Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 18 Juni 2013  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
<<<<<<1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 >>>>>>
141. Apa benar undangan partisipasi ditenderkan
Dalam suasana pembangunan yang harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel dewasa ini ada berita agak aneh yang bisa sangat menganggu. Salah satu berita yang perlu diluruskan adalah ajakan partisipasi melalui iklan layanan masyarakat yang ditenderkan. Ajakan itu merupakan bagian dari strategi komunikasi, informasi dan edukasi, yang dalam hal-hal tertentu berisi juga advokasi yang biasanya sangat efektip kalau dilakukan dengan kemampuan negosiasi yang ulung dan ajakan berpartisipasi yang sopan dan sangat personal. Kalau berita itu benar, dilihat secara tehnis maksud dari upaya itu sangat baik. Ukuran harga produksi dan kualitas pesan yang disampaikan melalui produk-produk iklan akan sangat akurat dan dalam batasan tehnis pesan-pesan yang disampaikan bisa diukur dan dipertanggung jawabkan. ....
142. Mengembangkan Pembangunan gaya baru
Dalam rangka Dies Natalis ke - 45 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Ketua Yayasan Damandiri, sekaligus Guru Besar Universitas Airlangga di Surabaya, Prof. Dr. Haryono Suyono, mendapat kehormatan menyampaikan pidato ilmiah dihadapan Civitas Akademika Perguruan Tinggi yang terkenal di kawasan barat Jawa Tengah tersebut. Dalam kesempatan itu Civitas Akademika Universitas Jenderal Soedirman diajak mengembangkan cita-cita baru yang memberi harapan rakyat banyak. ....
143. PAK ISMAIL SALEH SAKIT PARAH
Sejak Bapak HM. Soeharto wafat pada bulan Januari lalu, kondisi Bapak Ismail Saleh (82), Mantan Jaksa Agung RI dan Mantan Menteri Kehakiman RI pada masa Orde Baru, mulai menurun. Bapak Ismail Saleh yang selama ini terkenal gigih membela pak Harto melalui tulisan-tulisannya itu pernah terkena kanker otak. Dengan pengobatan yang intensif kanker otak yang sangat ganas itu menampakkan gejala membaik. Pak Ismail Saleh melanjutkan kehidupan normal dengan menulis di berbagai media, melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan, di Jakarta dan di Cirebon, serta menekuni hoby seninya yang bervariasi. ....
144. MERANGSANG PENGENTASAN KEMISKINAN MODEL MDGs
Setelah Hari Raya Idul Fitri usai sebaiknya kita segera bekerja keras kembali. Hari ini banyak kantor dan usaha mulai bekerja kembali. Karena itu ada baiknya kita mulai dengan menyegarkan strategi pembangunan sosial kemasyarakatan dengan basis sasaran dan tujuan MDGs yang telah disepakati oleh banyak Kepala Negara di dunia, termasuk oleh Indonesia dalam dua Pertemuan Tingkat Tinggi Dunia pada tahun 2000 dan 2005. Target utama program itu tidak lain adalah penurunan tingkat kemiskinan menjadi separo pada tahun 2015. Indikator target MDGs untuk upaya pengentasan kemiskinan model MDGs adalah jumlah penduduk yang pendapatannya setiap hari kurang dari US$ 1.00, atau kurang dari US$ 2.00. Kedua indikator itu adalah versi PBB dan Bank Dunia. Target kedua adalah poverty gap ratio, yaitu proporsi penduduk dengan pendapatan dibawah US$ 1.00 yang makin mengecil, termasuk di dalamnya kesempatan yang lebih baik dari bagian penduduk termiskin dalam pendapatan atau proksi pengeluaran yang dianggap memadai. ....
