Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 02 September 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Pesantren Babussalam Dago, Bandung, Jawa Barat
[Agama dan Pendidikan]

Pesantren Babussalam Dago, Bandung, Jawa Barat
Mewujudkan Pemahaman Keagamaan Berbasis Lintas Mazhab

KETIKA matahari mulai muncul di sebelah timur, para santri dan santriwati yang berjumlah 600 orang berkumpul di pelataran Pondok Pesantren Babussalam, Bandung, Jawa Barat. Mereka berbaris dan mengelompok secara terpisah. Santri di sebelah kanan dan santriwati di sebelah kiri. Tujuannya adalah untuk mendengarkan kultum berbahasa Arab dan bahasa Inggris.
Memang, di Pesantren Babussalam ini, setiap pagi selalu dilakukan kultum bahasa Arab dan bahasa Inggris. Ini ditekankan agar mereka terbiasa dengan bahasa asing dan ini merupakan ciri khas pondok pesantren ini, ucap H Muhammad Eko, Kepala Bidang Cabang Pesantren Babussalam Bandung.
Sesuai dengan misinya bahwa pimpinan pesantren ini ingin mewujudkan pemahaman keagamaan yang berbasis lintas mazhab; mewujudkan pendidikan akademik yang terintegrasi al-Quran dan iptek; mewujudkan sumber daya mansuia (SDM) profesional yang memiliki skill yang andal dan berakhlakul karimah; mewujudkan sistem manajemen sekolah yang Islami, efektif, efisien, dan terbuka; dan mewujudkan lulusan yang menguasai ulumul Quran.
Yang dimaksud dengan pemahaman keagamaan berbasis lintas mazhab, menurut Eko, semua mazhab yang ada menjadi pedoman, seperti mazhab Hanafi, mazhab Maliki, mazhab Syafii, mazhab Hambali, dan mazhab Imam Jafar. Contoh yang mudah adalah ketika shalat Subuh, seorang imam boleh memakai qunut atau pun tidak, tergantung mazhab yang diikutinya. Di sini bebas. Itulah yang kami maksudkan berbasis lintas mazhab.
Para kiai, ustadz, dan ustadzah di pondok pesantren ini bertugas hanya membina, membimbing, dan mengarahkan anak didik secara optimal. Di sini kami membina, membimbing, dan mengarahkan peserta didik secara optimal, agar siswa menjadi manusia yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara, kata Pimpinan Pesantren Babussalam Ciburial Dago Bandung, Jawa Barat, KH Drs Muchtar Adam.
Pondok Pesantren Babussalam Dago Bandung kini memiliki tujuh cabang pesantren yang berlokasi di berbagai daerah, seperti Pontren Babussalam di Aceh Barat; di Aceh Besar; di Solok Selatan Sumatera Barat; di Wakatobi Sulawesi Tenggara; di Selayar Sulawesi Selatan; di Alor Nusa Tenggara Timur; dan di Pasir Muncang Bandung Barat. Menurut H Eko, santri Pondok Pesantren Babussalam secara keseluruhan berjumlah 3.000 orang.
Program unggulan
PONDOK Pesantren Babussalam berlokasi di Ciburial Indah, Cimenyan, Dago Atas, Bandung, Jawa Barat; sekitar 5 kilometer dari kota Bandung. Pesantren ini berdiri lantaran keprihatinan KH Drs Muchtar Adam yang melihat banyak anak bangsa yang masih belum mengenyam pendidikan secara baik. Untuk itu, pada 18 Januari 1981 atau bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1401 H dibentuk Yayasan Babussalam yang kini berubah menjadi Yayasan Babussalam Bandung. Yayasan ini menaungi Pesantren al-Quran Babussalam melalui pendidikan, pelatihan, dan dakwah dalam rangka membangun manusia seutuhnya.
Ada program unggulan yang menjadi andalan di Pondok Pesantren Babussalam adalah di bidang al-Quran meliputi tahsunul qiroah, kitabah (khat kaligrafi, tahfidz tarjim, khitobah, tafsir, dan tafhim; kejian secara integral science dan al-Quran; kajian perbandingan lintas mazhab baik tafsir, fiqh, dan wawasan Islam; bahasa Arab dan bahasa Inggris; life skill (nasyid, bela diri, angklung, seni lukis kaligrafi, dan komputer); mubaligh hijrah (tebar mubaligh siap guna ke daerah terpencil dan daerah binaan Babussalam).
