Untuk masyarakat Indonesia yang sering melakukan impor atau berniat membeli barang dari luar negeri, maka Anda perlu memperhatikan mengenai peraturan impor terbaru. Peraturan impor ini akan sangat mempengaruhi importir barang, termasuk importir barang China. Perubahan kebijakan mengenai impor barang didasari oleh beberapa faktor.

Peraturan Impor Barang dari China Terbaru

Berdasarkan peraturan terbaru yang telah dikeluarkan oleh Menteri Keuangan mengenai pajak impor barang kiriman, terdapat beberapa perubahan yang perlu diperhatikan bagi masyarakat yang sering melakukan impor barang.

Salah satu perubahan adalah mengenai penyesuaian nilai pembebasan bea masuk. Awalnya, pembebasan bea dikenakan pada barang bernilai USD 75 per penerima berubah menjadi USD 3 per kiriman. Peraturan terbaru mengenai impor tersebut telah berlaku sejak tanggal 30 Januari 2020.

Perubahan kebijakan tersebut didasari oleh banyak faktor. Beberapa faktor yang menyebabkan perubahan adalah meningkatnya pengiriman barang melalui e-commerce dan sebagai usaha untuk melindungi usaha dalam negeri.

Tarif impor semula yaitu kurang lebih 27,5% sampai 37,5% dengan rincian PPN 10%, bea masuk 7,5%, PPh 10% dengan NPWP atau PPh 20% tanpa NPWP. Kebijakan tarif impor tersebut berubah menjadi kurang lebih 17,5% dengan rincian besar bea masuk 7,5%, PPN 10%, serta PPh 0%.

Peraturan khusus diterapkan untuk komoditi tas, sepatu,serta produk tekstil. Tiga komoditi tersebut tetap diberikan pembebasan bea masuk sampai USD 3 dan lebih dari itu dikenakan tarif normal. Rincian bea masuk untuk tas 15-20%, sepatu 25-30%, produk tekstil 15-25%, PPh 7,5-10%, dan PPN 10%.

Aturan ini disarikan oleh: Forwarder China Indonesia

Ketentuan Perpajakan Barang Impor

Sebelum impor barang dari luar negeri, Anda perlu mengetahui ketentuan-ketentuan impor yang berlaku. Anda bisa memperoleh informasi dari website bea cukai. Terdapat beberapa ketentuan perpajakan yang perlu diketahui, yaitu:

  • Barang kiriman dengan nilai kurang dari USD 3 per orang per kiriman tidak dikenakan bea masuk. Barang yang bernilai lebih dari USD 3 dikenakan bea masuk.
  • Barang kiriman dengan nilai sama dengan USD 1500 dikenakan PPN tanpa dipungut PPh. Barang kiriman dengan nilai lebih dari USD 1500 dikenakan tarif bea masuk umum.
  • Barang kiriman dengan nilai lebih dari USD 1500 diberitahukan dengan dokumen PIB atau PIBK.
  • Hadiah atau barang kiriman sampel tetap akan ditetapkan nilai pabean dengan membandingkan dengan data harga pembanding. Apabila nilai kurang dari USD 3 tidak dikenakan bea masuk, namun jika lebih dari USD 3 dikenakan bea masuk.
  • Barang kiriman yang merupakan barang mewah (berlian, produk fashion branded, dan sebagainya) akan dikenakan Pajak Penjualan Barang Mewah.

Peraturan impor barang ada dengan harapan dapat melindungi konsumen dan industri dalam negeri. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin melakukan impor penting untuk mengetahui ketentuan peraturan impor terbaru. Adanya tarif impor yang diterapkan untuk pembelian barang di e-commerce juga diharapkan agar konsumen dapat bijak sebelum melakukan pembelian.

Write A Comment