|
[Metropolitan] Asrama Polisi Terbakar 1 Tewas, 30 Rumah Ludes
Jakarta, Pelita
Tangis histeris ibu-ibu dan kaum wanita warnai kebakaran besar di Asrama Polisi di Jl. Gunung Sahari Kemayoran Jakarta Pusat, Senin (26/7). Dalam kebakaran itu satu orang meninggal dunia dan tak kurang dari 30 rumah ludes dilalap si jago merah.
Hingga Senin malam penyebab kebakaran masih simpang siur. Masyarat di lokasi ada yang mengatakan akibat ledakan tabung gas karena ketika terjadi kebakaran sempat ada suara ledakan. Namun dari pihak kepolisian menyatakan kebakaran akibat korsleting.
Tak kurang dari 72 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di RT 06.07 dan 08 di RW 9 terpaksa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi untuk sementara.
Kebakaran pertama kali, menurut saksi mata, terjadi di salah satu rumah di RT 07/09. Saya belum tahu pasti penyebabnya, angin begitu kencang sehingga api cepat menyambar ke rumah lainnya, ujar Susi.
Api akhirnya bisa dipadamkan setelah belasan mobil pemadam kebakaran dari Jakarta Pusat dikerahkan ke lokasi. Al-hamdulillah api bisa dipadamkan sesuai rencana, ujar petugas pemadam kebakararan.
Dimas Nur (26) salah seorang warga akhirnya meninggal dunia saat kebakaran terjadi. Diduga, ia terlalu banyak menghirup asap dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Namun menurut warga, kematian Dimas bukan karena terlalu banyak menghirup asap, namun sebelumnya korban telah memiliki penyakit asma yang sudah lama diderita.
Sementara itu, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hamidin mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting di salah satu rumah warga di RT 07/09. Itu masih dugaan sementara, tapi kita akan selidiki lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran, ujarnya.
Ia juga mengatakan, korban meninggal bukan karena terlalu banyak menghirup asap pada kebakaran tersebut. Ia meninggal karena penyakit asma yang sudah lama dideritanya. Sudah lama korban menderita penyakit asma, ujarnya.
Sementara itu, Ny. Ida mengaku sedih karena barang-baranya tidak sempat diselamatkan. Banyak tetangga yang gak bisa selamatkan barang-barangya, termasuk pakaian untuk sekolah anak-anak, ujarnya.
Sementara itu, akhir-akhir ini warga Jakarta banyak yang dilanda kebakaran tempat tinggal. Sehari sebelumnya, terjadi kebakaran di Pekojan Jakarta Barat akibat meledaknya tabung gas, 10 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena luka parah. Sedangkan warga lainnya terpaksa kehilangan tempat tinggal dan anak-anaknya tak bisa sekolah karena baju dan alat tulisnya ikut terbakar. (kim)
|