Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 24 Mei 2013  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Jatim Juara Umum Pospenas Disoraki Peserta Lain
[Olah Raga]

Jatim Juara Umum Pospenas Disoraki Peserta Lain

Jakarta, Pelita
Pengukuhan kontingen Jawa Timur sebagai juara umum Pekan Olahraga dan Seni Antar-Pesantren Nasional atau Pospenas 2010 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (11/7), mendapat sorakan sinis dari kontingen daerah lain.
Teriakan panjang huuu serempak diucapkan peserta daerah lain yang menghadiri acara penutupan, ketika pembawa acara mengumumkan Jatim sebagai juara umum Pospenas, karena provinsi tersebut diduga menggunakan atlet non santri.
Aksi serupa kembali terulang ketika Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng menyerahkan piala bergilir Pospenas kepada Gubernur Jatim Soekarwo. Tuan rumah Jatim merebut juara umum Pospenas dengan menyabet 49 medali emas, 15 perak dan 17 perunggu.
Meraih prestasi itu memang penting, tetapi yang lebih utama itu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. Tindakan tidak jujur itu melanggar aturan olahraga, norma pondok pesantren dan norma agama, papar Menpora, sebagaiman diberitakan Antara.
Ia menambahkan atlet, pembina dan pengurus cabang olahraga, bisa dikenai sanksi tegas apabila terbukti melakukan tindakan tidak sportif dan jujur tersebut.
Kalau atlet itu binaan dari PPLP atau atlet pelatihan nasional, nanti akan ada sanksi tegas, seperti bisa dicoret dari program pembinaan, tegas Menpora di hadapan ribuan peserta Pospenas.
Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh kontingen, jika selama menjadi tuan rumah penyelenggara Pospenas tidak memberikan pelayanan terbaik.
Sementara Sesmenpora, Wafid Muharam yang dihubungi terpisah mengatakan, Kemenpora akan memberikan sanksi terhadap atlet non santri yang berhasil merebut gelar juara pada Pospenas.
Pospenas ini merupakan event olahraga dan seni yang diperuntukkan bagi para santri Pondok Pesantren. Jika terbukti mereka yang juara bukan santri maka kita tidak akan menyalurkan bantuan dana pembinaan, tegas Wafid.
Menurut Wafid, Pospenas ini harus mencerminkan ukhuah islami dan harus dijaga fair play. Saya minta semua pihak harus fair play dalam segala hal. Baik itu menyangkut pertandingan maupun status atletnya, pintanya. (har)
Peroleh Medali Lima Besar
1. Jawa Timur 49 15 17
2. Jawa Tengah 13 21 17
3. Sumatera Selatan 10 10 16
4. Kalimantan Timur 8 5 6
5. Jawa Barat 6 12 17

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Chris John Optimistis Pertahankan Gelar
Atlet Pelajar Bertolak ke Malaysia
Schweinsteiger Bangga Jerman di Posisi Ketiga
Tannya Berkesempatan Pertahankan Gelar
O2SN III-SD Diknas Mulai Digelar