Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 23 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Polda Metro Dukung Pembatasan Sepeda Motor
[Metropolitan]

Polda Metro Dukung Pembatasan Sepeda Motor

Jakarta, Pelita
Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk membatasi sepeda motor masuk jalur tertentu pada jam sibuk mendapat dukungan dari Polda Metro Jaya.
Langkah ini sebagai upaya mengurangi kemacetan, karena jalur kiri jalan yang dikhususkan untuk sepeda motor sudah tidak lagi bisa menampung.
Menurut Direktur Lalu-Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Condro Kirono, pihaknya sudah berupaya mengurai kemacetan yang disebabkan membludaknya jumlah sepeda motor dengan mengalokasikan ke jalur kiri. Upaya ini dinilai sudah tidak efektif lagi akibat jumlah sepeda motor yang setiap hari terus bertambah.
Selama ini pihak Kepolisian membuat marka lajur kiri sepeda motor ternyata tidak mampu menampung semua sepeda motor masuk ke jalur itu. Kemacetan tetap terjadi, kata Condro didampingi Kasi BPKB Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Indra Jakfar di sela-sela pelepasan rombongan Abang-None Jakarta yang berkunjung ke Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/7).
Jalur kiri dianggap efektif, lanjut Condro kalau diterapkan pada jam-jam normal, sebaliknya jam sibuk sudah tidak efektif lagi. Pada jam 11 ke atas. Kalau pada jam sibuk, pagi dan sore sudah tidak bisa menampung jumlah sepeda motor, bahkan sampai masuk ke trotoar, ujarnya.
Dikatakan Condro, rencana Pemprov DKI dalam membatasi masuknya sepeda motor pada kawasan tertentu merupakan salah satu upaya pengendalian kemacetan di wilayah Jakarta. Kondisi ini disebabkan jumlah sepeda motor di wilayah hukum Polda Metro hampir mencapai 7 juta unit.
Dijelaskan Condro, solusi lain untuk mengurangi kemacetan di Jakarta dengan mengoptimalkan sarana transportasi massal. Penggunaan kendaraan pribadi akan berkurang jika sarana transportasi massal mampu mengakomodir penumpang.
Seharusnya transportasi massal seperti busway dioptimalkan. Semua ini tidak akan terwujud jika transportasi massal belum memadai, tegasnya.
Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta akan membatasi sepeda motor di jam-jam sibuk untuk mengatasi kemacetan yang kian parah. Pembatasan ini kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dilakukan karena sudah tidak ada jalan lain.
Kata dia, memang tidak ada pilihan lain, harus membatasi penggunaan. Kalau kepemilikan saya tidak bisa batasi, orang mau beli masak mau dibatasi. Saya nggak punya kewenangan untuk itu, kata Fauzi Bowo.
Tidak jangka panjang
Pembatasan kendaraan itu bisa diatasi dengan berbagai cara, tapi sistem nomor ganjil-genap dinilai hanya efektif untuk waktu-waktu tertentu saja, tidak untuk jangka panjang.
Jalan paling efektif menurut Foke adalah dengan membatasi sepeda motor masuk kawasan tertentu dalam waktu tertentu juga. Pihaknya sedang mempelajari lebih rinci metode apa yang akan dipakai.
Metode elektronik sudah pasti, tapi yang mana apakah yang gate seperti di Singapura atau dengan satelit, ujarnya.
Alasannya, metode seperti ini bukan cuma sekadar rencana saja karena sekarang dalam proses pengkajian akhir. Selain itu, transportasi massal seperti busway juga akan terus ditingkatkan. Fauzi Bowo membantah keras anggapan orang yang menyebutkan, pengadaan busway tidak tegas. Tunggu saja 1 Agustus mendatang, tegasnya.
Saat ini setiap hari sepeda motor baru yang beredar di jalan raya Jakarta bertambah 890 unit, sedang mobil bertambah 240 unit. Tidak berimbang dengan luas jalan, kata orang nomor satu di DKI Jakarta.
Sementara itu, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) yang juga Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan mengatakan, Jakarta mempunyai permasalahan berat yang harus segera diselesaikan, yakni masalah kemacetan lalu lintas. Pemprov DKI harus mencari berbagai upaya untuk mengurai kemacetan dan menghilangkannya dari wajah ibukota.
Untuk mengurai kemacetan, kata Azas yang diakibatkan pertumbuhan kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua yang semakin pesat, tidak bisa hanya diserahkan pada pembangunan, pengembangan, dan peningkatan pelayanan transportasi massal.
Tidak hanya bisa mengandalkan peningkatan pelayanan transportasi umum, pengembangan busway yang berbasis MRT dan pembangunan MRT di kota Jakarta. Sebab, jika hanya mengandalkan pengembangan transportasi massal, dipastikan upaya mengatasi kemacetan tidak akan terselesaikan sama sekali.
Alasannya, ketika beroperasi melayani warga Jakarta, transportasi massal membutuhkan jaringan jalan yang baru, tidak bisa menggunakan jaringan jalan yang sudah ada. Beban sudah terlampau berat menampung jumlah kendaraan bermotor baik pribadi maupun angkutan umum yang terus bertambah banyak. (cr-7/kim)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Asrama Polisi Terbakar 1 Tewas, 30 Rumah Ludes
Orangtua Murid Dipukul Guru Lapor Polisi dan Komnas HAM
Pesepeda Tagih Janji Lahan Parkir dan Jalur Sepeda
Jakarta Kewalahan Hadapi Pengemis
Walikota Jaktim Saksikan Pembayaran Perdana BKT