|
[Luar Negeri] Velezuela Bekukan Hubungan Diplomatik dengan Kolumbia
Caracas, Pelita
Venezuela membekukan hubungan diplomatik dengan negara tetangganya, Kolumbia dan mengerahkan sejumlah pasukannya di perbatasan, Jumat (23/7).
Presiden Venezuela Hugo Chaves menggelar pertemuan darurat yang dihadiri dewan keamanan negara itu sesaat setelah secara resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan sekutu AS, Kolumbia karena sebelumnya Kolumbia menuduh Venezuela memberikan ruang pada para aktifis pemborantakan sayap kiri.
Saya nyatakan dengan berat hati: Venezuela menyatakan, mulai saat ini semua hubungan dengan pemerintah Kolumbia telah putus, kata Chaves kepada sejumlah wartawan.
Chaves menyatakan, Presiden Kolumbia Alvaro Uribe yang telah menuduh Venezuela mengamankan para pemberontak kiri, berpotensi menyerang kita dan menyebabkan peperangan.
Menlu Venezuela Nicolas Maduro memberikan tenggat waktu kepada sejumlah diplomat Kolumbia untuk meninggalkan negaranya paling lambat 72 jam dan segera menutup kedutaannya di Caracas, dipihak lain, Venezuela juga menyiapkan penarikan para diplomatnya di Bogota.
Putusan itu menyiratkan ketegangan terbaru di antara kedua negara setelah pada tahun 2008 Kolumbia menyerang Ekuador untuk melumpuhkan kelompok pemberontak kiri.
Venezuela meminta Ekuador yang saat ini menjadi presiden regional Unasur, untuk segera menggelar pertemuan darurat menteri luar negeri untuk membahas ancaman Kolumbia terhadap wilayah kedaulatan Venezuela.
Presiden Ekuador Rafael Correa menyatakan pihaknya akan segera menggelar pertemuan anatar pemimpin negara-negara yang tergabung dalam Unasur dan menawarkan mediasi untuk menghidarkan ketegangan kedua negara.
Di Brazil, Presiden Luiz Inacio Correa meminta Chaves untuk membicarakan keluhannya dan menghimbau dilakukan solusi diplomasi terhadap masalah ini.
Presiden Bolivia Evo Morales mendukung upaya Chaves dan menyebut para pemimpin Kolumbia sebagai budak imprialisme.
Sekjen PBB Ban Ki-moon menghimbau kedua pihak untuk menghindari eskalasi yang semakin memanas dan meminta kedua negara tetangga menyelesaikan masalah ini dengan dialog.
Menlu AS menyatakan keputusan Chaves untuk memutus hubungan degan Kolumbia bukanlah tindakan bijak untuk mencari perhatian.
Sejumlah diplomat Kolumbia dihadapan the Organization of American States menuduh sebagian pemberontak yang menyerang pemerintahan Kolumbia bermarkas di 80 titik di wilayah Venezuela dan meminta komisi investigasi internasional untuk menyelidiki hal itu.
Utusan Kolumbia untuk OAS, Luis Hoyos, menyatakan kepada institusi yang bermarkas di Washington bahwa Bogota mempunyai bukti kuat kelompok teroris itu melakukan konsolidasi dan melakukan latihan di negara tetangganya Venezuela.
Sembari memperlihatkan sejumlah foto korban serangan itu, Hoyos mengatakan Caracas harsu menerima kewajibannya untuk membubarkan pemberontak yang melakukan aktifitas di negerinya.
Chaves menyatakan pemerintahannya malah terganggu dengan keberadaan gulera itu, dan jikalau ada tentunya diluar tanggung jawab pemerintahannya.
Kolumbia yang bersekutu dekat dengan AS dan Venezuela yang barhaluan kiri dan mempunyai kedekatan khusus dengan Kuba telah lama saling berseteru pada tahun-tahun terakhir ini.
Kolumbia dan Venezuela membekukan hubungan diplomatiknya pada tahun lalu setelah Bogota dan Washington meneken kerja sama militer, Chaves menilai peranjian itu dapat mengancam stabilitas regional. (rid).
|