Dunia Bisnis

Pengertian Procurement dalam Bahasa Indonesia

Berasal dari kata bahasa Inggris, yakni ‘Procurement’, yang artinya ‘Pengadaan Barang’. Istilah kata Procurement sendiri sering sekali digunakan di...

Written by Editorial · 2 min read >
proses procurement sesuai SAP

Berasal dari kata bahasa Inggris, yakni ‘Procurement’, yang artinya ‘Pengadaan Barang’. Istilah kata Procurement sendiri sering sekali digunakan di industri – industri dalam maupun luar negeri. Sederhananya, Procurement dapat didefinisikan sebagai suatu proses pencarian sumber dan pemesanan barang dan jasa untuk kegiatan produksi. Procurement ini sendiri biasanya ditangani oleh Departemen Procurement.

Secara umum, pengertian Procurement adalah salah satu fungsi terpenting dalam manajemen material. Tidak hanya melibatkan mengenai pengadaan material untuk kegiatan produksi, Procurement ternyata juga berperan penting dalam pencarian dan pengadaan mesin – mesin produksi, alat – alat, serta perlengkapan produksi dan fasilitas lain yang mendukung kelancarkan proses produksi.

Pengertian Procurement Menurut Ahli

Weele – 2010

Procurement adalah proses mendapatkan barang dan jasa dengan pengeluaran terbaik, baik itu dari segi kualitas maupun kuantitas yang tepat. Juga dilakukan di waktu dan tempat yang tepat guna mendapatkan hasil keuntungan secara langsung, baik bagi pemerintah, perusahaan, atau pribadi.

Christopher & Schooner – 2007

Procurement adalah kegiatan mendapatkan barang dan jasa secara transparan dan efisien, sesuai kebutuhan penggunanya.

Budiharjo Hardjowijono & Hayie Muhammad – 2008

Procurement adalah pengadaan barang dan jasa yang harus dilaksanakan berdasarkan prinsip – prinsip yang dipraktekkan secara internasional efisien, keterbukaan, akuntabilitas, efektifitas, dan tidak diskriminasi.

Selain itu ada beberapa ahli yang juga memberikan pendapat bahwa Procurement adalah kegiatan yang memiliki peranan penting dalam mempertahankan keberlangsungan hidup perusahaan, khususnya di industri manufaktur. Pada dasarnya Procurement dibedakan menjadi dua bagian, yakni secara Procurement sederhana dan Procurement kompleks.

Yang dimaksud dengan Procurement sederhana, yakni tidak memiliki hal lain kecuali pengadaan barang secara berulang – ulang. Sementara itu untuk Procurement kompleks meliputi pencarian supplier untuk jangka panjang atau tetap secara fundamental yang berkomitmen dengan satu organisasi.

Prinsip Dasar Procurement

Efisien

Prinsip efisiensi dalam Procurement adalah penggunaan sumber daya dalam jumlah, kualitas, dan waktu yang optimal.

Efektif

Prinsip efektif dalam Procurement adalah penggunaan sumber daya dengan nilai manfaat yang tinggi.

Persaingan sehat

Prinsip persaingan sehat dalam Procurement adalah persaingan antar calon penyedia barang dan jasa berdasarkan etika maupun norma yang berlaku. Dimana dalam persaingan sehat tersebut tidak ada kecurangan dan praktek korupsi, kolusi, atau nepotisme.

Terbuka

Prinsip terbuka dalam Procurement adalah pemberian kesempatan kepada penyedia barang dan jasa yang benar – benar kompeten, dengan cara mengikuti sistem dalam Procurement itu sendiri.

Transparansi

Prinsip transparansi dalam Procurement adalah pemberian informasi secara lengkap, mengenai aturan dari pelaksanaan Procurement kepada calon penyedia barang dan jasa.

Tidak diskriminatif

Prinsip tidak diskriminatif dalam Procurement adalah memberikan perlakuan yang sama kepada semua calon penyedia barang dan jasa yang mengikuti Precurement.

Akuntabilitas

Prinsip akuntabilitas dalam Procurement adalah pertanggung jawaban atas pelaksanaan Procurement kepada pihak yang terkait berdasarkan etika, norma, serta ketentuan dalam perundang – undangan yang berlaku.

Metode Pengadaan Barang atau Jasa (Procurement)

Pengadaan secara langsung (Direct Procurement)

Ini merupakan pengadaan bahan baku yang berakibat pada operasional dan keberlanjutan proses produksi. Biaya yang diperlukan untuk pengadaan barang dengan metode tersebut memang tergolong besar, harus dilakukan secara rutin, dan pengontrolan yang ketat.

Tender

Metode yang kedua ini lebih sering dilakukan oleh perusahaan – perusahaan besar. Metode tender dalam Procurement bertujuan untuk mengumpulkan vendor dalam upaya pengadaan barang atau jasa.

Request for proposal

Ini adalah permintaan formal dalam pengajuan proposal yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Umumnya pengajuan proposal tersebut ada kaitannya dengan pekerjaan jasa.

Request for quotation

Lalu untuk yang terakhir ini merupakan metode yang paling mudah dilakukan, sebab pengajuan ini tidak menggunakan proposal resmi, bahkan perusahaan hanya perlu memilih 3 vendor terbaik untuk menerima penawaran.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang dari mana asal kata Procurement. Semoga informasinya bermanfaat.

cotoh totebag

5 Model Tas Seminar Paling Populer

Editorial in Dunia Bisnis
  ·   2 min read