|
|
|
| 1. |
SAFARI MERAMBAH JEMBER Dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke 65, Safari Gempita Mutiara Bangsa yang diselenggarakan oleh DNIKS bersama berbagai organisasi minggu lalu telah sampai ke Jember, suatu kota yang letaknya di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Dr. Ir. Sutikto, MSc., Rektor Universitas Jember, yang menjadi Tuan Rumah kegiatan Safari dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya, dengan antusiasme yang tinggi menyambut Tim Safari tingkat pusat dengan laporan telah terbentuknya sekitar 125 Posdaya di desa-desa di seluruh Jember. Satu minggu kemudian menyusul laporan baru terbentuknya tambahan 30 lagi Posdaya di desa-desa yang lebih banyak lagi. .... |
| 2. |
HIPPRADA GERAKAN SAFARI GEMPITA MUTIARA BANGSA Dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional yang baru saja diresmikan di Palu, Sulawesi Tengah oleh Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Boediono, diduga bahwa hasil Sensus Penduduk yang akan diumumkan oleh Presiden SBY pada tanggal 16 Agustus nanti akan berisi kejutan adanya jumlah penduduk yang empat sampai lima juta lebih tinggi dibandingkan perkiraan ahli-ahli yang menyusun proyeksi penduduk sebelumnya. Kalau benar perhitungan sementara itu, menurut Wakil Presiden, merupakan pertanda bahwa pertumbuhan penduduk lebih tinggi dari perkiraan semula, mungkin dalam keadaan meningkat kembali. Penyelesaiannya tidak saja mengharuskan kita bekerja keras, tetapi juga harus bekerja dengan sangat cerdas. .... |
| 3. |
HARAPAN BARU SETELAH HARI KELUARGA Dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional yang diresmikan di Palu, Sulawesi Tengah, oleh Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Boediono, akhir bulan lalu, Ketua Yayasan Damandiri, Prof. Dr. Haryono Suyono, sempat mengadakan pertemuan dengan Rektor Universitas Tadulako, Drs. Sahabuddin Mustafa, Msi. Disamping itu diadakan pula pertemuan khusus dengan Pembantu Rektor, para dosen dan pengurus organisasi mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi yang hadir pada Seminar Nasional tentang Pembangunan berbasis Penduduk dan Kearifan lokal tentang kemungkinan kegiatan bersama untuk membangun keluarga. .... |
| 4. |
REBRANDING PROGRAM KB DI INDONESIA Dalam peringatan Hari Keluarga Nasional di Palu Wakil Presiden RI mengatakan bahwa dari data sementara Sensus Penduduk Indonesia 2010 diperoleh tanda-tanda bahwa jumlah penduduk Indonsia tahun ini akan sekitar 4 atau 5 juta lebih banyak dari perkiraan para ahli. Jumlah penduduk hasil Sensus yang akan diumumkan oleh Presiden SBY pada tanggal 16 Agustus itu kalau benar diatas perkiraan para ahli, menurut Wakil Presiden, merupakan pertanda bahwa pertumbuhannya meningkat kembali. Penyelesaiannya tidak saja kita harus bekerja keras, tetapi juga harus bekerja dengan sangat cerdas. .... |
| 5. |
MEMBANGUN KEMBALI GERAKAN KB DI INDONESIA Awal minggu ini Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke 17 diperingati di Palu, Sulawesi Tengah. Dalam acara akbar yang dipadukan dengan peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat yang ke 7 itu hadir Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Boediono dengan Ibu serta tiga orang Menteri yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Hadir pula Ketua Umum DNIKS Prof. Dr. Haryono Suyono yang sehari sebelumnya memberikan paparan dihadapan Peserta Seminar Nasional tentang Pembangunan berbasis Keluarga dan Kearifan Lokal. .... |
| 6. |
