Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 21 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Gereja Eklesia Puruk Cahu Diresmikan
[Nusantara]

Gereja Eklesia Puruk Cahu Diresmikan

Puruk Cahu, Pelita
Bupati Murung Raya (Mura) Ir Willy M Yoseph MM Minggu (29/11) meresmikan dan sekaligus Pentahbisan penggunaan gedung Gereja GKE Eklesia yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman Puruk Cahu Kecamatan Murung.
Acara peresmian rumah ibadah bagi umat kristiani tersebut dihadiri juga Wakil Bupati (Wabup) Mura Drs H Nuryakin MSi, Ketua PKK Mura, Netty Willy M Yoseph, unsur Muspida, Sekretaris Daerah (Sekda), sejumlah Kepala SKPD, dan tokoh masyarakat Puruk Cahu.
Acara peresmian Gereja bagi umat Kristiani tersebut berlangsung lancer dan khidmat yang ditandai dengan melepaskan sejumlah burung Merpati yang sekalgus melakukan pembukaan selubung papan nama Gereja Eklesia oleh Bupati Mura.
Kemudian dilanjutkan dengan acara penggutingan pita oleh Ketua PKK Mura, Netty Willy M Yoseph dan sekaligus meninjau serta melaksanakan ibadah, yaitu kebaktian pentahbisan gedung Gereja Eklesia.
Berdasarkan laporan Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Likon SH, MM menyebutkan, pembangunan Gereja Eklesia dilaksanakan dengan sumber dana dari sumbangan para jemaat serta bantuan yang dikucurkan pemerintah Kabupaten Mura melalui APBD.
Disebutkan, biaya pembangunan gereja yang berada di atas lahan hampir setengah hektar, menelan biaya Rp3.457.462.620, dari dana tersebut sebagian besar merupakan bantuan Pemerintah bersumber dari APBD Tahun 2008 hingga 2009, dengan rincian Rp2.300.000, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura dan bantuan dari Majelis jemaat GKE Eklesia sebesar Rp44.435.000 dan sisanya dari sumbangan dan bantuan warga jemaat termasuk para donatur baik berupa barang maupun uang sebesar Rp1.113.027.620.
Bupati Mura dalam sambutannya mengatakan, dengan telah diresmikannya pembangunan gereja tersebut, bagi umat Kristiani diharapkan dapat dijadikan sebagai pertanda dan bukti bahwa pembangunan gereja nantinya dapat dijadikan sebagai tempat melaksanakan aktivitas keagamaan bagi umat kristiani dan khususnya para jemaat GKE Eklesia yang ada di bumi Tana Malai Tolung Lingu.
Pemerintah Daerah telah mengalokasikan dana untuk pembangunan gereja dan juga mengalokasikan dana untuk pembangunan Gereja Hosana Puruk Cahu, pembangunan Masjid Agung yang saat ini sedang dalam proses pelaksanaan lanjutan pembangunan, termasuk juga bantuan untuk pembangunan balai basarah bagi umat Hindu Kaharingan dan beberapa rumah ibadah lainnya yang ada di Mura.
Selain itu, pemerintah juga membantu sarana penerangan rumah ibadah terutama yang berada di pedesaan yang belum terjangkau listrik dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pada tahun 2008 hingga 2009 telah disalurkan sebanyak 223 unit PLTS.
Sebanyak 89 PLTS untuk masjid, langgar, dan yayasan pendidikan, gereja sebanyak 108 unit PLTS dan 26 unit untuk Balai Basarah, bantuan dan penyalurah untuk rumah ibadah tetap akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2010, hal tersebut dilaku kan kata bupati agar kegiatan keagamaan bisa dilaksanakan pada malam hari walaupun distribusi lampu listrik yang saat ini masih belum normal. (uzi)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Eksekutor Nasrudin Dituntut Seumur Hidup
Pengguna Narkoba Rentan HIV/AIDS
Bupati di Kalteng Diminta Kompak Soal TGHK
PNS Jangan Minta Dilayani
Ribuan Hektar Tanaman Padi di Banten Gagal Panen