Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 31 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Intai Amfibi Marinir Gelar Latihan Rubber Duck
[Derap TNI-POLRI]

Sertijab Komandan
Denjaka Korps Marinir
Intai Amfibi Marinir Gelar Latihan Rubber Duck

Jakarta, Pelita
Bertempat di Mako Detasemen Jalamangkara, Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta, Rabu (30/12) dilaksanakan Sertijab Komandan Denjaka dari Letkol Marinir Widodo kepada Letkol Laut (E) Yudi Bramatyo NS. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M Alfan Baharudin, tulis Dispen Kormar dalam siaran persnya.
Pasukan upacara terdiri dari satu kompi Pasukan Denjaka, satu kompi Pasukan Kopaska Armabar, dan satu kompi Pasukan Intai Amfibi Korps Marinir, yang melatarbelakangi pasukan upacra adalah material tempur Denjaka.
Sebagai komando pelaksana Korps Marinir yang berkedudukan langsung di bawah Dankormar, Denjaka mempunyai tugas pokok membina kekuatan dan kemampuan kesatuannya guna melaksanakan operasi antiteror, antisabotase, dan operasi klandestin yang beraspek laut maupun operasi-operasi khusus lainnya sesuai kebijakan Panglima TNI. Dengan tugas yang demikian berat, eksistensi Detasemen Jalamangkara akan semakin sangat dibutuhkan oleh bangsa ini. Denjaka akan terus dituntut mampu menjawab tantangan dengan responsif, cepat, dan dengan tingkat kesiapan penuh.
Keberadaan Denjaka diharapkan mampu menjawab segala permasalahan dan terorisme yang saat ini telah menjadi ancaman faktual. Teror telah terjadi di berbagai lini kehidupan. Teror yang terjadi berkali-kali telah pula mengubah karakter bangsa dan secara perlahan telah melemahkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. TNI AL dituntut memiliki ketajaman mengindera pergerakan teroris dengan segala bentuk dan polanya. Oleh karena itu, prajurit-prajurit yang memiliki kemampuan khusus, prajurit yang memiliki naluri tajam dalam mengendus aksi-aksi teror, seperti prajurit Detasemen Jalamangkara, harus dibina dengan konsep yang matang.
Rubber Duck
Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir menggelar Latihan PRCPB (Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana) dengan teknik Rubber Duck, di pantai Marina Ancol, Jakarta Utara, Selasa (29/12). Latihan tersebut diikuti oleh personel gabungan dari Yontaifib 1 Marinir yang bermarkas di Karangpilang Surabaya dan Yontaifib 2 Marinir yang bermarkas di Cilandak, Jakarta.
Teknik Rubber Duck merupakan suatu jenis latihan yang berisiko tinggi yang sering dilakukan oleh anggota Pasukan Intai Ampibi Korps Marinir, diawali dengan menerjunkan perahu karet dari udara yang dikaitkan pada parasut selanjutnya para peterjun dengan teknik free fall menyusul mengejar arah jatuhnya perahu karet. Sebelum Rubber Duck diluncurkan dari pesawat terlebih dahulu diperhitungkan faktor ketinggian, arah, dan kecepatan angin agar proses penerjunan berlangsung sempurna dan pendaratan tertuju pada lokasi yang telah direncanakan sebelumnya.
Suasana di pantai Marina Ancol meski sedikit terselimuti awan, pagi itu tetap terlihat ramai dipadati pengunjung. Dua buah pesawat udara jenis Hercules C-130 TNI-AU yang membawa para peterjun beserta material Rubber Duck terbang dari arah timur.
Sesaat kemudian terlihat perahu karet keluar dari bagian belakang Hercules dengan teknik Rubber Duck beserta delapan peterjun free fall, setiap perahu karet diawaki empat peterjun.
Para peterjun dari Yontaifib 2 Marinir dipimpin langsung oleh Komandan Batalyonnya, Letkol Marinir Supriyono yang merupakan alumnus AAL Angkatan 38 tahun 1992; disusul para peterjun dari Yontaifib 2 Marinir yang juga dipimpin langsung oleh Komandan Batalyonnya, Letkol Marinir Feryanto Marpaung yang merupakan alumnus AAL Angkatan 39 tahun 1993.
Pada ketinggian 3.000 feet di udara tampak melayang-layang empat unit perahu karet diikuti para peterjun yang telah exit dari pesawat Hercules C-130 TNI AU, dengan penuh sigap dan terampil para peterjun berusaha mengejar parasut yang mengangkut perahu karet dengan teknik memutar atau biasa disebut ngebor bertujuan agar para peterjun secara cepat dapat mendekati perahu karet, selanjutnya mendarat di permukaan air laut.
Setelah mendarat, seluruh peterjun secepatnya berenang ke arah perahu karetnya masing-masing untuk selanjutnya melaksanakan tugas sesuai perintah dari komando atas.
Gelar Latihan Rubber Duck Operation ini disaksikan langsung oleh Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) M Alfan Baharudin, para pejabat teras Korps Marinir dan beberapa undangan dari Mabesal.(be)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Tim Paduan Suara Koopsau II Tampil pada Perayaan Natal
Pangdam Menerima Satgas Yon Mekanis
Komandan Kumpulkan 379 Perwira
Tiga Jabatan Diserahterimakan
Kejuaraan Aeromodeling Junior Perebutkan Piala KONI Surabaya