GEBRAKAN KOPERASI DALAM SAFARI GEMPITA MUTIARA BANGSA Dalam suasana peringatan Hari Koperasi 2010 ada baiknya kita amati Gerakan Safari Gempita Mutiara Bangsa yang berusaha membantu masyarakat menyelesaikan target-target MDGs. Dalam gerakan Safari tersebut, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) bersama mitra kerjanya, berusaha mengajak semua pihak melaksanakan kegiatan itu secara mandiri. Oleh karena itu pengembangan ekonomi kerakyatan yang bisa menjadi pendukung yang kuat dari gerakan pembangunan yang marak itu mendapat prioritas yang utama. Gerakan pembangunan ekonomi kerakyatan itu diarahkan mengajak sebanyak mungkin anak bangsa untuk berpartisipasi, prinsipnya adalah agar tidak ada satupun anggota masyarakat yang tidak terlibat dalam upaya besar membangun masyarakatnya. .... |
| 7. |
ANAK BANGSA ADALAH PEMIMPIN MASA DEPAN Akhir minggu ini, tepatnya tanggal 23 Juli 2010, bangsa Indonesia memperingati Hari Anak Nasional 2010. Menurut proyeksi jumlah anak-anak dibawah usia 15 tahun dewasa ini adalah 60 – 65 juta jiwa. Kalau Sensus Penduduk menghasilkan angka sampai 240 juta, maka jumlah anak-anak akan mencapai sekitar 65 – 70 juta jiwa, suatu jumlah yang tidak boleh dipandang enteng. Di masa lalu kita berhasil menekan pertumbuhan penduduk dengan baik sehingga jumlah anak-anak dibawah usia 15 tahun bisa dikurangi sehingga berbagai usaha untuk mendidik anak dan remaja menjadi calon pemimpin masa depan dapat diatur dengan baik. .... |
| 8. |
MERAJUT BUDAYA NASIONAL DARI BUDAYA LOKAL Pada hari Sabtu Pahing 3 Juli lalu, dalam suasana ceria kerabat Kasunanan Solo merayakan ulang tahun peresmian pengangkatan raja, atau disebut sebagai “Wilujengan Jumengan Ndalem SISKS Paku Buwono XIII Tedjowulan” yang ke enam. Bagi penduduk biasa peristiwa pengangkatan dalam suatu jabatan tidak diperingati kecuali kalau jabatan itu merupakan suatu jabatan publik yang peringatannya bisa menjadi pemicu untuk gerakan yang lebih gegap gempita. Dalam hal peringatan masa jabatan Sinuwun Paku Buwono ke XIII Tedjowulan kali ini peringatan itu disertai dengan upacara pengukuhan Anugerah bagi sahabat-sahabat, keluarga dan punggawa yang dianggap berjasa atau bekerja dengan baik. .... |
| 9. |
SAFARI GEMPITA MUTIARA BANGSA DI GORONTALO Hari ini Insya Allah Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. Gusnar Ismail, MM, bersama Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, MPd., didampingi unusr-unsur pemerintah daerah, Pimpinan DPRD dan tokoh daerah lainnya, akan melepaskan sekitar 1300 mahasiswa sebagai rombongan pertama dari 2000 mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Gorontalo untuk melakukan Kuliah Kerja Sibermas (KKS) Tematik Posdaya ke seluruh pelosok desa di Provinsi Gorontalo. Diharapkan hadir dalam acara itu Kepala BKKBN Dr. dr. Sugiri Syarief MPA, Ketua Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Prof. Dr. Haryono Suyono, pejabat teras dan tamu-tamu lainnya dari Jakarta. .... |
| 10. |
MEMBANGUN KEBANGGAAN ANAK-ANAK TUNA GRAHITA Pada hari Sabtu lalu, dalam suasana gembira dan penuh canda, 1500 anak-anak dan ramaja Tuna Grahita, mewakili sekitar 6.000.000 Tuna Grahita dari 26 provinsi di Indonesia berkumpul di arena olah raga Britama Sport yang mewah di Mall Kelapa Gading Jakarta. Suasana meriah itu karena pertemuan yang marak tersebut dihadiri oleh Ibu Herawati Boediono, isteri Wakil Presiden RI, yang dengan penampilan sederhana tetapi ceria mendampingi acara pembukaan Special Olympics Indonesia (SOIna) itu sampai selesai. Ibu dr. Puji Hastuti, MSc PH, selaku Ketua Panitia Pekan Olah Raga Nasional ke 6 Special Olympics Indonesia (SOIna) 2010 bagi atlit-atilit Tuna Grahita tersebut nampak cerah dan berbunga-bunga. .... |
| 11. |
