Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 23 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Blair: Keberadaan Hamas Justru Membantu
[Luar Negeri]

Blair: Keberadaan Hamas Justru Membantu

UTUSAN khusus negara kuartet, Tony Blair ternyata lebih memfokuskan diri pada perkembangan ekonomi di Palestina. Menurut dia, ranah politik terkait perundingan langsung antara Israel dan Palestina sudah dikawal oleh Utusan Khusus AS, George Mitchel.
Meskipun demikian, Blair dapat memahami keberatan pihak Palestina dalam menuju perundingan langsung dengan seterunya, Israel. Namun dia yakin akan dapat memasok banyak bantuan yang akan masuk di Jalur Gaza dalam dua pekan ke depan.
Bekas PM Inggris itu tetap optimis, pada saatnya nanti blokade Jalur Gaza akan segera dibuka secara total, ini bisa dilakukan melalui kesepakatan rekonsiliasi Palastina. Blair juga menilai keberadaan Hamas yang ditunjang dengan kesepakatan yang jelas tidak akan bertentangan dengan upaya menuju perdamaian di kawasan itu.
Berikut ini paparan Tony Blair kepada Harian Asharq al Awsath di Majelis Menteri Palestina, Ramallah yang diterbitkan Senin (26/7).

Sebagai duta khusus negara-negara kuartet sejak tahun 2007, apa yang telah anda capai sampai saat ini?
Hal yang paling penting adalah dukungan Otoritas Palestina dalam membangun institusi negara dari bawah ke atas. Sekarang Otoritas Palestina telah bekerja dalam hal keamanan, dan kondisinya sedang meningkat.
Di sektor ekonomi juga menunjukkan peningkatan; pertumbuhan rata-rata sebesar 10 persen dari tahun lalu, dan angka pengangguran (di Tepi Barat) telah menurun dari 24 persen menjadi 14 persen. Disamping itu perubahan kebijakan yang sangat penting di Gaza.
Meskipun demikian, hal yang paling penting adalah kita telah mampu menarik sejumlah donor untuk mendukung Otoritas Palestina, dana-dana dari mereka digunakan untuk membangun institusi negara Palestina.
Anda menaruh banyak perhatian pada sektor ekonomi. Namun sejumlah pihak di Palstina menuding anda terlalu fokus dalam masalah ekonomi dan mengesampingkan faktor politik?
Saya yakin ada tiga faktor yang dapat berjalan bersama dan beriringan. Ekonomi, keamanan dan politik tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Faktor ekonomi misalnya, kita harus memasukinya secara mendalam dengan menyingkirkan semua rintangan dan membangun proyek khusus, karena hal inilah yang akan membantu mengurai persoalan politik.
Saya memang tidak memperhatikan perkembangan politik, karena hal ini sudah ditangani oleh George Mitchell, namun membangun landasan ekonomi secara menyeluruh akan dapat memuluskan faktor politik.
Namun, pihak Palestina menginginkan negara-negara kuartet memainkan perannya yang lebih luas di ranah politik, dan menambah tekanan. Apakah anda hanya ingin berkutat pada masalah ekonomi?
Saya tidaknya hanya fokus pada masalah ekonomi. Meskipun, ketika kita fokus pada keberhasilan beberapa hal seperti konferensi investasi atau sejumlah proyek besar seperti Kota Al-Rawabi (kota percontohan yang dibangun di dekat Ramallah), karena bagaimanapun pembangunannya harus melalui negoisasi dengan Israel, ini juga penting dan membantu.
Kami juga bekerja pada ranah politik. Kami mendukung dan terus berupaya mengajak Palestina dan Israel untuk melakukan perundingan langsung untuk mencapai gagasan solusi dua negara. Meski demikian, kita harus bekerja di dua sektor tersebut seperti membangun dari bawah ke atas dan melakukan perundingan dari atas ke bawah.
Anda menyatakan, faktor ekonomi memperkuat faktor politik. Namun kenyataan di lapangan tidak seperti itu. Dalam kaitannya dengan perdamaian, karena semuanya mentok?
Saya berharap, dan saya yakin kita akan segera menyelenggarakan perundingan langsung agar tercapai cita-cita solusi dua negara. Saya berharap hal ini bisa dirancang dalam dua pekan ini.
Namun, masalah negara Palestina tidak hanya terkait dengan persetujuan kedua belah pihak dalam masalah Yerusalem dan wilayah, apa yang terjadi dengan masalah tanah juga merupakan faktor penting.
