Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 20 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
PT Jasa Marga Diminta Tuntaskan Pembebasan Lahan
[Ekonomi dan Keuangan]

PT Jasa Marga Diminta Tuntaskan Pembebasan Lahan

MENTERI Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meminta Dirut PT Jasa Marga, Frans S Sunito, merundingkan lagi dengan Pemkab Bekasi, soal sulitnya pembebasan lahan untuk Jalan Tol Cibitung-Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Saya sering digertak pengusaha bahwa jika jalan tol tak diselesaikan, pengusaha akan hengkang ke luar negeri, tapi saya tak percaya, kata Djoko Kirmanto, usai melakukan penghutanan Jalan Tol Jakarta-Cikampek, kemarin.
Hadir dalam acara itu Wamen PU Hermanto Dardak, Sekjen Kementerian PU Agoes Widjanarko, Dirut PT Jasa Marga Frans S Sunito, Wabub Bekasi, Darip M Mulyana, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dijelaskannya, perusahaan mengirimkan barang ke Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 15.000 kontainer/hari. Jika jalur ini padat dan macet, bisa menimbulkan kerugian bagi pengusaha.
Karena itu, realisasi pembangunan Jalan Tol Cikarang-Tanjung Priok sangat ditunggu masyarakat. Kalau kegiatan itu untuk rakyat, mari kita segera selesaikan, ujarnya.
Selama ini pembangunan jalan tol terhambat adanya pembebasan lahan. Karenanya, Dirut PT Jasa Marga kembali melakukan koordinasi dengan Pemkab Bekasi untuk menuntaskan persoalan ini.
Mengenai penanaman pohon, Djoko Kirmanto menjelaskan kegiatan ini untuk mewujudkan lingkungan harmonis serta menjaga lahan di sekitar jalan tol agar tetap hijau. Istilah yang digunakan Jasa Marga adalah penghutanan untuk menciptakan suasana rimbun pepohonan di sepanjang jalan tol.
Penanaman pohon sangat diperlukan sebagai upaya melakukan adaptasi dan mitigasi dalam penanganan perubahan iklim. Teknologi baru telah diciptakan untuk dapat mengurangi pembuangan emisi gas ke udara.
Yang paling mudah dilakukan adalah melakukan tanam pohon. Sehingga emisi gas kendaraan dapat diserap oleh pohon-pohon yang berada di sekitar jalan tol, kata Djoko Kirmnato.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Frans S Sunito mengatakan, setiap tahunnya lebih dari 250.000 pohon ditanam di sekitar jalan tol yang dikelola pihaknya.
Saat ini di sekitar jalan tol Jagorawi sudah terlihat hijau dengan sering dilaksanakannya penanaman pohon. Sedangkan untuk sekitar jalan tol Jakarta-Cikampek akan terus dilakukan penghijauan dengan dilakukannya kegiatan penanaman pohon seperti di KM 21.
Penghijauan identik dengan oksigen (udara bersih). Setiap batang pohon adalah sumber penghasil oksigen (O2) sebesar 1,4 kg/hari yang dibutuhkan 2-3 orang. Satu hektar pohon mampu menyerap air tanah sebanyak 900 m3 per tahun atau setara untuk memenuhi kebutuhan air sebanyak 30 orang.
Dalam melaksanakan penanaman pohon di jalan tol, Jasa Marga bekerjasama dengan Universitas Indonesia, Salma ITB, BUMN se-Jawa Barat, Alumni ITB dan instansi kemasyarakatan lainnya.
Jenis pohon yang ditanam disesuaikan dengan kondisi lahan di sekitar jalan tol dan bertahan hidup di musim kemarau. Untuk ruas Jakarta-Cikampek KM 21, jenis pohon yang ditanam antara lain Pohon Trembesi, Pohon Jatimas, Pohon Sawo Kecik, Pohon Cemara, Pohon Mahoni, Pohon Beringin dan Pohon Akasia.(oto)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Jembatan Pusjatan Palibaja Mampu Tingkatkan Perekonomian
Wadirut PT Askes Raih Best CIO
Ekonom: Waspadai Hot Money
Benahi Perbankan, BI Segera Luncurkan Empat Kebijakan
PT Jamsostek Khawatir Dampak ACFTA Berujung PHK