Cetak sekarang!

Kafe di Land Mark Sajikan Tari Telanjang Disegel

Laporan:

 

Hingga kemarin petugas Polsek Setiabudi, Jakarta Selatan, masih terus memeriksa sejumlah penari setengah telanjang (striptease) yang ditangkap saat menari erotis di ruang/kamar Karaoke Century, Karaoke Las V
Jakarta, Pelita

Hingga kemarin petugas Polsek Setiabudi, Jakarta Selatan, masih terus memeriksa sejumlah penari setengah telanjang (striptease) yang ditangkap saat menari erotis di ruang/kamar Karaoke Century, Karaoke Las Vegas, di Gedung Landmark Tower, Jakarta Selatan Sabtu (28/12) malam.

Sementara itu 73 wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersil (PSK) atau pelacur dan pemilik tempat hiburan, Kim Sam Du, asal Korea Selatan, diminta keterangannya. Dalam penggerebekan yang diwarnai dengan hiruk-pikuk pengunjung, seorang PSK sempat pingsan saat digiring petugas.

Penari bugil Andika Dewi, ditangkap Sabtu (28/12) dini hari, saat menari di depan dua tamunya. Kepada petugas wanita setengah baya yang sudah dikaruniai satu putra ini berani melakukan seperti itu jika ada tamu yang meminta untuk menari telanjang di dalam room karaoke.

Ketika ditanya soal tarif, kepada petugas Andika menyebut angka terkecilnya Rp300.000/sekali menari. Sedangkan kawan seprofesinya, Rina Jolo, berhasil lolos karena yang bersangkutan tidak masuk kerja saat penggrebekan.

Aparat Polsek Setiabudi yang menerima laporan masyarakat tentang adanya sajian tari setengah telanjang telanjang itu, sekitar pukul 03.00 WIB mendatangi Karaoke Las Vegas, khususnya di ruang Karaoke Century.

Sesampai di lokasi, petugas mendapati penari bugil tengah meliuk-liukkan tubuhnya di hadapan dua tamu. Seketika itu pula petugas menggiring penari itu dan yang lainnya melakukan operasi ke ruang lain dan berhasil menangkap puluhan PSK dan belasan wanita yang tidak membawa identitas.

"Sebanyak 30 dari 75 orang yag digiring itu adalah wanita berusia muda yang berpraktik asusila. Sebanyak 15 wanita lainnnya diketahui tak membawa atau memiliki kartu identitas," kata petugas Polsek Setiabudi, kemarin.

Hanya saja, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah penari Andika Dewi, 32, warga Jalan Suci Jakarta Pusat dan Kim Sam-du warga Korea, tambahnya.

Dikatakan petugas bahwa awalnya aparat kesulitan memasuki tempat hiburan karena petugas pengamanan di sana melarang. Akan tetapi setelah dijelaskan persoalan tentang laporan masyarakat berkait dengan pelanggaran tindakan kesopanan, petugas keamanan tidak bisa menolak.

"Kita patut sayangkan masih ada tempat hiburan yang nekad menggelar atraksi telanjang. Padahal, sudah banyak kegiatan seperti itu digerebek," kata petugas, yang ikut menggerebek lokasi itu.

Dikatakan lagi bahwa penari itu mengaku baru tiga kali menari telanjang. Itu pun jika ada tamu yang menginginkan tetapi penari Andik tidak membantah jika masih sering melakukan kegiatan serupa di lokasi lain melalui agen yang mengaturnya.

Kafe dan karaoke di Land Mark ini menyediakan balkon untuk para penari erotis setengah telanjang, menghibur para tamunya melalui musik keras dan lembut. Dalam operasi ini aparat tidak menemukan narkoba.(oto/jal)

 

 

 


Sumber: http://116.213.48.92//artikel/5695.shtml