|
[Ekonomi dan Keuangan] IHSG Bertahan di Level Psikologis
Jakarta, Pelita
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali mampu mempertahankan keberadaannya di level psikologis. Pada perdagangan sesi pertama, IHSG masih ditutup menguat 32,797 poin (1,08 persen) ke level 3056,496.
Namun pada perdagangan sesi kedua, Selasa (27/7), IHSG akhirnya ditutup menguat 17,979 poin (0,59 persen) ke level 3041,678. Indeks LQ 45 juga menguat 3,492 poin (0,60 persen) ke level 587,809.
Frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 134.458 kali pada volume 4.952 juta lembar saham senilai Rp3,86 triliun. Sebanyak 105 saham naik, 89 saham turun dan 69 saham stagnan.
Saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp700 menjadi Rp50.500, Telkom (TLKM) naik Rp150 menjadi Rp8.200, Jasa Marga (JSMR) naik Rp125 menjadi Rp2.300, PTBA naik Rp300 menjadi Rp16.800, BNI (BBNI) naik Rp100 menjadi Rp2.975.
Saham yang turun harganya antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp150 menjadi Rp6.000, Indika Energy (INDY) turun Rp50 menjadi Rp3.225, PGN (PGAS) turun Rp25 menjadi Rp4.100, Bank Danamon (BDMN) turun Rp100 menjadi Rp5.400, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp150 menjadi Rp20.500, London Sumatera Indonesia (LSIP) turun Rp150 menjadi Rp2.400.
Sedangkan bursa-bursa regional cukup variatif. Indeks Komposit Shanghai melemah 13,31 poin (0,51 persen) ke level 2.575,37. Indeks Hang Seng menguat 133,48 poin (0,64 persen) ke level 20.973,39.
Indeks Nikkei-225 melemah 6,81 poin (0,07 persen) ke level 9.496,85. Indeks Straits Times menguat 16,93 poin (0,57 persen) ke level 2.983,92.
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa (27/7) sore, menguat menuju Rp9.000 per dolar AS, karena sentimen positif terhadap ekonomi Indonesia yang makin membaik.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 15 poin mencapai Rp9.000-Rp9.010 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.040-Rp9.050 per dolar AS.
Dirut PT Finan Corpindo Nusa Edwin Sinaga mengatakan, pelaku pasar asing menjelang sore cenderung makin aktif membeli rupiah, karena mereka optimis dengan pertumbuhan ekonomi domestik.
Karena itu, pelaku asing meningkatkan pembelian terhadap rupiah yang mendorong mata uang Indonesia makin mendekati level Rp9.000 per dolar.
Meski begitu, rupiah sulit untuk mencapai angka Rp9.000 per dolar, meski posisinya makin dekat ke level tersebut, namun Bank Indonesia kemungkinan akan menahannya. (iz)
|