Pariwisata

Melirik Pesona Bukit Cumbri di Wonogiri

Wonogiri merupakan salah satu Kabupaten yang teletak di provinsi Jawa Tengah. Pada bagian barat kabupaten ini, berbatasan langsung dengan...

Written by Editorial · 2 min read >
bukit cumbri wisata wonogiri

Wonogiri merupakan salah satu Kabupaten yang teletak di provinsi Jawa Tengah. Pada bagian barat kabupaten ini, berbatasan langsung dengan kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Jika anda sedang berada di Jogja dan ingin menyambangin daerah ini, anda dapat melakukan perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan pribadi, travel atau bus. Waktu tempuh dari Jogja menuju ke Wonogiri berkisar antara 2-3 jam. 

Banyak yang belum mengetahui bahwa Wonogiri memiliki potensi wisata yang tak kalah bagusnya dengan daerah lain di Jawa Tengah. Kabupaten ini memiliki ojek wisata pantai, gunung, goa, dan juga waduk Gajah Mungkur yang sangat terkenal.  Salah satu yang akhir-akhir ini menjadi primadona adalah Bukti Cumbri

Bukti Cumbri terletak di Desa Kepyar, kecamatan Purwantoro, kabupaten Wonogiri. Dari pusat kota Wonogiri, anda pergi menuju Purwantoro, setelah itu anda akan memasuki desa Kepyar untuk kemudian menuju gerbang awal menuju Bukit Cumbri. 

Rute ini merupakan rute paling aman, dan sangat di rekomendasikan, karena kondisi jalanan yang cukup mulus, dengan track yang bersahabat. Namun, tetap pastikan kondisi kendaraan anda dalam keadaan baik ya, karena terdapat beberapa jalanan yang menanjak.

Lihat juga: Paket Wisata Jogja di Kartanesia

Legenda Bukti Cumbri

Dikisahkan dahulu kala, penduduk desa merupakan para petani yang makmur. Sampai suatu ketika, mereka diserang oleh raja tikus yang bernama Jinodo dan pasukannya yang merusak sawah mereka.  Sehingga seluruh warga mengalami gagal panen dan musim paceklik. 

Para petani, merasa sedih, resah, dan bingung bercampur aduk menjadi satu. Seekor burung garuda yang bernama Manuk Beri  merasa kasihan, ia ingin menolong para petani tersebut. Maka ia memutuskan untuk menyerang raja tikus dan pasukannya. 

Ketika raja tikus dan pasukannya sedang mencoba kembali merusak sawah milik petani, Manuk Beri langsung menhujam kebawah, bermaksud untuk melahap sang tikus. Tapi  sang raja tikus begitu cerdik, ia berhasil menghindar. Malang nasib sang petani, ia terlahap oleh Manuk Beri. 

Manuk Beri merasa sangat sedih, ia selalu diselimuti perasaan bersalah. Ia selalu merenung dan bertengger di Piring Petung yang merupakan sarangnya. Suatu saat ketika ia sedang berada disana, sambil melindungi pasangannya yang sedang mengerami telur, tiba-tiba sang raja tikus datang. Ia menyerang Manuk Beri, menggigit sayapnya, sampai ia tak bisa terbang lagi. 

Sejak saat itu, Manuk Beri terus berada disana, sampai akhir hayatnya. Karena legenda inilah, warga setempat memberi nama Bukti Cumbri. Yang berasal dari dua kata yakni ‘Cok’ yang berarti tempat bertengger dan kata ‘Bri’ yang berasal dari Manuk Beri nama sang Garuda yang baik hati tersebut. 

Surga tersembunyi 

Bukit yang menjulang sekitar 638 mdpl ini selalu ramai dikunjungi. Tidak terlalu tinggi memang, namun bukit ini menyajikan hamparan pemandangan alam perbukitan di sekitar Ponorogo dan Purwantoro. Keindahannya semakin memukau dengan adanya tebing-tebing besar yang mengelilinginya. 

Karena bukit ini tidaklah terlalu tinggi, tempat ini cocok untuk menjadi pilihan bagi para pendaki pemula. Dengan ketinggian yang bersahabat ini, anda masih tetap bisa mendapatkan pemandangan dari puncaknya yang sangat mengagumkan. 

Untuk mencapai puncak bukit Cumbri anda harus mendaki selama kurang lebih satu sampai dua jam. Semua itu tergantung dengan kecepatan dan besarnya tenaga yang dikeluarkan. Walaupun terbilang jalur yang pendek, namun anda harus tepat berhati-hati, karena medan pendakian ini cukup terjal, dan licin. 

Untuk mendapatkan sesuatu memang butuh perjuangan, rasa letih itu akan terbayarkan ketika anda telah sampai di atas puncak Cumbri. Dari atas sini anda seperti menemukan surga yang tersembunyi. Pesona alamnya begitu indah dan memukau. 

Dengan hamparan langit biru yang membentang sejauh mata memandang, berpadu dengan gunung-gunung dan bukit-bukit yang mengelilinginya, ditambah lagi dengan hamparan tebing disekitarnya semakin menambah keelokannya. Seperti Raja Ampat, namun yang ini versi pengunungan di Pulau Jawa. 

Puncak Cumbri merupakan bebatuan yang cukup curam. Tetaplah selalu berdoa dan berhati-hati dalam menjaga keselamatan anda. Jangan sampai, karena sangking asiknya mengabadikan moment, anda jadi terjatuh atau tergelincir. 

Sunrise Point

Salah satu moment yang paling ditunggu-tunggu dan menjadi incaran para pendaki adalah, dapat menikmati sunrise dari atas puncak. Tentu saja anda dapat menikmatinya juga disini. Puncak Cumbri memungkinkan anda untuk membuat tenda dan berkemah, sehingga anda tidak akan kehilangan moment ‘The Golden Hours’ yang cantik dan mengagumkan. 

Dari atas puncak berbatu anda dapat menyaksikan perlahan matahari muncul dari sela-sela gunung. Warnanya yang semula redup, perlahan mulai menguning, lalu kemudian berubah semakin jingga, semakin terang. Sampai seluruh semburat cahaya jingga tersebut menyapu seluruh langit pagi hari itu.  

Jika anda beruntung, moment indah seperti itu, akan menjadi hadiah termanis untuk anda abadikan. Namun jika cuaca sedang mendung dan tidak bersahabat, anda harus bersabar. Mungkin anda harus mencoba nya lain kali. Karena faktor alam memang tidak bisa kita prediksi. 

Jika anda tertarik untuk menikmati pendakian singkat di Bukit Cumbri, datanglah saat musim kemarau. disamping track tidak begitu licin, kesempatan anda untuk dapat melihat sunrise juga lebih besar. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi perjalanan anda, and happy travelling!