145. RIBUT-RIBUT PENSIUN USIA 70 TAHUN
Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang lalu media masa di Indonesia kembali ribut-ribut masalah batas usia pensiun 70 tahun untuk Hakim agung di Indonesia, Terlepas dari topik pembicaraan itu ada sesuatu yang menarik untuk diamati bersama. Karena keberhasilan pembangunan di masa lalu, khususnya dalam bidang KB dan kesehatan, usia harapan hidup penduduk di Indonesia yang biasanya berada dibawah 50 tahun telah meningkat mencapai rata-rata hampir 70 tahun. Bahkan untuk kelompok masyarakat tertentu, yaitu dengan latar belakang sosial ekonomi yang lumayan dan tinggi, usia harapan hidup itu telah mencapai antara 70 – 75 tahun. ....
146. Strategi dan Kebijakan Pembinaan..
Belakangan ini, pasca krisis ekonomi, usaha kecil dan koperasi kembali menguat untuk tetap diberdayakan sebagai bagian yang integral dari perkembangan perekonomian nasional. Hal ini terlihat pada peringatan hari koperasi, 12 Juli 2008 lalu, dimana prisiden SBY bersama Kementrian Koperasi dan jajaran terkait untuk terus berusaha meningkatkan pemberdayaan terhadap pelaku usaha kecil menengah. Secara historis --sejak Rencana Pembangunan Lima Tahunan (Repelita) pertama masa Orde Baru-- pembinaan dan pengembangan usaha kecil telah terarahkan pada upaya menunmbuhkan kemampuannya unutk mengambil peran dalam proses-proses pembangunan nasional. Sebab pertumbuhan pelaku usaha kecil merupakan indikasi tumbuhnya karakteristik kewiraswastaan masyarakat Indonesia. Disamping itu terdapat sinergisitas bahwa tumbuhnya pembangunan usaha kecil akan mempercepat proses pemerataan pembangunan ekonomi yang yang berdampak positip bagi perekonomian masyarakat Indonesia. ....
147. SELAMAT HARI RAYA IDULFITRI
Dua hari lagi kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Pada hari itu keluarga dan bangsa Indonesia memperoleh kesempatan untuk saling maaf memaafkan. Suasana Idul Fitri itu merupakan kesempatan yang sangat langka karena hanya terjadi satu kali setiap tahun. Karena itu peristiwa penting tersebut menjadi pertemuan keluarga, antar sesama sahabat, sesama kenalan, dan sekaligus merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi bagi mereka yang terganggu persahabatannya. Suasana itu kiranya dapat dikembangkan menjadi wadah silaturahmi nasional, sekaligus awal dari suatu tekad baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit menjadi bangsa yang dinamis, bangsa yang mandiri, bangsa yang sejahtera dalam sudana damai karena semua warganya bekerja keras untuk bersama-sama mencapai cita-cita nasional suatu bangsa yang adil dan makmur. ....
148. KASIH SAYANG TANPA PANDANG BULU
Dalam suasana menjelang Hari Raya Idul Fitri sekarang ini kita teringat kembali acara public hearing yang mengharukan antara relawan pembangunan sosial kemasyarakatan dengan jajaran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, khususnya PAH III, yang dipimpin oleh Drs. Ida Bagus Gde Agasta awal bulan ini. Acara itu diisi dialog yang sangat luas dan menarik. Relawan pembangunan kesejahteraan sosial diwakili oleh Ketua Umum Dewan Nasional Kesejahteraan Sosial, Prof. Dr. Haryono Suyono didampingi dua organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan dan pemberdayaan anak-anak penyandang cacat, Yayasan Sayap Ibu yang dipimpin Ibu Hj. Tjiptaning Oetarjo, dan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) yang dipimpin Ibu Purti Muki Reksoprodjo. Public Hearing itu membahas RUU Kesos yang sedang diolah oleh pemerintah dan DPR RI. ....