KELUARGA INDONESIA BERGERAK MAJU Dalam suasana keprihatinan dunia dengan berbagai musibah yang saling berganti, sekitar 55 sampai 60 juta keluarga Indonesia pada hari Selasa 29 Juni 2010 diharapkan beramai-ramai merayakan Hari Keluarga Nasional atau Hari Keluarga yang ke 17. Hari Keluarga tahun ini secara kebetulan adalah yang ke 17 dan sekaligus bertepatan dengan Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 65. Hari Keluarga Nasional ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 1993 berdasarkan UU nomor 10 tahun 1992 yang menyatakan bahwa keluarga adalah suatu lembaga masyarakat yang terdiri dari seorang bapak dan ibu dengan anak-anaknya, atau seorang bapak dengan anak-anaknya, atau seorang ibu dengan anak-anaknya, yang didasarkan atas hasil perkawinan yang sah. Pemilihan tanggal 29 Juni didasarkan peristiwa penting berkumpulnya kembali anggota keluarga yang selama berbulan-bulan sebagian besar mengungsi ke desa dan gunung-gunung berjuang mempertahankan kemerdekaan. .... |
| 12. |
Kuliah Kerja Sibermas di Gorontalo Minggu depan, resminya tanggal 29 Juni 2010, bangsa Indonesia akan merayakan Hari Keluarga Nasional yang ke-17. Semua kalangan diajak secara perorangan atau bersama keluarga masing-masing merayakan Hari yang penting itu dengan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa keluarganya berada dalam keadaan sehat dan sejahtera. Bagi keluarga yang belum mencapai keadaan yang bahagia dan sejahtera diharapkan tidak putus asa dan meneruskan perjuangan untuk mencapai keadaan yang lebih bahagia dan sejahtera bersama rekan-rekan lain di desa atau kampung halamannya. Menyongsong hari yang sangat penting itu Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Hi. Nelson Pomalingo, M.Pd, memutuskan untuk mempersiapkan sekitar 1500 – 2000 mahasiswanya dalam pelatihan untuk membantu keluarga di seluruh provinsi melalui Kuliah Kerja Sibermas (KKS), mengembangkan keluarga yang bahagisa dan sejahtera sesuai dengan sasaran dan target-target Millennium Development Goals (MDGs). .... |
| 13. |
CERITA PERJUANGAN PAHLAWAN DEVISA Pada waktu mengikuti Konperensi tentang Kesejahteraan dan Pembangunan Sosial Dunia di Hong Kong minggu lalu, kami dengan rombongan yang terdiri dari Dr Tjuk Kasturi Sukiadi, Ketua DNIKS, sekaligus Ketua BK3S Jatim, Drs. M. Soedarmadi, Direktur Eksekutif Damandiri, Dr. Rohadi Haryanto, Sekjen DNIKS, dan Dr. Mulyono Daniprawiro, Pejabat Senior Damandiri, menyempatkan diri bertemu beberapa TKI yang meninggalkan keluarganya untuk berjuang membangun keluarga sejahtera melalui perjuangan yang berat pada banyak keluarga di Hong Kong. Menjelang Hari Keluarga Nasional 2010 akhir bulan ini tidak salahnya kita menghargai perjuangan yang gigih itu agar kita bisa bekerja keras membentuk dan mengirim tenaga kerja profesional dengan harapan imbalan jasa yang lebih gemilang dimasa datang. .... |
| 14. |
Safari MDGs dan Posdaya Untuk menyongsong Hari Kemerdekaan RI yang ke-65 dan Hari Keluarga Nasional yang ke-17, DNIKS bersama berbagai organisasi dan lembaga pemerintah terkait bermaksud menyelenggarakan Safari MDGs dan pembentukan Posdaya di daerah-daerah strategis untuk mendorong Pembangunan Birokrasi yang berpihak pada rakyat, membentuk dan mengisi Pos Pemberdayaan Keluarga dan mencari Mutiara Bangsa yang akan dinobatkan pada tanggal `10 Nopember 2010 yang akan datang. .... |
| 15. |
KELUARGA INDONESIA BERGERAK MAJU Dalam suasana keprihatinan dunia dengan berbagai musibah yang saling berganti, sekitar 55 sampai 60 juta keluarga Indonesia pada hari Selasa 29 Juni 2010 diharapkan beramai-ramai merayakan Hari Keluarga Nasional atau Hari Keluarga yang ke 17. Hari Keluarga tahun ini secara kebetulan adalah yang ke 17 dan sekaligus bertepatan dengan Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 65. Hari Keluarga Nasional ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 1993 berdasarkan UU nomor 10 tahun 1992 yang menyatakan bahwa keluarga adalah suatu lembaga masyarakat yang terdiri dari seorang bapak dan ibu dengan anak-anaknya, atau seorang bapak dengan anak-anaknya, atau seorang ibu dengan anak-anaknya, yang didasarkan atas hasil perkawinan yang sah. Pemilihan tanggal 29 Juni didasarkan peristiwa penting berkumpulnya kembali anggota keluarga yang selama berbulan-bulan sebagian besar mengungsi ke desa dan gunung-gunung berjuang mempertahankan kemerdekaan. .... |