Santri Boarding School dalam kesehariannya harus mengikuti aturan pesantren. Pukul 04.00 WIB santri harus sudah bangun bersiap-siap untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah yang dilanjutkan kuliah subuh atau ceramah umum.
Setelah sarapan pagi, para santri belajar di sekolah sampai pukul 11.45 WIB. Kemudian mereka shalat Zhuhur dan makan siang. Kemudian masuk lagi ke sekolah hingga pukul 15.20 WIB. Sebelum Maghrib, para santri dan santriwati melakukan olahraga dan life skill di asrama. Shalat Maghrib dan Isya dilakukan secara berjamaah dilanjutkan zikir dan qiroah. Bada Isya para santri belajar bahasa Arab dibimbing pembina asrama dan belajar mempersiapkan belajar untuk esok hari. Untuk pelajaran esok hari pun dibawah bimbingan pembina asrama, kata H Eep Subakti, Bendahara Yayasan Pondok Pesantren Babussalam.
Babussalam memiliki tenaga pengajar yang kompeten di bidangnya, lulusan dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri dengan latar belakang pendidikan S-1, S-2, dan S-3 (UPI, Unpad, ITB, Unpas, Iran, Sudan, Mesir, dan lain-lain) serta pembina asrama lulusan Gontor dan pesantren lainnya di Indonesia yang paham di bidang bahasa Arab dan Inggris.
Untuk masuk menjadi santri di Pondok Pesantren Babussalam harus mengikuti tes kemampuan dasar, antara lain kemampuan tentang al-Quran meliputi tahsinul qiroah dan tahfidz; fiqih meliputi praktik wudhu dan shalat; pengetahuan agama meliputi bahasa Arab, akidah, dan wawasan keislaman; pengetahuan umum meliputi matematika, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan IPA; procotest; dan wawancara calon santri dan orangtua wali. Sedangkan sistem pembinaan meliputi SMP Plus boarding school dan SMA Plus boarding School. Di lembaga pendidikan ini juga ada SD Plus (untuk kelas 1-3 antar-jemput dan kelas 4-6 diasramakan) dan Taman Kanak-kanak (antar-jemput).
Siswa Pondok Pesantren Babussalam memiliki prestasi yang membanggakan, seperti Juara I dan II Islamic Speech Contes tingkat SMA se Jawa Barat dan DKI di SMU al-Azhar boarding School Lippo Cikarang, Bekasi; Juara I Tahfidzul Quran Tingkat SMP se Bandung raya; Juara II Dakwah tingkat SMP se Bandung Raya; Juara Cerdas Cermat tingkat SMA se Bandung Cimahi; Juara I dan II Nasyid tingkat umum se Bandung Raya; Juara II lomba futsal se Bandung Raya; Juara I lomba puisi tingkat SMU se-Bandung Raya; Juara I Debat tingkat SMA se Bandung Raya; Juara I dan II Imtaq tingkat SMA se Bandung Raya; dan juara Umum Wushu tingkat SMA se Jawa Barat.
Fasilitas yang disediakan di Pondok Pesantren Babussalam antara lain gedung pusat pendidikan yang memadai dan taman bermain; gedung laboratorium IPA; perpustakaan; dapur umum santri dan guru; sarana olahraga (beladiri, basket, voly ball, futsal, sepakbola, bulutangkis, dan basket, dan lain-lain); gedung asrama putra-putri disertai kamar pembina pada setiap kamar; masjid dan majelis taklim; dan sarana out bound dan mobil antar-jemput untuk TK dan SD.
Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menyesuaikan tercapainya efektivitas pendidikan, sesuai visi pondok pesantren, yakni unggul dalam pendidikan yang terintegrasi al-Quran dengan iptek melalui lintas mazhab, kata H Fajruddin Muchtar, Wakil Pimpinan Pesantren Babussalam. (sidik m nasir)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Pameran Potensi Umat, KUII ke-5
Panitia Berharap Kongres Lahirkan Keputusan Strategis
Terbuka Peluang Besar Bagi Entrepreneur Muslim
Kemendiknas Alokasikan Rp100 Miliar untuk Intervensi
CMS Balitbang Mempermudah Akses Sekolah