Pengolahan air limbah kini menjadi perhatian penting oleh pemerintah. Dikarenakan pengolahan air limbah ini bisa menjaga lingkungan serta keberlangsungan hidup manusia di tahun akan datang. Salah satu rekomendasi IPAL yang dicanangkan adalah IPAL Komunal.

IPAL ini dipilih dikarenakan biaya yang dikeluarkan jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan pengolahan secara pribadi. Selain itu, penggunaan IPAL ini juga memiliki manfaat yang sangat besar untuk menjadi lingkungan dari berbagai aspek. Di bawah ini ulasan mengenai IPAL berbasis komunal yang direkomendasikan oleh pemerintah.

IPAL Komunal

IPAL Komunal merupakan rekomendasi pengolahan limbah yang dihasilkan oleh manusia pada bangunan WC ataupun kamar mandi yang kemudian dialirkan pada suatu penampungan atau wadah besar. Umumnya, penggunaan IPAL ini bisa dimanfaatkan secara bersama-sama atau berkelompok agar limbah yang dihasilkan menjadi lebih banyak. Sebutan yang lebih akrab dikenal oleh masyarakat adalah septic tank.

Komponen IPAL Komunal terdiri dari berbagai unit, mulai dari jaringan pipa yang bisa disambungkan ke rumah tangga, bak kontrol, lubang untuk wadah, hingga dukungan pengolahan limbah lainnya. Umumnya, unit pengolahan limbah ini ditempatkan jauh dari lokasi warga. Namun, terdapat juga IPAL Komunal yang dibangun di lokasi pemukiman warga.

Mengapa Harus Ada IPAL Komunal?

Selama manusia hidup dan melakukan aktivitas, maka akan menghasilkan limbah berupa kotoran. Adanya IPAL ini dapat membantu masyarakat dalam melakukan pengolahan terhadap limbah tersebut. Selain itu, penggunaan IPAL Komunal ini juga dapat dimanfaatkan oleh warga dalam mengolah limbah padat dan limbah cair. Pada limbah padat bisa berupa sampah dan limbah cair berupa air cucian ataupun sebagainya.

Tentunya kedua limbah ini tidak bisa dibuang secara sembarangan oleh warga. Hal ini mengingat keduanya bisa menyebabkan kerusakan lingkungan hingga penyebaran polusi udara. Harusnya air limbah yang akan dibuang perlu diolah terlebih dahulu untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia. Pengolahan yang bisa dilakukan, yakni menggunakan IPAL Komunal yang sudah dicanangkan oleh pemerintah.

pengolahan limbah industri skala besar
pengolahan limbah industri skala besar

Akibat jika Tidak Ada IPAL

1. Kesehatan

Air limbah yang dihasilkan oleh WC memiliki kandungan bakteri E.Colli yang bisa menyebabkan berbagai penyakit perut, seperti kolera, diare, dan typhus. Jika air limbah yang dihasilkan tidak diolah dengan sangat baik, maka limbah WC dapat merembes ke dalam sumur. Apalagi jika jarak antara sumur dan septic tank memiliki lokasi yang dekat.

Meskipun air ini hanya digunakan untuk kebutuhan mandi, gosok gigi, ataupun wudhu, bakteri yang tersisa masih dapat masuk ke dalam bagian tubuh melalui lubang pori-pori. Bila limbah langsung dibuang ke aliran sungai, maka penyebaran bakteri menjadi lebih luas. Tentunya ini membuat limbah cair yang dihasilkan harus diolah terlebih dahulu agar kesehatan manusia dapat dijaga.

2. Lingkungan

Pada dampak lingkungan, hasil dari limbah cair bisa merusak keasaman atau tingkatan Ph tanah. Hal ini dikarenakan limbah seperti cucian memiliki kandungan kimia yang ada dihasilkan oleh deterjen. Selain itu, limbah ini juga dapat mematikan tumbuhan ataupun hewan tertentu jika dibuang secara sembarangan. Dalam waktu panjang, tentunya limbah ini dapat merusakan ekologi tanah secara keseluruhan.

3. Estetika

Pada segi estetika, limbah padat bisa menyebabkan pemandangan yang tidak sedap. Tidak hanya itu, limbah ini juga dapat menimbulkan masalah pada polusi udara dikarenakan bau yang dihasilkan tidak nyaman untuk dihirup oleh manusia.

Lihat pula: Mengenal Sistem IPAL

Bagaimana Mengolah Limbah Menggunakan IPAL Komunal?

Warga hanya perlu menyiapkan beberapa komponen, seperti pipa, wadah besar, dan pengolah limbah lainnya. Pipa-pipa ini disambungkan dengan masing-masing rumah yang kemudian diarahkan pada penampungan besar untuk diolah lebih lanjut. Biasanya, terdapat orang yang sebelumnya sudah dipilih oleh warga untuk melakukan pemeliharaan terhadap penampungan air limbah tersebut.

Pada penampungan ini memiliki bentuk beraneka macam yang bisa disesuaikan berdasarkan dengan banyaknya limbah yang dihasilkan. Selain itu, pada penampungan ini terdapat dua sistem yang sering digunakan, yaitu Rotary Biological Contact atau Contact Aeration. Kedua jenis pengolahan ini memanfaatkan siklus aerob dan anaerob yang kemudian air dialirkan ke dalam sumur resapan.

Bagaimana Proses Pembangunan IPAL Komunal?

Terdapat beberapa proses yang bisa dilakukan dalam pembangunan IPAL berbasis Komunal. Salah satunya, yakni melakukan persetujuan terhadap warga dengan menjelaskan dampak serta keuntungan dalam pengolahan air limbah. Di bawah ini proses-proses yang perlu dilakukan sebelum membangun IPAL Komunal sebagai tempat untuk melakukan pengolahan terhadap limbah cair dan limbah padat:

  • Meminta persetujuan dan komitmen masyarakat sekitar untuk membangun IPAL Komunal.
  • Menanggung konsekuensi biaya dan perawatan secara bersama.
  • Melakukan survey teknis dan survey sosial terlebih dahulu.
  • Memberikan sosialisasi terhadap warga untuk memilih konstruksi jenis IPAL Komunal.
  • Melakukan pembangun konstruksi IPAL Komunal.
  • Pelatihan untuk perawatan IPAL dan mengoperasikannya.

IPAL Komunal menjadi alternatif terbaik untuk Anda secara bersama dalam melakukan pengolahan terhadap air limbah. Besarnya dampak yang dihasilkan jika limbah tidak diolah, membuat IPAL ini menjadi sangat penting untuk dilakukan.

Write A Comment