149. Akibat godaan kebebasan di indonesia
Dalam pertemuan dengan PAH III Dewan Perwakilan Daerah RI di Jakarta minggu lalu, Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) didampingi dua orang Ketua Organisasi Sosial yang bernaung di dalam DNIKS. Dua organisasi itu adalah Yayasan Sayap Ibu, Ibu Hj. Tjiptaning Oetarjo, dan Yayasan Pembina Anak Cacat (TPAC) yang dipimpin Ibu Purti Muki Reksoprodjo. Pertemuan itu untuk membahas RUU Kesos yang sedang dalam penggarapan antara pemerintah dan DPR RI. Yayasan Sayap Ibu dipimpin oleh Ibu Hj. Tjiptaningsih Oetarjo, biasa dipanggil Ibu Oetarjo, adalah seorang pejuang sosial kemanusiaan yang sangat sederhana tetapi berhati mulia. Selama hayatnya, dalam usia diatas 75 tahun, telah menghabiskan waktunya untuk beramal. Ibu sederhana berbudi pekerti luhur tersebut, dengan selalu berdoa memohon kemurahan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan petunjukNya, selalu mampu mengatasi bagaimana memperoleh dana untuk mengurusi anak-anak yang tidak berdosa di Yayasannya di Yogyakarta. Dengan malu-malu Ibu yang sederhana tetapi berhati baja itu menyatakan bahwa kebutuhan dana untuk mengurus anak-anak yang tidak berdosa di asrama yang indah di Yogyakarta itu tidak kurang dari delapan puluh juta rupiah, ditulis Rp. 80.000.000,- bilangan dengan delapan digit. ....
150. Mengatasi Pengangguran Indonesia
Selama ini Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta jajaran kabinet dan pemerintah lainnya telah bekerja keras. Jajaran Menteri dan aparatnya itu telah mengentaskan rakyat banyak dari pengangguran, angka-angka resmi BPS membuktikan kerja keras tersebut. Tetapi, dalam suasana menjelang Hari Raya Idul Fitri sekarang ini, disamping banyak yang siap-siap membeli baju baru, keperluan lebaran lain, dan siap-siap akan pulang mudik Bus, kereta api, bahkan pesawat terbang mulai dibayangkan bakal penuh dan akan sulit mendapat tiket hampir ke semua penjuru tanah air. Sekarang saja sudah mulai sulit, padahal lebaran masih relatif jauh. Banyak anak bangsa mengalami social mobility yang tinggi. Tetapi, seperti di banyak negara lainnya, masih banyak yang belum bisa memanfaatkan kesempatan terbuka yang oleh sebagian indikator makro ekonomi dinyatakan luar biasa. Itu semua karena kita tidak paham bahwa bangsa ini mengalami transisi demografi cepat yang menyebabkan jumlah penduduk diatas usia 15 tahun berlipat hampir tiga kali dibandingkan tahun 1970. Investasi bidang pendidikan yang telah memberi hasil, yaitu penduduk Indonesia yang makin terpelajar, tetapi belum berhasil kita sulap menjadi entrepreneur yang ulung. Anak-anak muda kita belum cukup terampil dan mampu mengambil prakarsa untuk bekerja secara mandiri. ....
151. DNIKS Mengadakan Seminar Tentang RUU KESOS
Pada tanggal 9 September 2008, Pokja RUU Kesos yang dipimpin oleh Ketua DNIKS,. Drs. Sularso, mengadakan Seminar tentang RUU Kesos di Kantor Pusat DNIKS di Jalan Tanah Abang Timur 15, Jakarta. Seminar itu, selain dihadiri oleh anggota Organisasi yang bernaung dalam lingkungan DNIKS, juga diundang pakar-pakar yang diharapkan memberikan masukan untuk dirumuskan dan kemudian menjadi bahan masukan Ketua Umum DNIKS kepada DPR RI maupun pemerintah. Masukan itu diharapkan bisa menyempurnakan pokok-pokok pikiran yang sudah ditampung oleh pemerintah maupun oleh DPR RI dalam konsep yang sedang dibicarakan. ....