Jika ekonomi sudah kuat, tentu saja akan mendorong capaian sebuah negara. Jika Palestina mengendalikan keamanan dengan baik dan menghormati supremasi hukum, ini juga dapat membantu untuk mendirikan negara. Jika mereka membangun di sektor kesehatan dan pendidikan, ini juga dapat membantu mencapai pendirian negara.
Perundingan-perundingan sebagai sebuah proses politik sudah dipegang oleh George Mitchell, namun melalui cara membangun sektor ekonomi kita sudah menyiapkan kondisi yang sesuai untuk membangun dari bawah ke atas.
Anda begitu yakin bahwa perundingan langsung harus dilaksanakan. Pihak Palestina bilang kepada Israel: pertama hentikan aktifitas pemukiman, dan marilah kita mulai dari titik dimana perundingan lalu terhenti. Dengan kenyataan seperti ini, menurut Anda, siapa yang mempersulit proses perundingan?
Saya yakin atas kredibelitas perundingan itu. Saya dapat pahami sikap Palestina dan keberatan Palestina. Mereka ingin melakukan perundingan untuk mencapai kesepakatan; inilah keinginan kita. Titik terpenting adalah bagaimana membuat perundingan itu kredibel, dan kita berjuang untuk membuatnya kredibel.
Baru saja Anda menyatakan perubahan dalam kebijakan blokade di Gaza. Namun mereka mengatakan, tidak ada yang berubah. Apakah Anda melihat sebuah perubahan?
Apakah ada perubahan, jawabnya adalah iya. Lalu apakah perubahan ini adalah apa yang seperti yang kita inginkan atau kita pikirkan, jawabnya tidak. Sekarang jumlah barang-barang yang masuk ke Gaza sudah berlipat-lipat dari sebelumnya, apakah secara kualitas atau kuantitas.
Meskipun kita harus meningkatkan angka tersebut dalam beberapa pekan ke depan. Apa yang kita inginkan mendukung adanya geliat pekerjaan disana, dan mendukung proyek rekonstruksi dan kebebasan rakyat untuk bergerak.
Otoritas Palestina dan Hamas menolak perlonggaran blokade, dan mereka ingin dibuka secara menyeluruh. Menurut Anda apakah ini mungkin, dan kapan?
Ini mungkin dan harus ditarik seluruh blokade itu, dengan beberapa pengecualian seperti senjata dan bahan peledak. Inilah agenda yang kita ingin capai. Akan lebih mudah untuk membuka blokade jika sudah ada rekonsiliasi di tataran akar rumput.
Meskipun jika Hamas masih bercokol?
Jika ada landasan untuk rekonsiliasi yang mendukung proses perdamaian, keberadaan Hamas justru dapat membantu dan akan mendukung seluruh upaya itu. Ada tiga hal yang kita lakukan, dan saya lakukan sendiri, adalah menyelenggarakan perundingan langsung yang kredibel untuk mencapai perkembangan yang signifikan di Tepi Barat dan untuk memastikan perubahan besar yang sedang terjadi di Jalur Gaza.
Dalam kaitannya dengan perndingan langsung, apakah Anda mendapat informasi apakah Palestina mau melakukan perundingan bulan depan, padahal mereka selalu bilang tidak?
Tidak ada informasi dari dalam mengenai pertanyaan Anda. Meskipun, apa yang saya yakini adalah mereka ingin melakukan perundingan langsung, namun mereka ingin perundingan itu mempunyai kredibelitas menuju solusi dua negara.
Apakah ada sebuah rencana baru atau apapun yang ditawarkan AS ke depan?
Ada perdebatan mendalam diantara AS, negara-negara kuartet, Israel dan Palestina tentang apa yang dapat dilakukan agar perundingan itu kredibel. Palestina ingin perundingan itu serius, dan mereka akan bersedia, namun jika perundingan itu tidak berujung, mereka juga tidak akan bersedia. Inilah tugas yang kita lakukan, untuk mencapai perundingan yang kredibel dan serius.
Di luar soal itu, ada rencana untuk memproklamirkan negara pertengahan tahun depan. Apakah Anda sepakat dengan deklarasi sepihak ini?
Kami berupaya untuk mencapai gagasan negara Palestina melalui perundingan. Untuk saat ini, kami mendukung arah ini; dengan mencapai sebuah kesepakatan, tentu saja kehidupan akan lebih baik.
Apakah Anda tidak putus harapan dengan situasi perdamaian di Timteng sehingga nantinya ditemukan sebuah solusi?
Tidak, saya akan tetap optimis. Saya mencintai kawasan ini (dengan tertawa) mungkin saya gila. (m faridu ashrih)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Intelijen Pakistan Dituding Dukung Taliban
Duch Hanya Diganjar 19 Tahun Setelah Siksa 16.000 Orang
Banjir Besar di China 52 Tewas dan 20 Hilang
Velezuela Bekukan Hubungan Diplomatik dengan Kolumbia
Kemenangan Menakjubkan bagi Kosovo