‘Ideologi Kaum Alay’ Mengancam Masa Depan Indonesia
Ilustrasi ideologi kaum alay

‘Ideologi Kaum Alay’ Mengancam Masa Depan Indonesia

Oleh: Adib Zain

Saya tidak menemukan istilah, untuk menjelaskan sesorang yang pada malam hari menenun, esok pagi mengurai kembali hasil tenunannya atau melakukan sesuatu tidak menghasilkan produk atau jasa yang berguna, tapi mendapat uang dan kekayaan. Yang muda uphoria dan yang tua semakin menggila, sebut saja mereka ‘kaum alay’ kata anak ‘zaman now’.

ideologi kaum alay indonesia
Ilustrasi ideologi kaum alay

Mereka yang sebagian tergabung dalam birokrasi korup, kelompok bisnis rente, partai politik yang tidak sehat dan lembaga sosial yang bermental buruk. Bagi mereka hidup adalah permainan, untuk apa, mereka sendiri sudah tidak tahu lagi, karena kalau tidak ‘bermain’ akan tersingkir atau masuk penjara. Kelompok yang berprilaku ‘norak’ ini bersatu, sebagai contoh korbannya adalah Mahfud MD.

Kelompok seperti ini pun nanti akan masuk menjadi pendukung Prabowo-Sandi. Disatu sisi menambah ‘sahabat’, disisi yang lain, melemahkan semangat para loyalis Prabowo Subianto dan pemilih pemula dan pemilih rasional dari Sandiaga Salahuddin Uno.

Kaum alay mengacaukan proses kristalisasi politik yang tengah berlangsung di tubuh pendukung Prabowo-Sandi, sehingga Pilpres bukan ikhtiar meraih cita-cita dan harapan, tetapi; kontes badut yang digerakkan oleh petualang politik dan disponsori para bandar. Padahal mayoritas ‘arus bawah’ sepakat #2019GantiPresiden.

Saya selalu terkesima dan terharu kalau mendengar Prabowo bicara, yang selalu nasionalis, pro rakyat, ingin menjaga kekayaan nasional tidak dibawa keluar. Menjaga kedaulatan negara atas seluruh tumpah darah Indonesia, oleh karena itu sejak 2014 saya berharap beliau menjadi Presiden.

Saya juga memahami keikhlasan dan keprihatinan Sandi atas melemahnya perekonomian rakyat kita, hilangnya tanah-air dari pemilik asal dan hancurnya usaha tradiasional rakyat karena regulasi negara dan kebijakan pemerintah yang dirusak oleh kaum alay.

Tetapi, kini ketika mereka masuk kegelanggang lagi dan mulai memainkan peran strategis ditengah meroketnya dukungan dan harapan rakyat kepada Prabowo-Sandi. Loyalis Prabowo dan Pejuang212 pasti akan tersisihkan dan harapan terwujudnya efek ‘sandinomic’ akan sirna karena kompromi elite, seperti terjadi saat reformasi 20th lalu. Bisa berakibat negatif pada elektabilitas Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019.

Hambatan kita untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia terletak pada para elit politik, elit birokrasi, penikmat rente ekonomi dan agen global yang merasa terganggu jika ideologi Pancasila dan seluruh pengelolaan negara berdasarkan konstitusi serta penegakan hukum menjadi lebih baik. Mereka tidak mau ada pemerintahan yang kuat dan didukung oleh rakyat Indonesia.

Issue ‘mahar politik’ sengaja ‘ditiupkan’ untuk membuat stigma, Sandi anak muda yang shaleh dan ikhlas bermain ‘kotor’ juga seperti mereka selama ini yang menghancurkan sistem dan pelaksanaan Pemilu di Indonesia. Menyewa lembaga survey dan membayar media untuk pembentukan opini. Politik uang, pencitraan, manipulasi data pemilih dan penghitungan suara, termasuk menyuap serta ‘menyandera’ KPU dan MK. Bentuk kejahatan demokrasi kelompok ini.

Pemimpin sekelas Prabowo yang menyumbang dari kocek sendiri untuk membantu ‘anak buahnya’ sewaktu dinas militer atau menghidupkan partai sendiri serta tidak segan-segan keluar uang guna mendukung penuh para calon kepala daerah dan calon legislatif yang baik untuk bisa menang Pemilu, harus dirusak dan tidak boleh eksis, karena akan menghalangi agenda besar mereka menjarah Indonesia.

Sebagai loyalis Prabowo dan orang yang sayang kepada potensi anak muda seperti Sandi saya sungguh khawatir jika soliditas internal kelompok oposisi pemerintah dan rakyat yang dalam empat tahun ini terus mengalami kesulitan hidup serta kehilangan masa depan semakin frustrasi karena gerakan politik elit telah memupus seketika semangat kolektif rakyat untuk memberi mandat kepada Prabowo-Sandi memimpin Indonesia.

Negara ini akan terus ditengah badai, yang ditiupkan sendiri oleh mereka yang menganut ‘ideologi kaum alay’

Leave a Reply

Close Menu