152. DNIKS Mengadakan Hearing publik..
Atas undangan Sekretaris Jendral DPD RI, Ibu Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, MSc., pada tanggal 8 September 2008, Ketua Umum DNIKS, Prof. Dr. Haryono Suyono, didampingi oleh Pokja RUU Kesos DNIKS, mengadakan hearing publik di gedung DPD-DPR RI. Dalam hearing publik itu Ketua Umum memberikan paparan pengantar yang tentang pokok-pokok pikiran pembangunan sosial di Indonesia dengan harapan agar anggota DPD RI bisa memperjuangkan kepentingan pemberdayaan keluarga di Indonesia. Pemberdayaan keluarga tersebut merupakan pendekatan baru dalam bidang pembangunan sosial yang diharapkan akan memicu pembangunan keluarga sejahtera dan sekaligus memicu pencegahan munculnya sisa-sisa pembangunan berupa kelompok masyarakat yang tertingal atau masyarakat penyandang masalah sosial. ....
153. Wakil Gubernur Jabar siapkan Posdaya
Dalam dua minggu ini masyarakat Indonesia yang beragama Islam telah menjalankan ibadah puasa. Pada awak bulan, dalam kesempatan silaturahmi yang akrab antara Ketua Umum DNIKS, juga Ketua Yayasan Damandiri, Prof. Dr. Haryono Suyono, dengan Wakil Gubernur Jawa Baat, Dede Yusuf, telah dilaporkan beberapa kegiatan pengembangan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Dalam kesempatan itu disepakati bahwa selama bulan puasa, wakil-wakil kedua pihak akan duduk bersama mempersiapkan pengembangan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di daerah-daerah strategis lain di Jawa Barat. Untuk keperluan itu Yayasan Damandiri bersama mitra kerjanya, yaitu perguruan tinggi, sekolah-sekolah menengah atas, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat yang selama ini bersama-sama mengembangkan program Posdaya di berbagai daerah, akan duduk bersama merancang program pengembangan Posdaya di berbagai kabupaten/kota lainnya tersebut. ....
154. PEMASYARAKATAN BERSAMA RAKYAT
Dalam menjalankan ibadah puasa, kita dianjurkan menahan diri dan banyak beribadah. Banyak tuntunan yang mengajak semua pihak menyejukkan suasana, mengurangi tontonan yang mengetengahkan pornografi, pertengkaran atau angkara murka. Tetapi tidak sedikit televisi, atau media masa lain, yang dengan menarik menyajikan dakwah agama, tetapi segera setelah acara itu usai, stasiun televisi yang sama menyajikan acara lain yang seronok atau penuh caci maki. Melalui saluran yang sama, dalam suasana bulan puasa yang mestinya saling mengembangkan kedamaian, kita kecewa melihat tontonan itu seakan-akan memberi kesan bahwa bangsa Indonesia suka menikmati adegan seronok atau tontonan penuh dengan saling caci maki. ....
155. Membangun Masyarakat Berbudaya Kerja Keras
Para penanggung jawab bangsa ini sedang latah memberikan iming-iming kepada rakyat Indonesia bahwa segala keperluan dasar untuk rakyat akan diberikan secara gratis. Presiden RI mengacu kepada UU bahwa fakir miskin dipelihara oleh negara mengartikannya sebagai kewajiban konstitusi agar keluarga miskin segala sesuatunya diberikan secara gratis, berupa pelayanan kesehatan, pendidikan dan kalau perlu keperluan hidupnya sehari-hari. Untuk melaksanakan proses tersebut BPS dikerahkan mengadakan pendataan keluarga miskin dan mempergunakan hasil pendataan itu, berupa angka individu, sebagai dasar pembagian BLT atau “pemberian lain” dari pemerintah kepada rakyat. ....
156. Posdaya Marak di berbagai Kabupaten dan Kota
Hari ini bangsa Indonesia yang beragama Islam mulai menjalankan ibadah puasa. Awal bulan Ramadan mengingatkan akan segera datangnya Hari Raya Idul Fitri dengan segala ritualnya yang memerlukan dana yang cukup besar. Peristiwa ini merangsang banyak penanggung jawab pembangunan bertekad agar keluarga bahagia dan sejahtera di daerahnya segera diwujudkan. Karena itu, disamping berita gegap gempita adanya pejabat yang dicaci di media masa karena dugaan korupsi, masih banyak pemimpin daerah yang bekerja keras mendampingi warganya bersatu memberdayakan keluarganya agar cita-cita keluarga yang bahagia dan sejahtera segera terwujud. ....
