Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 26 Nopember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Kunjungan Obama Dituda, TNI/Polri Gelar Labgab Antiteror
[Hallo Bogor]

Kunjungan Obama Dituda, TNI/Polri Gelar Labgab Antiteror

Bogor, Pelita
Meski Presiden Amerika Serikat Barack Obama menunda kunjungannya ke Indonesia, namun tim gabungan TNI Kodam III Siliwangi dan Polda Jawa Barat tetap menggelar latihan antiteror di Gedung Sentul International Convention Centre (SICC) Kecamatan Babakanamadang, Kabupaten Bogor, Sabtu, kemarin.
Latihan Gabungan (Latgab) TNI/Polri penanggulangan aksi teror. Latgab disaksikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Timur Pradopo dan Panglima Kodam (Pangdam) III Siliwangi Mayjen Pramono Edi Wibowo serta jajaran pejabat TNI/Polri.
Pangdam III Siliwangi Mayjen Pramono Edi Wibowo kepada wartawan mengatakan, latgab tersebut merupakan agenda rutin antara TNI dan Polri. Ini sebagai bentuk kesiapan TNI dan Polri dalam menghadapi gangguan teror dan menjaga keamanan. Seperti yang sudah dilakukan di Jakarta, maka kami juga melaksanakan di daerah, ujar Mayjen Edi. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, imbuhnya.
Saat ditanya apakah kegiatan tersebut terkait kedatangan Obama, Edi tidak memberi jawaban pasti. Adik dari ibu negara Ani Yudhoyono itu mengaku bukan karena kedatangan siapa. Menurutnya siapapun yang datang ke wilayah Jawa Barat, pihaknya siap melakukan pengamanan bersama dengan polisi. Siapapun yang datang harus mendapat pengamanan dan kami siap, akunya.
Dalam simulasi itu enam teroris tewas setelah baku tembak dengan petugas gabungan, TNI dan Polri di Gedung (SICC). 10 teroris berpura-pura sebagai satpam dan cleaning service tiba-tiba menembakan senjata api. Dan tiba-tiba terdengar suara tembakan, kontan membuat para pejabat yang sedang menggelar rapat di lokasi tersebut terkejut.
Mereka kemudian menyandera pejabat dan tamu VVIV di gedung tersebut. Tak lama kemudian polisi tiba di lokasi. Kepala Kepolisian Resort (Polres) Bogor AKBP Tomex Korniawan yang bertindak sebagai manager Tempat Kejadian Perkara (TKP) segera mengatur strategi penanganan dan pengamanan aksi terorisme tersebut.
Setelah mendekat ke gedung SICC, Kapolres segera berkoordinasi dengan Kapolda untuk melakukan tindak kepolisian. Seorang negosiator pun diutus Kapolres untuk membaca situasi di dalam gedung SICC dan mendengarkan tuntutan para pelaku terorisme.
Setelah berhasil masuk ke gedung SICC, negosiator melaporkan jika pelaku terorisme meminta pihak kepolisian untuk membebaskan tiga tahanan di Nusa Kambangan, aliran dana sebesar Rp25 miliar serta menyiapkan helikopter. Mendengar tiga tuntutan itu, Kapolres kembali berkoordinasi dengan Kapolda untuk meminta arahan pasukan untuk mengamankan dan menyelamatkan para korban dari aksi teror tersebut.
Tak lama, negosiasi kedua kembali dilakukan oleh negosiator. Itu pun berdasarkan instruksi Kapolres. Tapi, sang negosiator ditembak pelaku terorisme di bahu sebelah kirinya karena dianggap mengulur-ulur waktu. Suara tembakan pun terdengar berkali-kali dan menggema di gedung SICC.
Pasukan untuk mengamankan aksi terorisme pun ditambah dari anggota TNI, termasuk Densus 88 dan Gultor (penanggulangan teror). Beberapa didatangkan dari udara dengan menggunakan dua helikopter.
Berdasarkan arahan Kapolres, pasukan Densus 88 dan Gultor melakukan penyergapan dan terjadilah saling menembak dengan para pelaku terorisme.
Akhirnya, 6 pelaku terorisme berhasil dilumpuhkan, sementara 4 orang lain diamankan pihak kepolisian. Pejabat Pemkab Bogor pun berhasil diamankan, meski salah satu sandera tewas di lokasi. Sorak sorai dan tepuk tangan pun diberikan warga yang melihat keberhasilan penanganan terorisme tersebut.
Dalam skenario, satu orang sandera meninggal dunia, tiga orang luka-luka dan tujuh orang bisa diselamatkan, ujar Kapolres seusai simulasi.
Latgab tersebut melibatkan 510 personel gabungan terdiri dari 298 polisi Polda Jawa Barat, Densus 88, Polwil Bogor serta Polres Bogor dan 212 anggota TNI.
Kelelahan setelah menangkap tersangka teroris yang menyandera sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, seorang anggota Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88, jatuh pingsan. Anggota Densus yang belum diketahui namanya tersebut, jatuh pingsan sesaat setelah Panglima Kodam (Pangdam) III Siliwangi Mayjen Pramono Edi Wibowo mengakhiri simulasi penanganan teroris di Gedung Sentul International Convention Center (SICC) Desa Cipambuan Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor, kemarin. (ugi)


 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Unjuk Rasa di PWI Diduga Didanai
Sejumlah Tokoh Dapat PWI Award
Hasil Pemeriksaan Kasus TPA Galuga Segera Diumumkan
Disdik Sebaiknya Tidak Mengurusi Proyek Fisik
Kades Diadukan ke Bupati