, Senin (23/11).
Jaya Suprana mengatakan menyelenggarakan bisnis di dunia pendidikan sebenarnya boleh saja, asalkan diiringi dengan tanggungjawab. Dimana para lulusannya disediakan lapangan pekerjaan atau dicarikan kerja. Seperti halnya LP3i di dalam menyelenggarakan pendidikan pihaknya tidak membiarkan lulusannya begitu saja, tapi para lulusannya diusahakan untuk dapat bekerja.
Saya lihat LP3i telah lakukan pendidikan yang bertanggungjawab, dimana kelulusannya diupayakan untuk bekerja. Untuk itu saya berikan Rekor Muri kepada LP3i diman rekor kali ini bukan untuk yang terbesar, terkecil, terpanjang, terpendek tapi rekor kali ini, merupakan rekor kualitas, dimana LP3i sebagai pelopor pendidikan yang Link and Match,jelasnya.
Di sisi lain President Direktur Isral Nurdin merasa bangga LP3i mendapatkan Rekor Muri, dikatakan olehnya pihaknya dalam menyelenggarakan pendidikan, bukan semata-mata hanya mengambil keuntungan, tapi lebih pada meningkatkan kualitas SDM di Tanah Air.
Kelulusan kita diupayakan untuk langsung bekerja, oleh sebab itu kita dibilang penyelenggara pendidikan yang Link and Match,jelasnya.
Selain itu LP3i sendiri sudah 20 tahun berdiri dengan 116 cabang di Tanah Air dan selama itu setiap tahunnya, sebanyak 70 s/d 80 persen kelulusannya terserap di dunia kerja. Hal itu bisa terjadi dikarenakan LP3i melakukan kerjasama dengan berbagai industri baik yang di kota maupun yang di daerah. (mth)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Masih Ada 16 Jamaah Non Kuota Terlantar di KAA
Petugas PPIH Jeddah Diharap Beri Layanan Maksimal
Untuk Tingkatkan Pendidikan Keagamaan
Kontrak Perumahan Jangka Panjang di Makkah tidak Dibenarkan
Tingkatkan Pendidikan Melalui ICT