Cetak sekarang!

Mempertaruhkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Laporan:

 BAHWA dialam demokrasi diperbolehkan ada perbedaan pendapat, adalah sebuah hikmah yang harus disyukuri.
Mempertaruhkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa BAHWA dialam demokrasi diperbolehkan ada perbedaan pendapat, adalah sebuah hikmah yang harus disyukuri. Namun, perbedaan pendapat itu selayaknya hendaklah dilandasi oleh keinginan untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan yang dihadapi bangsa. Kalau perbedaan pendapat itu hanya dilandasi semangat asal beda, sudah tentu hanya akan menghabiskan energi bangsa. Apalagi, kalau disertai sikap yang tidak dewasa, sehingga perbedaan pendapat menjadi konflik dan kemudian menjadi tindak kekerasan. Apabila sampai disitu, maka yang dipertaruhkan adalah stabilitas nasional dan bahkan persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, adalah harapan kita, bahwa kita semua dapat menahan diri, menjaga perbedaan sebatas wacana untuk menemukan solusi bangsa yang terbaik. Disinilah batas sengketa Pemilu. Siapapun yang kalah atau menang, hanya sebatas dinding MK, tidak keluar, apalagi dilanjutkan persengketaan di luar gedung. Apapun hasilnya selayaknya ditaati oleh semua pihak. Memang, mungkin tidak mudah untuk mengatasi perbedaan itu. Meskipun sudah diputus MK-pun, tidak ada larangan untuk memberikan penilaian yang bisa berbeda dengan Keputusan MK. Apalagi, kalau ada lembaga negara lain yang berbeda pendapat dengan MK. Meskipun bisa dianggap aneh, kenyataannya bisa terjadi. Selain sistem yang belum terbentuk, otoritas berbagai lembaga itu juga independen satu dengan yang lainnya, sehingga dianggap sederajat. Lembaga negara yang satu tidak saja bisa berbeda pendapat, tetapi juga dapat saling mengajukan permasalahan di depan pengadilan. Misalnya, DPD yang baru saja hendak mempermasalahkan UU Susduk yang baru saja disahkan oleh DPR. Keruwetan seperti itu kita kemukakan, agar kita waspada; bahwa alam demokrasi dan belum mantapnya sistem berbangsa dan bernegara kita tidak berdampak bangsa ini bisa terpecah-belah. Tidak berlebih, bahwa yang sedang dipertaruhkan adalah persatuan dan kesatuan bangsa. Notabene, disaat seperti sekarang, mestinya kita harus mendahulukan persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, tantangan kedepan tidak semakin mudah. Untuk itu, kita semua harus bisa saling menahan diri. Buat apa kita merasa benar sendiri, kalau ternyata hanya menghasilkan perpecahan bangsa? Mungkin terasa sangat ideal, tetapi itulah (memang) yang sedang diperlukan bangsa ini. Yaitu para pemimpin yang bisa menahan diri, bersedia mengalah, tidak merasa benar sendiri, demi persatuan dan kesatuan bangsa. Inilah catatan kita terhadap berbagai permasalahan yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Seandainya Pemilu hanya melahirkan perpecahan bangsa, buat apa menyelenggarakan Pemilu? Sebab, setiap Pemilu memang tidak boleh menjadi alat memecah bangsa, dan sebaliknya harus menjadi alat pemersatu bangsa. Hal itu bisa terjadi, kalau kita semua dapat mentaati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak memperpanjang permasalahan di luar gedung MK. Dan hal itu hanya bisa terjadi, kalau para elit politik kita dapat memberi teladan pada konstituennya, pada masyarakat secara keseluruhan.n


Sumber: http://116.213.48.92//artikel/77011.shtml