|
[Luar Negeri] ASEAN Serukan Akses Bantuan ke Gaza Dibuka
Hanoi, Pelita
Para Menlu ASEAN menyerukan dibukanya akses bantuan internasional ke Gaza dan segera dilanjutkan kembali perundingan perdamaian Timteng, tulis rancangan dokumen ASEAN, Minggu (18/7).
Dokumen tersebut menyebutkan, Para Menlu negara ASEAN juga mengutuk keras serangan pasukan Israel terhadap kapal bantuan kemanusiaan Mavi Marmara pada 31 Mei. Sembilan relawan tewas dan dunia internasional mengecam tindakan semena-mena Israel.
Dalam kaitannya dengan masalah ini, kami menyerukan kembali agar segera dibuka akses bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza agar meringankan penderitaannya, tulis rancangan dokumen menjelang pertemuan 10 Menlu ASEAN yang akan dimulai hari ini, Senin.
Pertemuan tersebut akan berujung pada Jumat sekaligus mengundang 27 anggota Forum Regional Asean yang terdiri dari Menlu Korsel, Korut dan juga Menlu dari Jepang, Rusia, China, AS dan Eropa yang menjadi sebagian anggota dalam Forum Regional Asean yang berjumlah 27 negara.
Dalam draft yang diajukan, para menteri luar negeri menyerukan kembali negoisasi untuk melakukan penyelesaian terakhir, adil dan menyeluruh yang berujung pada realisasi pendirian dua negara yang berdampingan, Israel dan Palestina. Anggota ASEAN dengan penduduk mayoritas Muslim adalah Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Disanping itu, ASEAN juga menyampaiakn keprihatinannya yang mendalam terhadap serangan terpedo kapal milik Korsel Cheonan dan meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea, tulis AFP.
Korsel menyampaikan keinginannya pada Forum Regional Asean agar mengutuk tindakan terpedo yang dilakukan Korut terhadap kapal miliknya yang menyebabkan 46 tewas. Pyongyang hingga kini masih keterlibatan pihaknya dan meminta tim investigasi internasional untuk menemukan pelaku sebenarnya.
Setelah PBB menunjukkan sikapnya terkait kisruh tenggelamnya kapal itu, Korut menyatakan keinginannya untuk kembali ke meja perundingan multirateral yang ditunda tahun lalu, negara-negara yang terlibat dalam gencatan senjata dua korea tersebut adalah, China, Jepang, dua Korea, Rusia dan AS.
Wakil Menlu AS untuk Asia Timur Kurt Campbell menyatakan, Pyangyang harus menunjukkan komitmennya untuk mengubah pola profokasi sebelum dialog tersebut dilanjukan.
Pertemuan DK-PBB pada 9 Juli mengutuk serangan atas kapal Chenaon namun belum menyebutkan siapa pihak yang bersalah, keputusan ini dianggap sebagai kemenangan diplomasi Korut.
Sejumlah pengamat dan diplomat memperkirakan, Forum Regional Asean ini tidak akan mengutuk Pyongyang.
Situasi keamanan di Myanmar jugga menjadi perhatian ASEAN, mereka menuntut agar Pemilu dilaksanakan secara bebas, adil dan mengajak semua elemen partai politik untuk terlibat.
Kelompok oposisi yang dipimpin peraih Nobel perdamaian Aung San Suu Kyi memboikot pelaksanaan Pemilu, dan AS menilai Pemilu tidak akan dilaksanakan secara jujur dan adil.
Draft tersebut juga menggaris bawahi pentingnya stabilitas dan perdamaian di Laut China Selatan dimana saat ini terjadi klaim kedaulatan yang tumpang tindih antara China dan sejumlah negara ASEAN.
Kanada dan Turki juga akan meneken pakta non-agresi dengan ASEAN dan negara lainnya, tulis komunike tersebut. (rid).
|