Beberapa daerah di Indonesia sangat teguh memegang adat istiadat di tengah modernisasi saat ini. Suku Baduy Dalam adalah salah satunya. Perkampungan suku ini terletak di Cibeo, Cikeusik an Cikertawana. Sebagai orang Indonesia, Anda harus tahu apa saja keunikan dan ciri khususnya.

Keunikan Suku Baduy Dalam

Perkembangan sektor pariwisata saat ini membuat masyarakat tertarik pada suku lain yang dinilai lebih unik. Mayoritas wisatawan jika ingin mengunjungi suku baduy lebih memilih untuk bermalam di Kampung Cibeo. Hal ini dikarenakan kampung tersebut masih terbuka oleh orang luar.

Walaupun ada beberapa larangan yang harus dipatuhi oleh para wisatawan. Contohnya seperti dilarang mengambil foto, menggunakan bahan kimia saat mandi dan masih banyak lagi yang lainnya. Menariknya, hal ini tak menyurutkan niat wisatawan untuk berkunjung, apalagi yang suka privasi.

Lalu apa saja sih keunikan lain dari Suku Baduy Dalam? Simak beberapa poin di bawah ini ya:

1. Kekeluargaan yang Erat

Seiring perkembangan zaman, nilai kekeluargaan dan gotong royong mulai terkikis, namun hal ini tidak terjadi di Suku Baduy Dalam. Masyarakat saling membantu satu sama lain, terlebih ketika harus berpindah tempat tinggal (nomaden) mencari yang tanahnya subur.

Rumah Rumah Suku Baduy Dalam
Rumah Rumah Suku Baduy Dalam / IndonesiaKaya

2. Kebahagiaan Sederhana

Jika Anda menghabiskan malam dengan ada di cafe yang mahal, maka ini tidak terjadi pada Suku Baduy Dalam. Mereka memilih untuk berdiam diri di rumah sambil menatap bintang (karena di sana belum ada aliran listrik), memainkan kecapi dan kumpul bersama tetangga.

3. Hidup Hemat dengan Berjalan Kaki

Suku Baduy Dalam memang masih memegang teguh ajaran nenek moyang yaitu harus berjalan kaki kemanapun perginya, baik itu mengunjungi saudara di kota besar, menjual hasil kerajinan dan lain-lain. Semua itu dilakukannya tanpa ada rasa mengeluh, hebat kan?

4. Terdapat Seorang Pu’un

Pu’un bagi masyarakat Baduy Dalam adalah kepala adat yang mengatur semua warganya. Pu’un memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh warga biasa.

Tugasnya adalah menentukan masa tanam dan panen, membuat hukum serta mengobati yang sakit. Tidak sembarangan orang bisa bertemu Pu’un.

5. Bentuk Rumah Tidak Menandakan Status Sosial

Di daerah Anda pasti rumah besar dan bagus mencirikan bahwa penghuninya adalah orang kaya. Hal ini tidak terjadi di Suku Baduy, pembeda kekayaan bukanlah rumah melainkan tembikar yang terbuat dari kuningan. Siapa yang banyak memilikinya maka semakin kaya.

Ciri-Ciri Khusus Suku Baduy Dalam

Sebenarnya Suku Baduy dibagi menjadi dua yaitu dalam dan luar. Ada beberapa ciri khusus yang membedakannya. Baduy Dalam dikenal dengan nama Tangtu, yaitu kelompok yang tinggal dalam hutan dan sangat kental dengan tradisi nenek moyang.

Ciri pakaiannya adalah berkerah dan berkancing, apabila berjalan tidak memakai alas kaki, pakaiannya selalu berwarna biru tua dan putih, tidak mengenal teknologi, sekolah dan uang. Ketika berkomunikasi mereka menggunakan bahasa khusus yaitu Sunda dan huruf aksara hanacaraka.

Suku Baduy Dalam memiliki pantangan, yaitu tidak boleh menggunakan peralatan lain di luar daerah mereka. Alhasil dibuatlah jembatan bambu untuk menghubungkan antar desa. Walaupun begitu jembatan bambu ini cukup kuat untuk dilewati.

Hal tersebut tentu berbeda dengan Suku Baduy Luar yang mengelilingi wilayah tinggal Baduy Dalam. Mereka sudah mengenal uang, sekolah dan teknologi. Beberapa dari mereka menjadi pedagang madu di kota besar.

Sesekali, liburan tidak harus berkunjung ke tempat yang mewah, Anda bisa tinggal sementara waktu di daerah Suku Baduy untuk merasakan betapa nikmatnya sebuah privasi. Namun pastikan semua pekerjaan sudah selesai karena di sana tidak ada listrik atau teknologi.