Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 22 Desember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
DKPP Tangsel Kumpulkan Data Pengembang Nakal
[Nusantara]

BSD City Masuk Daftar Hitam, Villa Melati Menyusul
DKPP Tangsel Kumpulkan Data Pengembang Nakal

Tangerang Selatan, Pelita
Setelah BSD City di Serpong masuk daftar hitam sebagai pengembang yang minim dalam penyediaan lahan pemakaman, ternyata masih banyak perumahan elit lain melakukan hal serupa. Vila Melati Mas di Jelupang, Serpong Utara juga tidak memiliki kepedulian tentang lahan pemakaman.
Hasil penelusuran Pelita, sebagian besar perumahan elit di Tangsel seperti tidak mementingkan fasilitas pemakaman. Yang diutamakan adalah fasilitas lain, seperti sekolahan, sarana olahraga, sarana belanja dan jenis fasilitas yang non sosial.
Sesuai data di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tangerang Selatan belum ada perumahan mewah yang menyediakan lahan pemakaman dengan jumlah ideal. Terlebih Villa Melati Mas dengan groupnya sama sekali tidak tercatat di DKPP. Yang kami terima dari DKPP Kabupaten Tangerang hanya ini, ucap Kepala Seksi Pemakaman, Sutisna.
DKPP sangat menyadari perlakuan dari pengembang nakal yang akan merugikan pemerintah kota. Karena itu dalam waktu dekat, kata Sutisna, akan dilakukan pendataan ulang termasuk konsolidasi dengan wilayah induk. Sebelum Tangsel dimekarkan, ada di antara mereka yang katanya membebaskan sejumlah lahan untuk pemakaman, termasuk BSD City yang lokasinya di Pagedangan. Jika kemudian lahan itu ternyata masih kosong memang menjadi tugas untuk memprosesnya dengan Kadis dan Kabid, tambah Sutisna yang mengaku belum pengalaman terkait bidang pemakaman.
Atas petunjuk DKPP, Pelita menelusuri ke Kantor Pemasaran Vila Melati Mas di Ruko Villa Melati Square di Jalan Raya Serpong, Serpong Utara. Tetapi tidak mendapat tanggapan dari PT Cowel Development, pengembang perumahan itu yang juga merupakan perusahaan publik atau sama statusnya dengan BSD City. Semua staf pemasaran tak bersedia bicara.
Pihak resepsionis kemudian menjelaskan, kalau pengembang pernah membebaskan lahan untuk pemakaman di kawasan Ciangir, Kabupaten Tangerang. Memang sangat ironi, perumahannya terletak di Tangerang Selatan, fasilitas pemakaman adanya di kabupaten. Ciangir, merupakan kawasan kumuh yang digunakan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPS). Seluruh sampah yang ada di Kabupaten Tangerang dibuangnya ke Ciangir, menyedihkan. Lokasi untuk peristirahan terakhir bagi penghuni komplek perumahan yang harganya ratusan juta, harus dimakamkan di lokasi kumuh.
Kenakalan pengembang besar ini mengundang perhatian sejumlah LSM di Banten. Salah satunya dari aktivis Barisan Penegak Hukum (BPH), Sumiarso, SH yang mengecam keras tindakan Cowel Development yang telah menghalangi tugas jurnalistik.
Perusahaan itu tergolong besar dan bonafide. Mereka seenaknya membangun rumah mewah tanpa disertai lahan pemakaman. Tanpa mereka sadar, semua orang akan mati, terkadang menurut Sumiarso konsumen juga mau saja dibohongi.
Seperti diberitakan sebelumnya, BSD City diduga telah melanggar UU No 5 Tahun 1974 tentang pokok-pokok pemerintahan di daerah terkait penyediaan lahan pemakaman. PT Sinar Mas Group yang kini pengelola BSD City tidak memiliki lahan pemakaman yang memadai. Dengan jumlah lahan mencapai 6.000 ha, hanya menyerahkan lahan pemakaman seluas 10.012 m2.
Menurut UU tersebut, bagi pengembang yang izin operasional pembangunannya dibawah tahun 1999 harus menyerahkan 5 persen dari jumlah itu untuk lahan pemakaman. (edd/1)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
DPRD Minta Bank Sumut Syariah Dikembangkan
PT Badak NGL Lepas SBKB SMA YPVDP
Kube Serahkan 1.000 Bibit Pohon
Peminat Samling Samsat Cinere Sepi
Pembangunan Kampus ITSB Deltamas Mulai Pasang Tiang Pancang