Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 03 September 2010  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Federasi Timur Raya Dideklarasikan
[Politik dan Keamanan]

Federasi Timur Raya Dideklarasikan

Jakarta, Pelita
Sejumlah akademisi dan aktivis dari berbagai latar mendeklarasikan Federasi Timur Raya (FTR) dan mendesak semua komponen serta elemen masyarakat agar segera meluruskan kembali Visi Negara Bangsa yang lebih berkeadilan, sehat sekaligus tidak diskriminatif.
Forum ini digelar oleh Federasi Timur Raya (FTR) dengan tajuk Tata Ulang NKRI - Upaya Merumuskan Kembali Visi Negara Bangsa di Taman Ismail Marzuki (TIM) hari ini (Minggu-Red), kata Ketua FTR Faisal Assagaf di Jakarta, Minggu (27/12) pagi.
Para akademisi dan aktivis yang telah menyatakan siap tampil dalam forum itu, antara lain Dr Marwah Daud, Dr Boni Hargens, Haries Rusli Moti, Zainal Bintang, dan Ali Mocthar Ngabalin.
Federasi Timur Raya didirikan oleh para aktivis, akademisi, rohaniwan, seniman, profesional dan politisi asal Indonesia Timur.
Pada acara ini diharapkan memunculkan kesepakatan baru untuk merumuskan kembali paradigma pembangunan yang selama ini benar-benar sangat sentralistik, di mana daerah-daerah, terutama di kawasan timur NKRI, tandasnya.
Ia menilai kekuatan kolaborasi kaum elite birokrat, politisi papan atas, juga penguasa dan pengusaha antek neo kolonialisme-kapitalisme-imperialisme (Nekolim) berpotensi menghancurkan Indonesia.
Perubahan paradigma pembangunan harus terjadi, jika kita tidak inginkan NKRI ini hancur luluh berantakan, tandas Faisal Assagaf. (jon)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Panitia Angket Periksa Saksi Kunci Januari
Ayu Azhari Undang Kontroversi, Emilia Contessa Gagal
Gurita Cikeas Mendapat Reaksi Cepat Presiden
Bawaslu Bantah Langgar Surat Edaran Bersama KPU
Tak Mungkin Berakhir Happy Ending