Cetak sekarang!

Unindra PGRI Teliti Kecemasan Siswa Terhadap Matematika

Laporan:

 Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI Jakarta berhasil meneliti kecemasan siswa terhadap pelajaran matematika sebagai akibat pengaruh sugesti, kompensasi, kompetensi, latar belakang sebagai variabel independen terhadap kinerja guru, hasil belajar dan hasil ujian nasional pelajaran matematika.
Unindra PGRI Teliti Kecemasan Siswa Terhadap Matematika Jakarta, Pelita Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI Jakarta berhasil meneliti kecemasan siswa terhadap pelajaran matematika sebagai akibat pengaruh sugesti, kompensasi, kompetensi, latar belakang sebagai variabel independen terhadap kinerja guru, hasil belajar dan hasil ujian nasional pelajaran matematika. Bahkan fenomena ini menunjukkan bahwa matematika merupakan sesuatu yang penting dan sangat dibutuhkan. Namun, ironisnya sebagian masyarakat dan siswa menjadikan matematika sebagai sesuatu hal yang ditakuti dan dihindari. Rektor Unindra Dr Sumaryoto MM didampingi Dekan fakultas teknik dan MIPA (FTMIPA) Drs Supardi US, MM dan dosen FTMIPA Prof Dr Sasmoko mengatakan kepada Pelita, di kampus Unindra PGRI, Lenteng Agung, Jaksel, kemarin. Menurut Sumaryoto, saat ini banyak siswa yang enggan mengikuti pelajaran matematika, jika pun melakukannya lebih dikarenakan karena memenuhi tuntutan kewajiban semata ketimbang tuntutan kebutuhan. Dampak pembelajaran yang demikian tercermin dari hasil ujian nasional maupun hasil belajar di sekolah untuk mata pelajaran matematika. Yang masih jauh relatif rendah dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya, kata Sumaryoto. Fenomena ini, katanya, yang mendorong sejumlah dosen pada Fakultas Teknik dan MIPA Unindra PGRI Jakarta guna melakukan penelitian secara acak. Bahkan hasil penelitian itu yang diketuai dosen Prof Dr Sasmoko diberi judul \"Kinerja Guru dan Hasil Belajar Matematika Siswa di Indonesia. Menurut dia, metode penelitian dengan survei yang dilaksanakan Unindra PGRI di beberapa tempat seperti di wilayah DKI Jakarta meliputi Jaksel, Jakpus, Jakbar, Jakut. Jawa Barat meliputi Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Garut, Bekasi, Bogor, Depok dan Tangerang. Banten meliputi Lebak, Serang dan Pendeglang. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan, kontribusi sugesti, kompensasi, kompetensi, latar belakang dan kecemasan siswa terhadap kinerja guru sebesar 65,25 persen adalah sangat signifikan. Namun menurut dia, jika di lihat secara satu persatu ada dua variabel yang tidak signifikan yaitu sugesti guru dan kompensasi guru. Sehingga kedua variabel tersebut perlu mendapatkan intervensi khusus agar lebih berperan terhadap kinerja guru di masa mendarang. Jika dianalisis secara sendiri-sendiri. Sugesti guru dan kompensasi guru tak berpengaruh secara siginifikan. Adapun variabel yang berperan menentukan hasil belajar matematika siswa yakni kompetnsi guru, latar belakang guru dan kecemasan guru terhadap murid-muridnya, ungkap Sumaryoto.(naz)


Sumber: http://203.130.198.30//artikel/29524.shtml