157. MENGURANGI PENGANGGURAN
Sehari sebelum Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke enam puluh tiga, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dimuka Sidang Terbuka DPR, menyampaikan Pidato Kenegaraan yang membesarkan hati. Atas pidato itu ada sementara pengamat yang secara sinis menanggapinya sebagai Pidato Kampanye Pemilihan Presiden tahun 2009. Selanjutnya, setelah upacara bendera yang hikmat sebagai bagian dari upacara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan yang ke 63, setelah penyajian lagu-lagu perjuangan yang mendebarkan hati, pada saat tamu-tamu meninggalkan upacara, untuk pertama kalinya Badan Pusat Statistik, yang dewasa ini dipimpin oleh Dr. Rusman Heriawan, menambah souvenir yang telah dibagikan sebelumnya, dengan sebuah buku saku yang menarik. Buku saku itu menyajikan data statistik strategis BPS dengan uraian yang mudah dibaca dan gampang dimengerti. Angka-angka penting yang disinggung oleh Presiden dalam Pidato Kenegaraan di Sidang terbuka DPR diurai lebih terperinci secara terbuka apa adanya, lengkap dengan keterangan batasan agar pembaca tidak salah mengambil kesimpulan. ....
158. MEMBANGUN BUDAYA CINTA ANAK BANGSA
Tepat pada Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke enam puluh tiga, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono, dikaruniai seorang cucu perempuan yang dilahirkan dengan operasi Ceasar di Jakarta. Seperti kakek dan nenek lainnya di seluruh dunia, Bapak SBY dan Ibu, juga Bapak Aulia Pohan dan Ibu, serta kedua orang tua bayi yang dilahirkan, sangat bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Kelahiran bayi yang disyukuri itu akan menumbuhkan cinta kasih dan rasa sayang yang tidak terhingga. Hampir pasti kakek, nenek dan kedua orang tua bayi akan mendidik anaknya menjadi insan yang taqwa, berbudi pekerti luhur, cerdas, terampil, mencintai kedua orang tua, kakek dan neneknya serta sanggup membangun bangsanya. ....
159. MERDEKA MEMBANGUN KESEJAHTERAAN
Besok pagi, Insya Allah bangsa kita semua akan merayakan Hari Kemerdekaan RI yang ke 63. Rakyat Indonesia yang jumlahnya melebihi 220 juta ini sedang berjuang dengan gigih mengisi kemerdekaan dengan berbagai usaha. Sekitar 60 juta anak-anak dibawah usia 15 tahun, sebagian besar sedang diasuh dengan penuh kasih sayang oleh orang tuanya dengan kerja keras. Para orang tua membina anak balitanya, mengirim mereka ke Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD, menyekolahkan anak-anak yang sudah berusia enam tahun dan mencari sekolah untuk anak-anak mereka yang baru saja lulus SD dan SMP. Kerja keras mengurus anak-anak dibawah usia 15 tahun itu sebagian masih dibantu oleh kakek dan neneknya yang umurnya, berkat pembangunan yang berhasil, bertambah panjang dan makin sejahtera. ....
160. POKOK-POKOK PIKIRAN TENTANG MERUBAH TENAGA KERJA INDONESIA DARI PENONTON MENJADI PEMAIN PEM-NAS
I. Pendahuluan Sejak lama penduduk Indonesia termasuk empat atau lima besar di dunia setelah Republik Rakyat China, India, Amerika Serikat, Rusia dan kemudian Indonesia. Sejak lama potensi itu sudah disadari oleh bangsa kita. Namun, karena kualitasnya yang rendah diperlukan upaya besar-besaran untuk meningkatkan kualitas dan dinamikanya. Upaya itu dilakukan melalui berbagai program pembangunan, antara lain program peningkatan kualitas agar mempunyai tingkat kesehatan yang prima, tingkat pendidikan dan ketrampilan yang tinggi dan mampu bekerja keras dalam industri dan perdagangan dengan keuntungan yang besar. ....
<<<<<<1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 >>>>>>