Kulit merupakan sistem ekskresi yang memiliki banyak peranan di dalam tubuh manusia, salah satunya adalah melindungi jaringan di bawah kulit sekaligus mengatur suhu tubuh. Lantas bagaimana cara kulit mengatur suhu tubuh yang sebenarnya? 

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang bagaimana kinerja kulit dalam mengatur suhu tubuh manusia. Anda dapat menyimak informasi dan ulasan lengkapnya berikut ini. Let’s check these out!

Cara Kulit Mengatur Suhu Tubuh

Sebelum kita membahas tentang bagaimana cara kulit mengatur suhu tubuh, terlebih dahulu kita akan membahas tentang kulit itu sendiri. Kulit merupakan suatu lapisan tipis di dalam tubuh manusia yang menutupi dan memberikan perlindungan terhadap seluruh permukaan tubuh. 

Kulit memiliki tiga lapisan yang terdiri atas : 

Kulit ari atau lapisan epidermis

Kulit ari terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan tanduk dan juga lapisan Malpighi. Lapisan tanduk ini merupakan suatu lapisan yang terletak paling luar dan terdiri atas sel – sel kulit mati. Lapisan ini merupakan lapisan yang dapat mengelupas. 

Sementara lapisan Malpighi merupakan sebuah lapisan kulit yang terletak di bawah lapisan tanduk dan terdiri atas sel – sel yang hidup. Lapisan Malpighi sendiri merupakan sebuah lapisan yang mengandung pigmen melanin dan memiliki fungsi untuk memberi warna pada jaringan kulit. Lapisan ini juga berfungsi memberikan perlindungan terhadap kulit dari sengatan sinar matahari. 

Kulit jangat atau lapisan dermis

Kulit jangat merupakan lapisan kulit yang terletak di bagian bawah lapisan kulit ari. Di dalam kulit jangat terdapat kelenjar keringat, kelenjar minyak, pembuluh darah, ujung saraf dan juga kantong rambut. Ujung saraf terdiri atas beberapa bagian. Terdapat ujung saraf peraba untuk mengenali rabaan, ujung saraf perasa untuk mengenali tekanan dan ujung saraf suhu untuk mengenali suhu. 

Kulit juga memiliki suatu kelenjar yang dapat menghasilkan keringat. Kelenjar tersebut disebut sebagai kelenjar keringat. Kelenjar keringat ini berbentuk tabung berbelit yang jumlahnya sangat banyak dan terletak di sebelah dalam kulit jangat, bermuara di atas pemukiman kulit dan di dalam lekukan halus yang sering kita sebut sebagai pori – pori. 

Terdapat beberapa kelenjar keringat yang dapat berubah sifat dan di jumpai pada kulit sebelah dalam telinga. Pertama, kelenjar tersebut  disebut sebagai kelenjar serumen. Kedua, adalah kelenjar sebasea. Kelenjar sebasea ini merupakan kelenjar kantong di dalam kulit yang berbentuk seperti botol dan bermuara di dalam folikel rambut. 

Kelenjar ini banyak terdapat di bagian atas yaitu di kepala dan muka, tepatnya di area sekitar hidung, mulut dan telinga. Namun sama sekali tidak terdapat di kulit telapak tangan dan telapak kaki. 

Jaringan ikat bawah kulit

Pada kulit terdapat suatu jaringan yang bernama jaringan ikat bawah kulit. Jaringan ini menyimpan cadangan lemak dan memiliki fungsi sebagai cadangan makanan serta pengendali suhu tubuh agar suhu tubuh tetap dalam kondisi hangat. 

Selain memiliki fungsi untuk menutupi seluruh permukaan tubuh, kulit juga memiliki fungsi sebagaimana yang kita sebutkan sebelumnya yaitu sebagai salah satu organ ‘zat ekskresi’. Sebagai zat ekskresi, kulit mengeluarkan zat sisa berupa air dan garam – garaman yang disebut sebagai keringat. 

Cara kulit mengatur suhu tubuh normal adalah ketika suhu tubuh mengalami peningkatan atau suhu udara di lingkungan sedang dalam kondisi tinggi, kemudian pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini menyebabkan akan ada banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut. 

Pangkal kelenjar keringat akan berkaitan dengan pembuluh darah sehingga nantinya akan terjadi suatu proses penyerapan air, garam dan sedikit urea oleh bagian kelenjar keringat. Kemudian air bersama dengan larutannya akan keluar melalui pori – pori yang merupakan ujung dari kelenjar keringat itu sendiri. 

Keringat yang sudah keluar akan membawa panas tubuh sehingga menjaga suhu tubuh agar tetap normal adalah suatu hal yang sangat penting. Ketika suhu tubuh di kelilingi panas, maka kemudian kulit akan mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat serta urin yang dihasilkan akan cenderung lebih sedikit. 

Sebaliknya ketika suhu tubuh dingin, maka tubuh hanya sedikit memproduksi keringat dan pengeluaran air akan lebih banyak melalui urin atau ginjal. Demikian informasinya tentang kulit dan bagaimana cara kulit mengatur suhu tubuh yang Anda harus ketahui.

Write A Comment