|
[Assalamu'alaikum] Menegakkan Disiplin
SEJAK pekan lalu Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya tahun 2010. Operasi yang akan berlangsung hingga tanggal 30 Juli mendatang, diharapkan bisa menegakkan disiplin pengguna jalan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kami menyambut baik pelaksanaan operasi tersebut dengan catatan operasi itu harus benar-benar ditegakkan agar seluruh masyarakat pengguna jalan raya patuh terhadap peraturan undang-undang, rambu-rambu lalu lintas, dan marka jalan.
Sejak dilaksanakannya operasi itu, di jalan-jalan terlihat lebih banyak petugas Polisi Lalu Lintas dan menghentikan kendaraan bermotor yang melanggar lalu lintas. Kami berharap para petugas tersebut tidak melakukan denda damai. Sebab, jika itu yang terjadi, maka operasi itu akan sia-sia.
Kita semua tahu sejak digulirkannya reformasi, masyarakat benar-benar bebas melakukan apa saja. Ibarat kuda yang lepas dari kandangnya, pelanggaran demi pelanggaran terjadi. Hal itu dilakukan masyarakat termasuk dalam hal berlalu-lintas.
Bukan sesuatu yang aneh jika di berbagai ruas jalan terlihat pengendara sepeda motor yang memacu kendaraannya dengan cara melawan arus lalu lintas. Padahal, itu sebenarnya sangat berbahaya, baik buat orang lain maupun pengendara sepeda motor itu sendiri.
Akibat tidak disiplinnya pengguna jalan --terutama oleh pengendara sepeda motor-- arus lalu lintas semakin semrawut. Kemacetan arus arus kendaraan terjadi di mana-mana. Pengendara sepeda motor tidak boleh melihat celah sedikitpun. Mereka akan menerobosnya, baik di kiri, kanan, dan tengah jalan. Akibatnya semakin banyak pengguna jalan nonsepeda motor merasa stres.
Kini, Operasi Patuh Jaya itu sedang dilaksanakan. Sungguh merupakan harapan masyarakat banyak agar upaya penertiban dan mendisplinkan pengguna kendaraan bermotor bisa berlangsung sukses, terutama untuk wilayah Polda Metro Jaya. Mudah-mudahan operasi seperti itu diperluas dan dilakukan serentak dengan melibatkan berbagai komponen, termasuk jajaran TNI dan aparat Pemda, sehingga perlalulintasan seluruh Indonesia bisa tertib, aman, dan nyaman.
Akibat tidak tertib dan tidak disiplinnya masyarakat pengguna jalan dalam berlalulintas, banyak kerugian yang ditimbulkan. Kesemrawutan dan kemacetan arus lalu lintas menyebabkan terjadinya pemborosan penggunaan bahan bakar minyak, terbuangnya waktu di jalan, dan banyaknya korban kecelakaan lalu lintas.
Menurut data kami, jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Indonesia, terutama yang meninggal dunia didominasi oleh pengendara sepeda motor. Sebagian besar korbannya adalah remaja, pemuda, dan masyarakat pada usia produktif. Andai masyarakat patuh, mau, dan bisa berdisiplin dalam berlalulintas, insya-Allah jumlah korban kecelakaan di Indonesia bisa dikurangi.
|