Tulis Judul Penggiringan Opini, Kompas.com dan Metro TV Dilaporkan ke Dewan Pers

Tulis Judul Penggiringan Opini, Kompas.com dan Metro TV Dilaporkan ke Dewan Pers

Berita yang telah tayang pada media Kompas.com dengan judul

  • "Cek Fakta: Prabowo Sebut Jawa Tengah Lebih Luas dari Malaysia," Penulis: Mela Arnani, Editor: Bayu Galih, tertanggal 17 Januari 2019, pukul 22:10 WIB dan; 
  • Media televisi Metro TV di Metro Pagi Primetime yang berjudul "Prabowo: Jateng Lebih Luas Dari Malaysia," tertanggal 18 Januari 2019 pukul 06:10 WIB, 

baik judul maupun isi kontennya jelas-jelas mengandung kebohongan yang tidak sesuai dengan keterangan narasumber Bapak H. Prabowo Subianto, pada saat berbicara dalam acara debat Calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilu Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dilaporkannya Kompas dan Metor Tipu ke dewan Pers
Dilaporkannya Kompas dan Metor Tipu ke dewan Pers

Sehingga maksud dari isi berita tersebut tidak sesuai dengan keterangan narasumber yang sangat terlihat tidak netral dan objektif.

Maka seharusnya dalam pemberitaan seputar kandidat capres dan cawapres hendaknya diberitakan secara berimbang, tidak cenderung memihak pada kandidat capres dan cawapres tertentu, walaupun ada kepentingan yang menyangkut pemilik perusahaan media. Oleh karena itu, suatu pemberitaan pers (media massa) yang cenderung hanya memihak kepada salah satu kandidat pasangan capres dan cawapres saja dapat dikatakan melanggar asas berimbang yang ditentukan dalam kode etik jurnalistik.

Dalam proses pemilu, pers dituntut melaksanakan peran sosialisasi dan pengawasan agar Pemilu 2019 berjalan secara jujur dan adil. Pers yang membela kepentingan politik salah satu kandidat peserta pemilu tahun 2019, apalagi sengaja menjadi tim sukses, berarti telah mengingkari fungsi pers. Seharusnya fungsi pers sebagai kontrol sosial di masyarakat terkait membuat berita, sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Selain itu, dalam melaksanakan tugas jurnalistik, maka pers harus tunduk dan patuh pada Kode Etik Jurnalistik yang bersikap independen untuk menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk maupun ada kepentingan politik terhadap salah satu peserta Pemilu 2019.

Gedung Dewan Pers Kebon Sirih,
Jakarta, 22 Januari 2019

Post a Comment

0 Comments