Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 21 Nopember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
ADB Ingatkan Potensi Gejolak Finansial di Asia
[Ekonomi dan Keuangan]

ADB Ingatkan Potensi Gejolak Finansial di Asia

BANK Pembangunan Asia (ADB) dalam laporannya yang dipublikasikan menjelaskan, pemerintah negara-negara Asia harus berjaga-jaga dan bersiap diri bila gejolak aliran modal masuk mengancam stabilitas pasar keuangan regional.
Laporan ADB, Selasa (18/5), menyebutkan, pasar modal di negara-negara yang berkembang di Asia telah mencatatkan keuntungan cepat seiring pemulihan ekonomi di kawasan yang cepat, sehingga menarik investasi secara masif dari luar negeri.
Dampak dari eskalasi masalah utang di Eropa mungkin telah dibatasi. Namun, perekonomian dan pasar menghadapi beberapa risiko dengan inflasi yang meningkat. Meski masih terkendali dan strategi jalan keluar dari paket stimulus ekonomi yang diluncurkan oleh berbagai negara sebelumnya.
Laporan tahunan ADB untuk penilaian kinerja dan prospek ekuitas, surat utang dan pasar uang di kawasan ini menyatakan, mengelola banyaknya aliran modal yang masuk ke kawasan ini merupakan tantangan utama.
Pasar Asia, menurut laporan tersebut, telah menerima banjir aliran dana dari investor asing. Karena tertarik oleh pemulihan ekonomi yang kuat di kawasan ini dari dampak krisis global, serta meningkatnya risiko dan keuntungan rendah pada aset-aset di negara maju.
Ekuitas di negara berkembang di Asia menghasilkan keuntungan 73 persen dalam dolar AS pada 2009. Sementara penerbitan obligasi mata uang lokal mencapai 3,69 triliun dolar AS, 41,4 persen lebih tinggi dibandingkan pada 2008. Investasi besar dan kuat dari luar negeri telah menempatkan tekanan yang signifikan terhadap mata uang di kawasan itu.
Sementara arus modal masuk disambut dengan baik, lonjakan arus masuk modal dalam jangka pendek berpotensi bisa menjadikan negara-negara ini rentan terhadap pembalikan tiba-tiba dalam investasi portofolio dan pergerakan mata uang yang tajam, kata Senior Direktur ADB Kantor Daerah Integrasi Ekonomi yang menyiapkan laporan, Srinivasa Madhur, seperti diberitakan Antara.
Ia menambahkan, lebih luas lagi, wilayah ini memiliki pegangan yang baik dalam menghadapi krisis utang di Yunani dan potensi efek menularnya.
Selain perkembangan siklus yang menguntungkan, kinerja yang kuat dari ekuitas Asia pada 2009 membatasi ruang untuk keuntungan lebih lanjut.
Kurva yield obligasi pemerintah setempat telah turun tajam. Hal itu mungkin dapat terus berlanjut seiring meningkatnya ekspektasi inflasi dan otoritas moneter menaikkan tingkat suku bunga resmi.
Mata uang di kawasan Asia meningkat dibandingakan dolar AS dengan level yang beragam. Tekanan penguatan tampaknya membuat keberlanjutan dari arus modal masuk semakin intensif yang justru bisa menjadi sumber gejolak di beberapa mata uang.
Laporan itu juga menyatakan, lonjakan arus modal masuk didorong oleh masuknya arus modal portofolio. Hal ini disebabkan oleh keinginan investor utuk mendapatkan keuntungan lebih tinggi, seiring potensi melebarnya pendapatan dari pasar Asia dibandingkan dengan pasar yang telah maju.
Penggunaan kontrol modal mungkin sesuai dalam keadaan di mana arus modal masuk bersifat hanya transit dan menambah tekanan yang berlebihan pada nilai tukar, serta efektifitas kebijakan makroekonomi untuk melawan arus masuk dan pergerakan nilai tukar tidak pasti.
Mengelola arus modal masuk memerlukan berbagai macam langkah kebijakan, manajemen makro ekonomi yang sehat, sebuah rezim nilai tukar fleksibel, sistem keuangan kuat dan kadang-kadang penggunaan secara temporer serta tepat sasaran dari kontrol modal, kata Madhur. (iz)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Wapres: Optimalkan Pengembangan Sektor Energi
Mewaspadai Gejolak Finansial di Asia
RI-Malaysia Cari Benih Sawit ke Angola
Sri Mulyani: Kehidupan Makin Bermutu Jika Memahami Ekonomi
Pemerintah Umumkan Pemenang 14 Blok Migas