Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 22 Mei 2013  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
SAFARI GEMPITA MUTIARA BANGSA DI GORONTALO
Laporan: Prof Dr Haryono Suyono

[Swadaya Mandiri]

Hari ini Insya Allah Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. Gusnar Ismail, MM, bersama Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, MPd., didampingi unusr-unsur pemerintah daerah, Pimpinan DPRD dan tokoh daerah lainnya, akan melepaskan sekitar 1300 mahasiswa sebagai rombongan pertama dari 2000 mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Gorontalo untuk melakukan Kuliah Kerja Sibermas (KKS) Tematik Posdaya ke seluruh pelosok desa di Provinsi Gorontalo. Diharapkan hadir dalam acara itu Kepala BKKBN Dr. dr. Sugiri Syarief MPA, Ketua Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Prof. Dr. Haryono Suyono, pejabat teras dan tamu-tamu lainnya dari Jakarta.
Kuliah Kerja Sibermas (KKS) Tematik Posdaya sekaligus dikaitkan dengan Gerakan Safari Gempita Mutiara Bangsa yang bertujuan mencari Mutiara Bangsa atau kader-kader Mutiara Bangsa yang dengan kemauan yang luhur ingin berbagi kebahagiaan dengan sesama anak bangsa, utamanya mereka yang masih tertinggal, miskin atau mempunyai masalah sosial lainnya agar bisa dibantu atau didampingi mengejar ketertinggalannya menjadi keluarga yang sejahtera. Upaya luhur itu sekaligus dikaitkan dengan usaha besar-besaran yang sedang digalakkan oleh pemerintah untuk menyelesaikan sasaran dan target-target MDGs yang secara global telah disepakati untuk diselesaikan pada akhir tahun 2015.
Upaya penyelesaian sasaran dan target-target MDGs itu sangat penting karena Indonesia sebagai negara yang luas dan berpenduduk lebih dari 230 juta akan sangat menentukan keberhasilan global. Sasaran utama dalam MDGs tentang pengentasan kemiskinan, menurunkan tingkat kematian ibu dan anak, kemampuan warganya dalam bidang ekonomi serta pengembangan lingkungan di banyak negara berkembang, termasuk di Indonesia, biarpun akhirnya akan membawa manfaat untuk masa depan anak bangsa, masih harus dicapai dengan kerja yang sangat keras dan partisipasi yang ikhlas dari seluruh unsur anak bangsa.
Untuk mempersiapkan acara besar-besaran itu, selama beberapa bulan ini para pejabat di provinsi Gorontalo, mulai dari tingkat Provinsi yang dipimpin Gubernur dan jajarannya, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang dipimpin Rektornya Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, MPd, Pembantu Rektor III Prof. Dr. Ani Hasan, MPd, serta penghubung Yayasan Damandiri Dra. Riny Luawo, MA, Kepala BKKBN Nofrizal, MA, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan, Sukarni Hurudji, sibuk sekali mempersiapkan Kuliah Kerja Sibermas (KKS) Tematik Posdaya tersebut. Mereka mengadakan pelatihan dan penataran bagi para dosen pembimbing serta pimpinan kelompok mahasiswa yang akan mengikuti KKS bergaul langsung dengan masyarakat luas di pedesaan.

Sebagai tenaga pendamping beberapa Kabupaten, misalnya Kabupaten Boalemo, mempersiapkan Petugas Lapangan KB (PLKB) yang di tempatkan di setiap desa dan sebelumnya dilatih secara khusus tidak saja untuk membantu memelihara kesertaan KB yang tinggi tetapi juga menjadi kader-kader pendamping penyelesaian target-target MDGs pada tingkat pedesaan.
Kegiatan Kuliah Kerja Sibermas atau Kuliah Kerja Nyata yang dalam waktu singkat ini akan diikuti oleh sekitar 2000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi itu akan bekerja keras bersama masyarakat membentuk dan mengisi Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) sebagai forum silaturahmi antar keluarga untuk menyelesaikan target-target MDGs, utamanya pengentasan kemiskinan, kewirausahaan atau koperasi dan pengembangan lingkungan. Penyebaran mahasiswa yang secara resmi dilepas hari ini, tanggal 5 Juli 2010, merupakan gelombang pertama dari rancangan untuk menempatkan sekitar 2000 mahasiswa di pedesaan.
Kegiatan Safari ini akan diliput oleh beberapa stasiun televisi dan radio dan disiarkan secara nasional sebagai gerakan masyarakat dengan kontribusi bersama oleh berbagai stake holders secara gotong royong, termasuk kesediaan dari keluarga di pedesaan bekerja keras membangun dirinya menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. Oleh karena itu, selama dua minggu terakhir ini para mahasiswa UNG telah dibekali dengan berbagai ilmu dan ketrampilan untuk menjadi penggerak atau fasilitator KKS tematik Posdaya di kalangan masyarakat luas. Banyak tenaga pelatih yang mempersiapkan mahasiswa tersebut, antara lain dari pemerintah provinsi di Gorontalo atau kalangan akademisi dari UNG, juga dari Yayasan Damandiri yaitu Dr. Pudjo Rahardjo, Dr. Mazwar Noerdin dan Dr. Subiakto Tjakrawerdaja, yang pernah menjabat sebagai Menteri Koperasi dalam masa Orde Baru. Dari kalangan akademisi didatangkan juga tenaga ahli IPB, Dr. Ir. Pudji Mulyono, MSi, dari P2SDM-IPB, serta tenaga ahli koperasi dari Koperasi Wanita yang sedang berkembang pesat di Jatim.
Pelatihan yang diberikan kepada para mahasiswa itu menyangkut bagaimana tenaga-tenaga muda calon pemimpin bangsa ini bisa memfasilitasi masyarakat untuk membangun dengan pendekatan human rights, bukan lagi pendekatan charitas atau komando yang cenderung memanjakan penduduk dengan pemberian dengan tidak perlu harus bekerja keras. Pelatihan kemandirian itu menjadi ciri utama yang diikuti dengan cara-cara pembentukan lembaga desa yang ditugasi menyegarkan kembali modal sosial bangsa yang banyak terkoyak dewasa ini. Proses pemberdayaan dengan menghidupkan kembali modal sosial ini dimaksudkan agar masyarakat makin mandiri dan tidak menggantungkan diri pada pelayanan pemerintah semata.
Seiring dengan kegiatan ini, di Boalemo akan dikukuhkan koperasi dari tujuh kecamatan dengan melatihnya mampu mengembangkan tanggung jawab renteng guna mendorong gerakan usaha bersama di desa-desa di sekitarnya. Kemampuan ini diharapkan merangsang kekuatan ekonomi rakyat di pedesaan untuk mengantar pembentukan keluarga yang bahagia dan sejahtera. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Umum DNIKS).

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
MEMBANGUN KEBANGGAAN ANAK-ANAK TUNA GRAHITA
KELUARGA INDONESIA BERGERAK MAJU
Kuliah Kerja Sibermas di Gorontalo
CERITA PERJUANGAN PAHLAWAN DEVISA
Safari MDGs dan Posdaya