| 16. |
MEMBANGKITKAN KEMBALI KI HADJAR DEWANTORO Setelah beberapa tahun dicoba mengembangkan beberapa perguruan Tamansiswa dengan berhasil, dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2010, Ketua Majelis Luhur Tamansiswa. Jenderal TNI (Purn) Ki Tyasno Sudarto, Koordinator Perguruan Tinggi Tamansiswa, juga Rektor UST, Prof. Dr. Djohar, MS, dan seluruh jajaran Rektor Perguruan Tinggi Tamansiswa bertekad bersama Yayasan Damandiri dan beberapa lembaga lain bekerja keras membangkitkan kembali keunggulan peninggalan Ki Hadjar Dewantoro dalam bidang pendidikan dengan sungguh-sungguh. .... |
| 17. |
KONPERENSI PEMBANGUNAN SOSIAL DUNIA Sejak tanggal 10 sampai tanggal 14 Juni 2010 di Hong Kong Convention Center diselenggarakan gabungan Konperensi Dunia tentang Kesejahteraan dan Pembangunan Sosial. Konperensi yang dihadiri oleh lebih dari 2000 tenaga ahli profesional, akademisi, praktisi di bidang sosial dan pembangunan sosial, perancang sosial dan para pemangku kebijaksanaan dalam bidang pembangunan sosial tersebut disponsori bersama oleh delapan organisasi sosisal kemasyarakatan di Hong Kong yang bertindak sebagai tuan rumah serta organisasi Kesejahteraan serta Pembangunan Sosial Dunia yang anggotanya tersebar di seluruh dunia. .... |
| 18. |
MENGENANG DAN MENCARI PEJUANG KB DAN ANAK-ANAK Dalam menyongsong Hari Keluarga Nasional akhir bulan ini, ada baiknya gerakan KB Nasional yang sedang direvitalisasi menyempatkan diri mengenang kader-kader pejuang lama dan mencari kader-kader baru untuk diajak mengejar ketertinggalan selama ini. Dalam kesempatan itu patut kita kenang pejuang seperti almarhumah Ibu Hasri Ainun Habibie yang selama hidupnya berjuang untuk KB, pemberdayaan ibu hamil dan anak-anak. Almarhumah Ibu Hasri Ainun Habibie, jauh sebelum menjadi Ibu Negara, telah menjadi salah satu pendamping Ibu Negara, almarhumah Ibu Tien Soeharto, yang sangat tinggi perhatiannya terhadap masalah KB, ibu hamil dan anak-anak. Kepekaan dan perhatian langsung para ibu-ibu yang sangat terhromat tersebut menjamin adanya komitmen politik yang sangat tinggi terhadap program KB yang sangat vital. .... |
| 19. |
MEMBANGUN SUPER TIM Awal minggu ini kita memasuki tanggal 1 Juni 2010, suatu hari yang dikenang indah dimana Bung Karno membahas dan menggali Pancasila dari akar budaya bangsa. Penggalian yang ternyata menempatkan dan menonjolkan persatuan dan kesatuan, hidup gotong royong, sebagai pola hidup yang dipercaya akan membentuk kekuatan yang maha dahsyat. Pola hidup yang kadang dianggap tidak modern dan dipertentangkan dengan pola hidup individualistik yang dianggap modern serta cocok sebagai pola hidup manusia modern. .... |
| 20. |
MEMPERLAKUKAN LANSIA SECARA TERHORMAT Hari ini, 29 Mei 2010, kita memperingati Hari Lansia Nasional. Di desa Palingan, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, DI Yogyakarta, dalam kegiatan Posdaya yang sudah dibentuk di semua desanya, lansia diperlakukan secara terhormat. Mereka tidak “dimanja” atau “dihukum” untuk tinggal di rumah, tetapi bersama generasi muda lainnya ikut kegiatan pemberdayaan keluarga melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Gerakan itu dilakukan secara rutin, seperti awal minggu ini, secara mendadak (adhoc), karena Posdaya desanya menyatakan diri sebagai Pusat Pelatihan Posdaya Pedesaan, harus menerima tamu yang belajar tentang pemberdayaan keluarga. .... |
|
|